Cita-Cita Prabowo Seluruh Rakyat Indonesia Bisa Dapat Ikan Segar Setiap Hari

Presiden Prabowo Subianto akan membuat desa nelayan sehingga masyarakat Indonesia bisa dapat ikan segar setiap harinya.

oleh Lizsa EgehamDiterbitkan 02 Februari 2026, 12:32 WIB
Presiden Prabowo beri taklimat Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul. (istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan cita-citanya ingin masyarakat Indonesia bisa makan lauk protein segar setiap hari.

Hal itu disampaikan saat memberikan taklimat atau arahan dalam rapat koordinasi nasional (Rakornas) pemerintah pusat dan pemerintah daerah tahun 2026 di Sentul Internasional Convention Center (SICC), Bogor, Senin (2/2/2026).

Namun sebelum itu, Prabowo menyampaikan soal Koperasi Merah Putih. Dia menyampaikan, sedikitnya bakal ada 28.000 Koperasi Merah Putih di Indonesia.

"Pertama kali dalam sejarah. Dan yang kita ketemukan hasilnya ya lumayan menantang. Nanti beberapa bulan lagi akan kita wujudkan minimal 28 ribu koperasi di tiap desa," ujar Prabowo, Senin (2/2/2026).

"Dan kooperasi itu kooperasi yang operasional. Punya gudang, punya code storage, dan akan punya 2 truck masing-masing kooperasi. Tidak akan ada panen yang tidak terjual," sambung dia.

Prabowo lalu mengatakan, nantinya tidak akan ada lagi hasil panen yang tak terjual usai adanya Koperasi Merah Putih.

"Dulu menunggu siapa yang mau ambil. Tengkulaklah, perantara lah, sekarang tidak. Koperasi bisa ngirim sendiri hasil panennya. Kalau belum bisa dijual, dia simpan dalam gudang," ucap dia.

Menurut Prabowo, nantinya mereka akan punya gudang sendiri. Dia juga akan membuat desa nelayan sehingga masyarakat Indonesia bisa dapat ikan segar setiap harinya.

"Dan kita akan bikin desa-desa nelayan, dan proyek-proyek perikanan sehingga rakyat kita akan dapat ikan segar protein yang harganya mungkin setengah dari daging," terang dia.

"Setiap keluarga Indonesia harus makan lauk protein tiap hari. Itu cita-cita pemerintah Republik Indonesia. Itu cita-cita saya," tutup Prabowo.

 

Presiden Prabowo: Ada yang Nyinyir Kenapa Kelapa Sawit? Untuk Rakyat Kita!

Presiden Prabowo Subianto dalam rapat koordinasi nasional (Rakornas) pemerintah pusat dan pemerintah daerah tahun 2026 di Sentul Internasional Convention Center (SICC), Bogor. (Tangkapan Layar YouTube Kemendagri RI)

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto sangat yakin Indonesia bisa swasembada energi. Salah satu dengan memanfaatkan tanaman kelapa sawit.

Prabowo menyadari banyak suara miring terkait keinginannya memperbanyak lahan untuk ditanamkan kelapa sawit. Dia tak masalah, karena menurutnya yang dilakukan semata-mata demi masyarakat Indonesia.

"Ada kelompok yang nyinyir, kenapa kelapa sawit? Prabowo mau bikin kelapa sawit? Ya! Untuk rakyat Indonesia," kata Prabowo dalam sambutannya saat membuka Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Kabupaten Bogor, Senin (2/2/2026).

Prabowo menjelaskan, kelapa sawit tidak hanya dimanfaatkan untuk minyak goreng. Banyak hal yang bisa dipakai dengan memanfaatkan tanaman sawit.

Saking banyaknya manfaat kelapa sawit, kata Prabowo, banyak negara di dunia meminta Indonesia untuk menyuplai kebutuhan CPO mereka.

"Saya ke beberapa negara di dunia, keliling, hampir semua pemimpin negara minta ke saya, kami mohon Indonesia minta tolong suplai kelapa sawit, CPO," ujarnya.

"Saya ke Mesir, Pakistan, Rusia, ke Belarus, di mana, minta tolong suplai kelapa sawit. Artinya its very strategic commodity," sambung Prabowo.

 

Banyak Negara Minta Disuplai CPO

Presiden Prabowo Subianto dalam rapat koordinasi nasional (Rakornas) pemerintah pusat dan pemerintah daerah tahun 2026 di Sentul Internasional Convention Center (SICC), Bogor. (Tangkapan Layar YouTube Kemendagri RI)

Prabowo mencontohkan barang-barang yang bisa dibuat dengan memanfaatkan kelapa sawit. Misalnya, cat dinding, makanan atau roti dengan olahan minyak kelapa sawit, sabun, bahkan solar.

"Jadi nanti kita bikin bio solar, akan buat kita bebas dari ketergantungan luar, yang mau pakai bensin terus silakan. Orang kaya bayar saja, enggak apa-apa harga dunia, tapi rakyat kita bisa hidup dengan solar. Jadi dari kelapa sawit, kita bisa punya derivatif," katanya.

Tak hanya bio solar, Prabowo juga berharap ke depan Indonesia menjadi produsen avtur di dunia dengan memanfaatkan limbah atau jelantah dari sawit.

"Sehingga maaf bangsa-bangsa lain, saya tutup, saya larang ekspor limbah kelapa sawit, ekspor jelantah. Harus untuk kepentingan rakyat Indonesia dulu," tegas Prabowo.

Infografis 8 Paket Ekonomi Baru Ala Prabowo. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya