Liputan6.com, Jakarta - Gulma, atau tanaman pengganggu, merupakan musuh utama bagi para pekebun dan pemilik taman. Gulma merusak tanaman utama karena merebut sinar matahari, air, dan nutrisi. Jika tidak segera mempelajari cara cabut gulma, tanaman bisa kekurangan asupan penting untuk tumbuh optimal.
Masalahnya tidak berhenti di situ. Gulma juga sering menjadi tempat favorit hama dan sumber penyakit yang dapat menyebar ke tanaman lain. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa membuat taman yang awalnya sehat menjadi cepat rusak.
Advertisement
Banyak orang memilih semprotan pembasmi gulma, tetapi kandungan kimianya berisiko merusak tanaman lain. Karena itu, cara paling aman dan terbukti efektif adalah cara cabut gulma dengan tangan.
Metode sederhana ini, jika dilakukan dengan benar, dapat membantu menghilangkan gulma hingga ke akarnya agar tidak mudah tumbuh kembali. Berikut ini ulasannya yang dilansir Liputan6.com dari Martha Stewart, Selasa (3/2/2026).
Kapan Waktu Terbaik Mencabut Gulma
Waktu sangat menentukan saat membersihkan gulma, dan sebaiknya jangan menunggu terlalu lama. Gulma paling mudah dicabut ketika masih sangat kecil. Pada fase awal pertumbuhan, akar gulma belum berkembang luas dan daunnya masih sedikit, sehingga bisa dihilangkan dengan usaha minimal.
Tahap awal ini sering disebut white thread stage, karena gulma tampak seperti benang putih tipis. Jika gulma sudah terdeteksi pada fase ini, proses pencabutan akan jauh lebih mudah dan efektif sebelum akarnya semakin kuat mencengkeram tanah.
Selain waktu tumbuh, kondisi tanah juga berpengaruh. Mencabut gulma setelah hujan sangat dianjurkan karena tanah menjadi lebih gembur dan akar mudah terangkat. Jika tidak ada hujan, menyiram tanah beberapa jam sebelumnya juga dapat membantu mempermudah proses penyiangan.
Cara Menghilangkan Gulma dengan Benar
Jika penyiangan dilakukan secara rutin dan gulma dicabut saat masih kecil, prosesnya akan jauh lebih mudah. Gulma yang sudah besar lebih sulit ditangani karena pilihannya terbatas: bisa dipotong, tetapi akarnya masih tertinggal dan berpotensi tumbuh lagi; atau dicabut, namun sering kali ikut mengganggu struktur tanah di sekitarnya.
Idealnya, gulma masih berukuran kecil saat mulai dicabut. Gunakan sarung tangan, pegang gulma sedekat mungkin dengan permukaan tanah, lalu tarik perlahan. Tujuan utamanya adalah mengangkat seluruh akar agar gulma tidak dapat tumbuh kembali.
Jika gulma sulit dicabut dengan tangan, gunakan alat bantu seperti pisau Hori Hori atau CobraHead untuk mencungkil akarnya. Menghilangkan akar secara tuntas sangat penting, karena sisa akar yang tertinggal dapat memicu gulma tumbuh kembali hanya dalam beberapa minggu.
Cara Mencegah Gulma Tumbuh Kembali
Ke depan, ada beberapa langkah pencegahan agar gulma tidak mudah muncul. Salah satunya dengan menutup permukaan tanah kosong menggunakan lapisan mulsa jerami setebal beberapa sentimeter. Mulsa ini menghalangi sinar matahari sehingga biji gulma sulit berkecambah dan jumlah gulma yang perlu dicabut pun jauh berkurang.
Selain itu, penting untuk menyingkirkan gulma sebelum sempat berbiji. Tergantung jenisnya, satu tanaman gulma bisa menghasilkan ratusan hingga ribuan biji. Jika biji-biji ini menyebar di kebun, Anda akan menghadapi masalah gulma selama bertahun-tahun ke depan.
FAQ
Kapan waktu terbaik mencabut gulma?
Saat gulma masih kecil atau pada fase white thread stage, terutama setelah hujan.
Mengapa gulma harus dicabut sampai ke akar?
Karena sisa akar yang tertinggal bisa membuat gulma tumbuh kembali dalam beberapa minggu.
Apakah mencabut gulma lebih baik daripada menyemprot herbisida?
Ya, mencabut lebih aman karena tidak merusak tanaman lain dan bebas bahan kimia.
Bagaimana cara mencegah gulma muncul lagi?
Tutup tanah dengan mulsa dan cabut gulma sebelum sempat berbunga dan berbiji.