Liputan6.com, Jakarta - Virus Nipah kembali menjadi sorotan karena tingkat kematiannya yang tinggi dan gejala awalnya yang sering kali tampak ringan. Banyak kasus infeksi virus Nipah berawal dari keluhan yang mirip flu biasa, sehingga kerap terlambat dikenali.
Padahal, dalam kondisi berat, penyakit ini bisa berkembang cepat hingga menyebabkan koma hanya dalam waktu 24–48 jam. Virus Nipah adalah virus Zoonotik, artinya menular dari hewan ke manusia.
Advertisement
Penularan dapat terjadi melalui kontak dengan hewan terinfeksi, makanan yang terkontaminasi, atau dari manusia ke manusia. Inilah yang membuat kewaspadaan terhadap gejala virus Nipah menjadi sangat penting.
Apa saja gejala virus Nipah? Pada tahap awal, gejala virus Nipah sering tidak spesifik dan mirip infeksi virus pada umumnya. Penderita biasanya mengalami:
- Demam
- Sakit kepala
- Nyeri otot
- Sakit tenggorokan
- Mual dan muntah
Karena keluhan ini mirip flu atau infeksi saluran pernapasan ringan, banyak pasien tidak segera mencari pertolongan medis. Padahal, fase awal inilah yang menentukan kecepatan penanganan dan peluang keselamatan pasien.
Pada sebagian pasien, kondisi dapat memburuk dalam hitungan hari. Gejala lanjutan virus Nipah meliputi:
- Pusing dan rasa mengantuk berlebihan
- Penurunan kesadaran
- Kebingungan atau perubahan perilaku
- Gangguan saraf
Infeksi virus Nipah menyerang sistem saraf pusat dan dapat menyebabkan ensefalitis akut atau peradangan otak. Pada tahap ini, pasien bisa mengalami kejang dan penurunan kesadaran drastis.
Dalam kasus berat, kondisi dapat berkembang menjadi koma dalam waktu 24 hingga 48 jam setelah gejala neurologis muncul.
Masa Inkubasi Virus Nipah dan Risiko Kematian
Selain menyerang otak, virus Nipah juga dapat menyebabkan gangguan pernapasan serius. Beberapa pasien mengalami pneumonia atipikal dan sindrom gangguan pernapasan akut. Kondisi ini memperparah risiko kematian, terutama jika fasilitas perawatan intensif terbatas.
Masa inkubasi virus Nipah umumnya berkisar antara 4 hingga 14 hari, namun pada beberapa kasus dapat mencapai 45 hari. Artinya, seseorang bisa tampak sehat cukup lama sebelum akhirnya menunjukkan gejala.
Tingkat kematian akibat virus Nipah tergolong tinggi, yakni sekitar 40 hingga 75 persen, tergantung pada kesiapan sistem kesehatan dan kecepatan diagnosis.
Meski sebagian penyintas dapat pulih sepenuhnya, sekitar 20 persen pasien mengalami gangguan saraf jangka panjang, seperti kejang berulang dan perubahan kepribadian.
Pentingnya Deteksi Dini dan Kewaspadaan Virus Nipah
Hingga kini, belum tersedia obat atau vaksin khusus untuk virus Nipah. Penanganan yang dilakukan bersifat suportif, fokus pada menjaga fungsi pernapasan dan saraf. Karena itu, mengenali gejala virus Nipah sejak dini menjadi kunci utama pencegahan kematian.
Masyarakat diimbau segera mencari pertolongan medis jika mengalami gejala mirip flu yang disertai penurunan kesadaran, terutama bila memiliki riwayat kontak dengan hewan, konsumsi makanan berisiko, atau berada di wilayah dengan laporan kasus virus Nipah.