Liputan6.com, Jakarta - Perhatian investor di wall street atau bursa saham Amerika Serikat (AS) akan fokus pada laporan pekerjaan pada Jumat pekan ini. Ekonom memprediksi ekonomi AS menambah 65.000 pekerjaan bulan lalu dan tingkat pengangguran diperkirakan tetap 4,4%.
Mengutip Yahoo Finance, ditulis Selasa (3/2/2025), selain laporan pekerjaan AS yang akan bayangi wall street, investor akan menyoroti data sektor manufaktur dan jasa serta sentmen konsumen dari Universitas Michigan.
Advertisement
Dari sisi korporasi, pekan ini sejumlah perusahaan akan merilis laporan keuangan. Investor menanti laporan keuangan induk usaha Google yakni Alphabet dan Amazon. Kinerja keuangan perusahaan teknologi ini akan bersama perusahaan teknologi lainnya yakni Palatir dan Advanced Micro Device (AMD).
Selain itu, Walt Disney, PepsiCo, Eli Lily dan Novi Nordisk, Toyota dan Philip Morris juga akan merilis laporan keuangannya.
Calon Ketua The Fed
Selain itu, terkait reaksi pasar terhadap penunjukan calon ketua the Federal Reserve (the Fed) Kevin Warsh oleh Presiden AS Donald Trump untuk memimpin bank sentral AS sebagian besar cukup tenang.
Dolar AS mempertahankan kenaikkan tetapi saham bergerak melemah seiring gelombang berita lain. Demikian harga emas anjlok, dan disebutkan analis sebagai koreksi yang diperlukan.
“Warsh memiliki rekam jejak yang kuat menjadi ketua the Federal Reserve, dengan latar belakang yang agak mirip dengan Ketua Powll,” tulis ekonom Deutsche Bank dalam catatan.
Jika dikonfirmasi oleh Senat, Warsh akan masuk ke dalam Fed yang terpecah mengenai arah suku bunga, dengan beberapa pejabat memberikan suara menentang keputusan kebijakan bank sentral pada beberapa pertemuan terakhirnya.
Meskipun Warsh baru-baru ini menyerukan suku bunga yang lebih rendah dan perombakan bank sentral, masa jabatannya sebelumnya sebagai gubernur menunjukkan preferensi untuk sikap yang lebih agresif terhadap kebijakan dengan fokus pada risiko inflasi tinggi.
Sentimen Calon Ketua The Fed
Jika dikonfirmasi oleh Senat, Warsh akan memimpin The Fed yang terpecah belah mengenai arah suku bunga, dengan beberapa pejabat memberikan suara menentang keputusan kebijakan bank sentral pada beberapa pertemuan terakhirnya.
Meskipun Warsh baru-baru ini menyerukan penurunan suku bunga dan perombakan bank sentral, masa jabatannya menunjukkan preferensi untuk sikap yang lebih agresif dalam kebijakan dengan fokus pada risiko inflasi tinggi.
Dalam pidatonya baru-baru ini di hadapan IMF, Warsh mencatat keputusan The Fed, yang saat itu dipimpin oleh Ben Bernanke, untuk bergerak menuju pelonggaran kuantitatif setelah krisis keuangan adalah hal yang akhirnya mendorong Warsh untuk mengundurkan diri dari bank sentral.
"Ada anggapan bahwa The Fed di bawah kepemimpinan Warsh secara teknis lebih condong ke arah kebijakan yang ketat dengan keengganan untuk menggunakan neraca keuangan untuk membatasi suku bunga jangka panjang," tulis Analis dari Allianz Investment Management, Charlie Ripley dalam komentar melalui email.
"Dengan risiko inflasi yang terus membayangi, menyeimbangkan tekanan politik untuk menurunkan suku bunga kebijakan akan tetap menjadi tantangan."
Warsh kini harus menghadapi proses konfirmasi Senat yang dapat tertunda jika Senator Carolina Utara Thom Tillis, seorang Republikan, mempertahankan pendiriannya kalau ia tidak akan memberikan suara untuk ketua Fed berikutnya sampai Departemen Kehakiman menyelesaikan penyelidikannya terhadap Ketua Fed Powell.
Perkembangan AI
Di aspek ekonomi, tampaknya semua jalan mengarah ke AI. Investor akan mendapatkan gambaran lain tentang kesediaan perusahaan teknologi besar untuk menginvestasikan uang pada peluang ini ketika Alphabet dan Amazon melaporkan pendapatan masing-masing pada Rabu dan Kamis. Seperti perusahaan teknologi di "Mag Seven", kedua perusahaan tersebut diperkirakan meningkatkan estimasi belanja modal mereka saat mereka bersaing untuk posisi dalam perlombaan senjata AI yang sedang berlangsung.
"Kekhawatiran tentang 'ROI AI' telah kembali muncul, menimbulkan pertanyaan tentang valuasi," tulis analis Capital, Kyle Rodda, melalui email dan mencatat reaksi keras pasar terhadap angka pengeluaran Microsoft.
"Ini menyiratkan berkurangnya imbalan dari investasi AI dan pertumbuhan yang lebih rendah pada saat valuasi berada pada titik ekstrem dan pasar hampir dihargai sempurna."
Ekonom Apollo Torsten Slok menuturkan, pengeluaran yang membengkak juga mulai memberikan tekanan pada pasar utang.
"Eksposur terkait AI menjadi meluas di seluruh portofolio, dengan diversifikasi yang tampak di berbagai penerbit dan sektor semakin menutupi taruhan makro tunggal pada AI," tulis Slok.
"Apa yang dimulai sebagai siklus belanja modal yang sebagian besar didanai sendiri dengan cepat menjadi peristiwa pembiayaan."