Kontroversi Epstein Files, Pengakuan Mengerikan Model-Model yang Namanya Terseret

Setidaknya ada dua model yang berbicara tentang kemunculan namanya dalam Epstein Files.

oleh Asnida RianiDiterbitkan 04 Februari 2026, 18:00 WIB
Dokumen dari berkas Jeffrey Epstein yang dirilis Kementerian Kehakiman Amerika Serikat difoto pada Jumat, 2 Januari 2026. (Dok. AP/Jon Elswick, arsip)

Liputan6.com, Jakarta - Selain Yfke Sturm, model asal Belanda, Sylvia Geersen, juga muncul dalam Epstein Files. Wanita asal Rotterdam ini mengatakan pada Telegraaf bahwa Jeffrey Epstein secara teratur menghubunginya hampir 20 tahun lalu.

Ia menyebut, Epstein secara teratur "melanggar batasan," memintanya memperkenalkan teman-teman modelnya, lapor NL Times, Rabu (4/2/2026). Menurut Geersen, kontaknya dengan Epstein awalnya baik-baik saja, tapi kemudian semakin tegang.

Pada suatu waktu, ia berada di apartemen Epstein di New York, dan Epstein masturbasi di depannya. "Dia tidak menyentuh saya saat itu, tapi dia melakukan hal-hal tepat di depan saya yang membuat saya terkejut," katanya. "Saya berusia 21 tahun dan benar-benar kewalahan oleh apa yang saya alami."

"Saya tidak pernah berani berbicara pada siapa pun tentang apa yang terjadi selama periode itu. Itu traumatis," ia menambahkan. Geersen, yang kini berusia 40 tahun, masih muda dan sendirian di New York saat itu, dan Epstein menawarkan dukungan padanya.

"Dia baik, membantu saya dalam dunia modeling, memberi saya nasihat, dan mengatur operasi pengecilan payudara dengan ahli bedah terbaik di New York, karena itu akan lebih baik bagi saya sebagai model Victoria's Secret. Begitulah cara dia memanipulasi saya," ujarnya.

"Itu semua terjadi sebelum insiden itu (masturbasi). Itu mengejutkan saya, dan saya mencoba untuk semakin menjaga jarak," imbuhnya. Epstein mulai menuntut berbagai hal darinya, termasuk agar dia mengenalkannya pada teman-teman modelnya.

Kejadian Traumatis

Model asal Belanda, Sylvia Geersen, memperagakan busana karya Cia Maritima pada hari pembukaan koleksi Musim Semi-Panas 2010-2011 di Pekan Mode Sao Paulo, di Sao Paulo, Brasil, pada 9 Juni 2010. (AFP PHOTO/Mauricio LIMA)

Epstein mengeluh bahwa dia telah banyak membantu Geersen, dan Geersen menolak "bekerja sama." "Dia menjadi sangat pengecut dan bertanya mengapa saya tidak mengatur (mengenalkan) gadis-gadis dari Belanda," sebut Geersen pada Telegraaf.

"Tentu saja, saya tidak pernah melakukannya. Saya tidak tahu apa-apa selain dia sedang mencari gadis-gadis untuk agensi modelnya," lanjutnya. Geersen menyebutnya sangat menyedihkan karena harus menghadapi hal ini lagi bertahun-tahun kemudian.

"Ini benar-benar traumatis bagi saya. Begitu banyak hal terjadi dalam hidup saya saat ini," katanya. "Minggu lalu semuanya tampak begitu indah, tapi sekarang hidup saya benar-benar terbalik."

Sebelumnya pada Senin, 2 Februari 2026, model Belanda lainnya, Yfke Sturm, juga muncul dalam Epstein Files. Namanya muncul puluhan kali dalam dokumen pelaku pelecehan seksual anak yang telah dihukum tersebut.

Kontak Intensif dengan Epstein

Model Yfke Sturm menghadiri pemutaran film "Blue Valentine" yang diselenggarakan oleh Cinema Society & Piaget di Tribeca Grand Hotel pada 13 Desember 2010 di New York City. (Stephen Lovekin/Getty Images/AFP)

Keduanya memiliki kontak intensif antara tahun 2012 dan 2016. Sturm kemudian menanggapi, menyebut kontaknya dengan Epstein sebagai "kesalahan penilaian yang serius" jika dilihat dari sudut pandang masa lalu.

"Yang terpenting, pikiran saya tertuju kepada para wanita dan gadis yang telah dirugikan," kata model berusia 44 tahun itu dalam pernyataan tertulis pada RTL Boulevard. "Saya percaya mereka, saya mendukung mereka, dan saya dengan tegas mengutuk pelecehan yang mereka alami."

"Tidak ada dalam pernyataan ini yang dimaksudkan untuk mengurangi keseriusan kejahatan ini atau dampak jangka panjangnya pada para penyintas," imbuhnya.  "Saat itu, saya naif dan tidak sepenuhnya memahami siapa Epstein atau kerugian yang ditimbulkannya. Saya sangat menyesalinya."

Muncul dalam Dokumen Rilisan Departemen Kehakiman AS

Pelaku pedofil Jeffrey Epstein. Dok: AP

Sturm berkata, "Sepanjang hidup dan karier saya, saya selalu membela hak-hak perempuan, keselamatan perempuan, dan hak para penyintas untuk didengar dengan bermartabat dan penuh hormat," menambahkan bahwa ia mendukung reformasi yang bertujuan untuk akuntabilitas dan keadilan.

Program televisi Belanda Hart van Nederland dan Shownieuws melaporkan bahwa nama Sturm sering muncul dalam catatan yang dirilis Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS), Jumat, 30 Januari 2026. Menurut Hart van Nederland, dokumen tersebut menunjukkan bahwa Epstein memiliki kontak intensif sejak akhir tahun 2011 dengan akun email yang terkait dengan Sturm, menggunakan email, pesan teks, dan Skype.

Pertukaran tersebut dimulai lebih dari tiga tahun setelah Epstein dihukum karena melakukan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur dan diharuskan mendaftar sebagai pelaku kejahatan seksual.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya