3 Emas Olimpiade Jadi Mimpi Selanjutnya Del Asri

Emas Olimpiade lebih dari dua keping menjadi impian selanjutnya seorang Del Asri. Mampukah terwujud?

oleh ThomasDiterbitkan 27 Januari 2026, 22:39 WIB
3 Emas Olimpiade Jadi Mimpi Selanjutnya Del Asri Usai Jadi Doktor Olahraga

Liputan6.com, Jakarta - Di Olimpiade, pencapaian terbaik Indonesia sejauh ini baru dua medali emas. Dua kali Indonesia meraih dua keping emas yakni di Olimpiade 1992 dan 2024. Segala upaya dilakukan agar Indonesia bisa melebihi prestasi 2 emas di satu edisi Olimpiade.

Salah satunya lewat DBON (Desain Besar Olahraga Nasional). DBON perlahan mulai memperlihatkan dampaknya. Indonesia sukses meraih dua emas lagi di Olimpiade 2024 dan kemudian meraih posisi runner-up di kandang Thailand pada SEA Games 2025. Indonesia meraih 91 emas di SEA Games Thailand.

Salah satu perumus DBON adalah Del Asri. Bersama tim, Del Asri memilih jalan yang tidak popular, menoleh jauh ke belakang. “Kami sepakat untuk menelusuri data hingga ke pertama kali Indonesia mengikuti Olimpiade dan Asian Games. Dari jejak sejarah itu, kita bisa mengevaluasi prestasi secara objektif, lalu memprediksi sampai di mana posisi Indonesia pada kurun waktu tertentu,” tutur Del Asri.

DBON menjadi peta jalan berbasis bukti. “Setelah data kolektif terkumpul, kami meramunya dengan berbagai unsur pendukung prestasi lainnya, termasuk regulasi. Dari sana lahirlah cetak biru prestasi olahraga nasional yang kita kenal sebagai DBON 2021–2045,” ujar De Asri.

Pria kelahiran Duri, Riau, itu baru saja menyandang gelar Doktor Pendidikan Olahraga pada 26 Januari 2026 di Aula Gedung Dekanat Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang setelah mempertahankan disertasi berjudul Evaluasi Implementasi Desain Besar Olahraga Nasional Tahap I Periode Tahun 2021–2024 Bidang Olahraga Prestasi.


Sesuai Perjalanan Karier

Tema itu bukan kebetulan, ini adalah rangkuman dari lintasan panjang Del Asri antara kampus, arena pertandingan, dan ruang perumusan kebijakan.

“Dari sisi akademik pastinya ini adalah sebuah capaian, tetapi di saat yang sama ini juga sebuah tanggung jawab yang sangat besar. Bagaimana kemudian saya bisa memberikan kontribusi untuk bangsa dan negara,” ujarnya, Selasa (27/01/2026).

Sebelum menjadi perumus DBON, perjalanan Del Asri dimulai saat tahun 2000 menamatkan studi Statistika di FMIPA Universitas Padjadjaran. Pada tahun yang sama, ia diterima sebagai dosen di Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Universitas Negeri Jakarta. Sejak itu, dua dunia berjalan beriringan: akademik dan praktik olahraga prestasi.

Lanjut Baca:

Pengalaman praktis pertamanya hadir di PON XVI 2004, saat ia dipercaya sebagai Kepala Seksi Pengolah Data Kontingen DKI Jakarta. Empat tahun berselang, ia menjadi Ketua Posko Utama Kontingen DKI Jakarta pada PON XVII 2008. Dari sana, lingkup kerjanya meluas ke berbagai ajang internasional, Asian Games 2010-2014-2018-2022, SEA Games 2015-2017-2019-2021-2023, Olimpiade, hingga Paralimpiade, dengan peran yang konsisten; analisis, evaluasi, dan pengambilan keputusan berbasis data.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya