Top 3 Berita Bola: Klub Besar Bakal Terdampak Aturan Baru Liga Champions, Salah Satunya Arsenal

Perubahan aturan Liga Champions mulai musim 2026/2027 masuk jajaran top 3 berita bola terpopuler Liputan6.com selama 24 jam terakhir

oleh Achmad Yani YustiawanDiterbitkan 30 Januari 2026, 10:00 WIB
Viktor Gyokeres dan rekan-rekannya di Arsenal merayakan gol ke gawang Kairat Almaty dalam lanjutan Liga Champions 2025/2026 di Emirates Stadium, Kamis (29/1/2026) dini hari WIB. Berita soal Arsenal ini masuk jajaran top 3 berita bola terpopuler.(Ben STANSALL / AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Format Liga Champions musim 2026/2027 berubah lagi. Salah satunya undian fase tidak lagi mengizinkan pertemuan yang sama terjadi dalam tiga musim beruntun. Namun, pembatasan ini hanya berlaku jika satu tim terus menjadi tuan rumah dalam laga tersebut. Berita soal Liga Champions ini masuk jajaran top 3 berita bola terpopuler.

Perubahan terbaru tersebut diperkirakan berdampak langsung pada sejumlah klub besar, termasuk Arsenal dan Liverpool, jika kembali lolos ke kompetisi elite Eropa itu.

Misalnya, laga Liverpool melawan Real Madrid di Anfield atau Inter Milan menghadapi Arsenal di Giuseppe Meazza tidak akan diizinkan terjadi untuk ketiga kalinya secara berturut-turut. Aturan ini diterapkan melalui perangkat lunak undian milik UEFA.

Liga Champions kembali menjadi sorotan bukan hanya karena persaingan di lapangan, tetapi juga karena perubahan regulasi. Format baru yang diperkenalkan musim lalu masih menuai perdebatan di kalangan penggemar.

Sebagian pihak menilai jumlah pertandingan terlalu banyak, sementara pendukung format tersebut menekankan meningkatnya tensi dan risiko di setiap laga. Di tengah perdebatan itu, UEFA memutuskan untuk kembali melakukan penyesuaian.

Simak top 3 berita bola terpopuler di Liputan6.com dalam 24 jam terakhir di halaman berikutnya:


1. Aturan Baru Liga Champions: Arsenal dan Liverpool Berpotensi Terdampak

Gabriel Martinelli dan Noni Madueke dari Arsenal merayakan gol selama pertandingan putaran ketiga Piala FA antara Portsmouth dan Arsenal di Portsmouth, Inggris, Minggu, 11 Januari 2026. (AP Photo/Kin Cheung)

Liga Champions kembali menjadi sorotan bukan hanya karena persaingan di lapangan, tetapi juga karena perubahan regulasi. Format baru yang diperkenalkan musim lalu masih menuai perdebatan di kalangan penggemar.

Sebagian pihak menilai jumlah pertandingan terlalu banyak, sementara pendukung format tersebut menekankan meningkatnya tensi dan risiko di setiap laga. Di tengah perdebatan itu, UEFA memutuskan untuk kembali melakukan penyesuaian.

Perubahan terbaru ini akan mulai berlaku pada musim 2026/2027 mendatang. Aturan tersebut diperkirakan berdampak langsung pada sejumlah klub besar, termasuk Arsenal dan Liverpool, jika kembali lolos ke kompetisi elite Eropa itu.

Selengkapnya


2. Presiden Real Madrid, Florentino Perez Turun Tangan, Bicarakan Sikap Pemain Termasuk Jude Bellingham

Florentino Perez memperkenalkan Xabi Alonso sebagai manajer baru Real Madrid.

Real Madrid menunjukkan tanda-tanda kebangkitan jelang laga terakhir fase grup Liga Champions melawan Benfica. Los Blancos datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah meraih tiga kemenangan beruntun di bawah arahan pelatih anyar, Alvaro Arbeloa.

Perubahan positif ini tidak lepas dari kembalinya Antonio Pintus ke jajaran staf kepelatihan. Pelatih fisik legendaris Madrid itu kembali bertugas setelah tujuh bulan absen pada era Xabi Alonso.

Media lokal Spanyol menilai duet Arbeloa dan Pintus mulai membawa dampak nyata, terutama dalam hal sikap dan intensitas permainan para pemain.

Selengkapnya


3. Saat Liga Champions 'Memaksa' Hansi Flick dan Mikel Arteta Beradaptasi

Manajer Arsenal, Mikel Arteta, memberi instruksi kepada para pemainnya saat pertandingan Liga Champions melawan Inter Milan di Giuseppe Meazza, Italia, Rabu (21/1/2026). (AP Photo/Luca Bruno)

Fase liga Liga Champions musim ini mencapai titik penentuan pada rangkaian laga tengah pekan. Dengan 36 tim berada dalam satu klasemen besar, setiap gol berpotensi menggeser posisi secara drastis hingga peluit akhir dibunyikan.

Di tengah dinamika tersebut, perhatian tidak hanya tertuju pada pemain di lapangan. Peran pelatih di pinggir lapangan menjadi semakin krusial, terutama saat situasi pertandingan menuntut respons cepat dan tepat.

Selengkapnya

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya