Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya menghijau setelah dua hari mengalami tekanan dan terjadi trading halt hingga dua kali. IHSG hari ini Jumat (30/1/2026) dibuka menghijau dan seluruh sektor perkasa.
Mengutip data RTI, IHSG hari ini dibuka di posisi 8.308,72 dibanding penutupan perdagangan sebelumnya di angka 8.232,20.
Advertisement
Pada pukul 09.10 WIB, IHSG masih menguat 1,80% ke posisi 8.376 Indeks saham L45 juga menguat 2,26% ke posisi 832,42. Seluruh indeks saham acuan kompak menghijau.
Pada awal sesi perdagangan, IHSG berada di level tertinggi 8.384,95 dan level terendah 8.280,77. Sebanyak 527 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Sedangkan 98 saham melemah dan 91 saham diam di tempat.
Total frekuensi perdagangan saham 386.915 kali dengan volume perdagangan saham 5,7 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 4,2 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.799.
Seluruh sektor saham kompak menghijau. Sektor saham energi naik 2,81%, dan pimpin penguatan. Sektor saham transportasi menguat 2,59%, sektor saham cyclical naik 2,52%.
IHSG Berpotensi Bergejolak
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang fluktuatif pada perdagangan saham Jumat, (30/1/2026). Lalu apa saja rekomendasi saham-nya saat IHSG hari ini diprediksi fluktuatif.
Berdasarkan catatan BNI Sekuritas, IHSG ditutup melemah 1,06% disertai dengan aksi jual saham oleh asing Rp 5,11 triliun pada Kamis, 29 Januari 2026. Saham-saham yang paling banyak dijual oleh investor asing antara lain saham BBCA, BMRI, ANTM, BBNI dan TLKM.
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman menuturkan, IHSG masih berpotensi fluktuatif pada perdagangan Jumat pekan ini. “Tapi masih aman sepanjang masih kuat bertahan di atas 8.050,” kata Fanny.
Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 8.050-8.100 dan level resistance 8.300-8.400.
Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata menuturkan, IHSG menunjukkan perlawanan pada Kamis, 29 Januari 2026 setelah ada secercah harapan dari gerak cepat regulator bursa dan pemerintah menyikapi tuntutan MSCI. Hal ini seiring dana lokal kembali jadi garda terdepan yang membidik sektor keuangan yang jadi tulang punggung IHSG.
"Walau demikian kami ingatkan risiko volatilitas masih mengintai hari ini, oleh karena itu baiknya terapkan lebih banyak sikap wait and see pada penghujung pekan ini,” ujar dia.
Rekomendasi Saham
Untuk rekomendasi saham hari ini, Fanny memilih saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET), PT Elnusa Tbk (ELSA), dan PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH).