IHSG Berpotensi Bergejolak, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini 30 Januari 2026

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bakal bergejolak pada perdagangan saham Jumat, (30/1/2026). Berikut prediksi kisaran IHSG dan rekomendasi saham.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 30 Januari 2026, 09:00 WIB
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang fluktuatif pada perdagangan saham Jumat, (30/1/2026).(Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang fluktuatif pada perdagangan saham Jumat, (30/1/2026). Lalu apa saja rekomendasi saham-nya saat IHSG hari ini diprediksi fluktuatif.

Berdasarkan catatan BNI Sekuritas, IHSG ditutup melemah 1,06% disertai dengan aksi jual saham oleh asing Rp 5,11 triliun pada Kamis, 29 Januari 2026. Saham-saham yang paling banyak dijual oleh investor asing antara lain saham BBCA, BMRI, ANTM, BBNI dan TLKM.

Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman menuturkan, IHSG masih berpotensi fluktuatif pada perdagangan Jumat pekan ini. “Tapi masih aman sepanjang masih kuat bertahan di atas 8.050,” kata Fanny.

Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 8.050-8.100 dan level resistance 8.300-8.400.

Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata menuturkan, IHSG menunjukkan perlawanan pada Kamis, 29 Januari 2026 setelah ada secercah harapan dari gerak cepat regulator bursa dan pemerintah menyikapi tuntutan MSCI. Hal ini seiring dana lokal kembali jadi garda terdepan yang membidik sektor keuangan yang jadi tulang punggung IHSG.

"Walau demikian kami ingatkan risiko volatilitas masih mengintai hari ini, oleh karena itu baiknya terapkan lebih banyak sikap wait and see pada penghujung pekan ini,” ujar dia.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, Fanny memilih saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET), PT Elnusa Tbk (ELSA), dan PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH).

 

 

Rekomendasi Teknikal

Pada pembukaan pasar usai libur Lebaran 2025, pada Selasa (8/4/2025), saham-saham Indonesia merosot lebih dari sembilan persen ke level 5.912. (BAY ISMOYO/AFP)

Trading Idea hari ini: ARCI, HRTA, MDKA, INET, ELSA, dan DOOH

  • ARCI Spec Buy dengan area beli di 1870-1900, cutloss di bawah 1835. Target dekat di 1930-1975.
  • HRTA Spec Buy dengan area beli di 2230-2250, cutloss di bawah 2100. Target dekat di 2400-2520.
  • MDKA Buy on Weakness dengan area beli di 3000-3120, cutloss di bawah 2900. Target dekat di 3300-3460.
  • INET Spec Buy dengan area beli di 334-354, cutloss di bawah 326. Target dekat di 380-402.
  • ELSA Spec Buy dengan area beli di 630-635, cutloss di bawah 620. Target dekat di 650-675.
  • DOOH Spec Buy dengan area beli di 182-196, cutloss di bawah 176. Target dekat di 206-220.      

 

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Penutupan IHSG pada 29 Januari 2026

Layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpampang di Jakarta, Kamis (10/10/2019). Dari 10 sektor pembentuk IHSG, lima sektor saham berada di zona merah. Pelemahan. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, mengutip data RTI, IHSG 29 Januari 2026 ditutup merosot 1,06% ke posisi 8.232,20. Indeks saham LQ45 menguat 0,06% ke posisi 813,01. Sebagian besar indeks saham acuan bervariasi.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksono menuturkan, IHSG berupaya menguat setelah langkah pemangku kebijakan untuk menindaklanjuti keputusan kebijakan MSCI. Sedangkan dampak dari pemangkasan peringkat saham oleh Goldman Sachs dan UBS, menurut Herditya telah direspons pada awal sesi perdagangan sehingga membuat IHSG kembali koreksi dan sempat trading halt atau penghentian sementara perdagangan.

“Kami perkirakan rebound dari IHSG ini terjadi setelah pemangku kebijakan melakukan konferensi pers dan diharapkan dapat segera memenuhi aturan dan kriteria yang ditetapkan oleh MSCI kemarin,” kata Herditya saat dihubungi Liputan6.com.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya