Qodari jadi Kepala Bakom, Dinilai Mampu Perkuat Orkestrasi Komunikasi Pemerintah

Penunjukan Muhammad Qodari sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) merupakan langkah strategis untuk memperkuat orkestrasi komunikasi pemerintah.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 28 April 2026, 11:30 WIB
Penunjukan Muhammad Qodari sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) merupakan langkah strategis untuk memperkuat orkestrasi komunikasi. (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Literasi Politik Indonesia (LPI), Ujang Komarudin, menilai penunjukan Muhammad Qodari sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) merupakan langkah strategis untuk memperkuat orkestrasi komunikasi pemerintah agar semakin terpadu dan efektif.

Ujang mengatakan, publik menaruh harapan agar komunikasi program pemerintah dapat disampaikan dengan lebih kuat dan terarah di bawah kepemimpinan Qodari.

"Saya melihatnya Pak Qodari itu mampu menjalanlan komunikasi program pemerintah semakin kuat. Ya harapannya seperti itu. Harapannya presiden seperti itu, harapan rakyat juga seperti itu," ujar Ujang, Selasa (28/4/2026).

Menurutnya, latar belakang pengalaman Qodari yang sering tampil di media menjadi modal penting dalam menjalankan tugas mengorkestrasi komunikasi pemerintah.

"Dalam konteks mengorkestrasi kebijakan komunikasi pemerintah seperti itu, latar belakang pengalamannya banyak tampil di media, Pak Qodari akan mampu menjalankan tugas dengan baik. Tapi kita lihat nanti secara objektif kinerjanya ke depan," kata Ujang.

Selain pengalaman di media, Ujang menilai rekam jejak Qodari saat memimpin Kantor Staf Presiden (KSP) juga menjadi bukti bahwa yang bersangkutan telah terbiasa menjalankan fungsi komunikasi pemerintah.

"Sebenarnya kan apa yang dilakukan oleh Pak Qodari kan sudah dilakukan ketika dia menjadi kepala staf kepresidenan. Kan kepala staf kepresidenan juga ketika dijabat oleh yang bersangkutan itu menjalankan fungsi komunikasi juga. Pak Qodari sering tampil di TV, lalu juga tenaga ahli utama, tenaga ahli utama KSP juga sering tampil," ucap dia.

 

Ke Depan Akan Semakin Strategis

Ujang menambahkan, tugas Qodari di Bakom ke depan akan semakin strategis karena harus mampu mengoordinasikan berbagai instrumen komunikasi pemerintah yang selama ini berjalan di sejumlah lembaga.

"Karena kita tahu bahwa ada beberapa yang menjalankan fungsi komunikasi misalkan Kementerian Komunikasi Digital, itu kan komunikasi dan digital, itu kan artinya ada fungsi komunikasinya juga, lalu juga ada katakanlah Badan Komunikasi Pemerintah, lalu juga jangan lupa juga ada penasihat khusus presiden bidang komunikasi," terang dia.

Ujang menegaskan, penunjukan Qodari merupakan hak prerogatif Presiden, sehingga perlu diberikan kesempatan untuk menunjukkan kinerja secara objektif.

"Ya harus kita beri kesempatan, harus kita beri katakanlah waktu kepada Pak Qodari untuk bekerja dengan baik. Kita belum bisa menilai baik-buruknya karena baru dilantik, baru serah terima jabatan. Artinya kita baru bisa menilai, baru bisa mengamati ketika sudah bekerja," tuturnya.

Ke depan, ia berharap orkestrasi komunikasi pemerintah dapat berjalan lebih sederhana, jelas, dan mudah dipahami masyarakat, sekaligus terbuka terhadap kritik yang konstruktif.

Ujang menambahkan, keberhasilan orkestrasi komunikasi pemerintah tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi publik yang konstruktif.

"Kalau ingin membangun bangsa, di satu sisi pihak pemerintah, ya Bakom atau Pak Qodari, menjalankan fungsi orkestrasi komunikasi kementerian dan lembaga secara baik, menyampaikan komunikasi program-program pemerintah dengan baik, sekaligus menyerap aspirasi dari publik," ujar Ujang.

"Katakanlah terkait dengan saran, kritik, dan usulan. Tapi di saat yang sama, publik juga mesti mengkritik dengan objektif, berbasis data, dan konstruktif, sehingga sama-sama bisa bertugas untuk menjaga bangsa ini, baik yang ada di dalam pemerintahan maupun yang ada di luar," pungkasnya.

 

Reshuffle Kabinet: Prabowo Lantik Jenderal Dudung Jadi KSP, Qodari Jabat Kepala Bakom

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto melantik Jenderal (Purn) Dudung Abdurrachman menjadi Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) di Istana Negara Jakarta, Senin 27 April 2026.

Adapun, Dudung menggantikan posisi Muhammad Qodari. Sementara itu, Qodari kini menjabat Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) menggantikan Angga Raka Prabowo.

Pelantikan keduanya dilakukan secara bersamaan berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 51 P Nomor Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih periode Tahun 2024-2029.

Prabowo lantas membimbing keduanya membacakan sumpah dan jabatan. Dudung dan Qodari berjanji akan menjalankan tugas sebaik-baiknya dan menjunjung tinggi etika jabatan.

"Demi Allah saya bersumpah, bahwa saya akan setia kepada UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-perundangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara," kata Dudung dan Qodari membacakan sumpah jabatan.

"Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab," sambungnya.

Setelah itu, Dudung dan Qodari menandatangani berita acara pelantikan. Prabowo dan para menteri Kabinet Merah Putih lalu memberikan ucapan selamat kepada keduanya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya