AI Disuruh Bikin Ulasan Wisata Mata Air Panas di Australia, Turis Pun Kecele

Berdasarkan penelitian pariwisata empiris, 90 persen rencana perjalanan yang dihasilkan AI mengandung kesalahan.

oleh Dinny MutiahDiterbitkan 02 Februari 2026, 07:01 WIB
Ilustrasi mata air panas. (dok. ben lim/Unsplash)

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah situs web perusahaan tur membuat ulasan tentang mata air panas menggunakan AI. Alih-alih membantu, tulisan yang diunggah di sebuah blog itu malah bikin turis kecele. Perusahaan perjalanan asal Australia itu kini repot memulihkan citranya.

Mengutip CNN, Minggu, 1 Februari 2026, tangkapan layar yang dibagikan kepada CNN dari blog yang sekarang telah dihapus itu menunjukkan rekomendasi untuk Mata Air Panas Weldborough. Tempat itu dikatakan menawarkan 'pelarian yang damai' di hutan timur laut Tasmania.

Digambarkan sebagai 'surga yang tenang', situs tersebut dipromosikan sebagai favorit di kalangan pendaki. Weldborough adalah kota pedesaan kecil sekitar 110 kilometer (68 mil) dari kota Launceston. Yang tidak ada hanyalah mata air panas yang diceritakan dalam situs web Tasmania Tours.

Kristy Probert, pemilik Hotel Weldborough setempat, mengaku bingung ketika wisatawan mulai bertanya kepadanya tentang mata air panas pada September 2025. “Awalnya hanya beberapa panggilan,” kata Probert, "Tetapi kemudian orang-orang mulai berdatangan dalam jumlah besar."

"Saya mungkin menerima lima panggilan telepon sehari, dan setidaknya dua hingga tiga orang datang ke hotel mencari mata air panas itu. Kami berada di lokasi yang sangat terpencil sehingga semuanya sangat acak."

Probert mengatakan dia akan menjawab setiap kali, "Jika Anda dapat menemukan mata air panas ini, saya akan mentraktir bir."

Ia menjelaskan di kotanya hanya terdapat Sungai Weld yang 'sangat dingin'. Itu pun biasanya hanya didatangi para pencari emas yang mencari safir dan timah.

"Mereka mengenakan pakaian selam," tambahnya. "Ada sauna di kota terdekat. Saya rasa Anda bisa melompat ke sungai yang sangat dingin setelah Anda berada di sana."

Perusahaan Pontang-panting Pulihkan Citra

Ilustrasi Mimpi Melihat Mata Air Credit: pexels.com/Andy

Scott Hennessey, pemilik Australian Tours and Cruises yang berbasis di New South Wales, yang mengoperasikan Tasmania Tours, mengatakan kepada Australian Broadcasting Network (ABC) awal bulan ini bahwa "AI kami telah membuat kesalahan total."

Perusahaan tersebut telah mengalihdayakan materi pemasarannya kepada pihak ketiga, katanya. Ia mengaku biasanya meninjau setiap unggahan, tetapi ulasan itu luput dari pengawasannya karena saat diterbitkan, ia sedang berada di luar negeri.

"Kami mencoba bersaing dengan perusahaan-perusahaan besar," kata Hennessy kepada ABC. "Sebagian dari itu adalah Anda harus selalu memperbarui dan menyajikan konten baru."

"Kami bukan penipuan," lanjutnya. "Kami adalah pasangan suami istri yang mencoba melakukan hal yang benar kepada orang-orang… Kami sah, kami orang sungguhan, kami mempekerjakan staf penjualan."

Australian Tours and Cruises mengatakan kepada CNN pada waktu berbeda mengakui dampak kesalahan itu begitu signifikan pada reputasi perusahaannya dan dirinya. Kini, ia mengatakan, "Kami hanya mencoba melanjutkan hidup kami dan melupakan semuanya."

AI Banyak Digunakan, tapi Banyak Tidak Akurat

Ilustrasi Mimpi Melihat Mata Air Credit: pexels.com/Anton

Anne Hardy, profesor adjunkt di bidang pariwisata di Southern Cross University, Australia, mengatakan kepada CNN bahwa AI telah 'merata dalam perjalanan dan pariwisata'. Ia menyebut sekitar 37 persen wisatawan menggunakan AI untuk saran perjalanan atau rencana perjalanan.

"Wisatawan lebih mempercayai AI daripada situs ulasan," katanya, menambahkan bahwa operator tur menggunakan AI tidak hanya untuk blog dan materi pemasaran, tetapi juga untuk rencana perjalanan dan perhitungan biaya.

"AI bisa sangat membantu," kata Hardy. "Ini menghemat waktu dan pada akhirnya uang."

Namun, ia memperingatkan bahwa AI juga dapat menciptakan ketidakakuratan atau mengalami 'halusinasi', seperti kasus 'mata air panas Weldborough'. Menurut Hardy, penelitian pariwisata empiris menunjukkan "90% rencana perjalanan yang dihasilkan AI mengandung kesalahan."

Ia mengatakan hal itu dapat berimplikasi yang sangat berbahaya, menunjuk pada jalur pendakian terpencil di Tasmania tanpa layanan atau jangkauan seluler sebagai contoh.

Tips Bijak Menggunakan AI untuk Berwisata

Ilustrasi Robot AI. (Foto: Freepik)

"Saya telah menyaksikan banyak kasus di mana AI memberikan saran untuk pendakian sehari, yang sangat tidak akurat, mulai dari panjang pendakian, tingkat kesulitannya, atau kondisi cuaca," katanya.

Hardy merekomendasikan para pelancong untuk melampaui AI dan melakukan riset sendiri. "Gunakan buku panduan tepercaya, agen perjalanan, dan situs web ulasan," katanya. "Selain itu, tanyakan kepada petugas concierge dan tuan rumah Anda untuk menilai apakah rencana perjalanan AI akurat, jika Anda memilih untuk menggunakannya."

Probert merasa kasihan kepada pemilik Tasmania Tours, yang katanya telah diajaknya bicara melalui telepon. "Sulit untuk menjaga semuanya tetap mutakhir dan relevan sebagai bisnis kecil," katanya. "Mereka tampak seperti orang-orang yang baik, dan kita semua pernah melakukan kesalahan. Saya pikir ini cukup lucu."

"Ada banyak hal yang bisa dilakukan di Weldborough," ia meyakinkan para pengunjung. "Hanya saja tidak ada pemandian air panas."

Infografis 4 Rekomendasi Chatbot AI Terbaik. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya