Daftar 48 Saham Emiten yang Kena Denda Rp 150 Juta dan Peringatan Tertulis

Berikut daftar lengkap 48 emiten yang belum menyampaikan laporan keuangan sehingga kena denda Rp 150 juta dan peringatan tertulis.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 28 Januari 2026, 06:00 WIB
BEI memaparkan ada 1.064 perusahaan tercatat di BEI. Dari jumlah itu, 902 perusahaan tercatat wajib menyampaikan laporan keuangan interim 30 September 2025. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat 48 perusahaan tercatat atau emiten belum menyampaikan laporan keuangan interim per 30 September 2025 yang tidak disertai laporan akuntan publik hingga 30 Desember 2025. Seiring hal itu, BEI memberikan peringatan tertulis III dan denda Rp 150 juta.

Selain itu, BEI juga menyebutkan dua emiten belum menyampaikan laporan keuangan interim per 30 September 2025 yang diaudit oleh akuntan publik hingga 2 Januari 2026 dan dikenakan peringatan tertulis I.

BEI memaparkan ada 1.064 perusahaan tercatat di BEI. Dari jumlah itu, 902 perusahaan tercatat wajib menyampaikan laporan keuangan interim 30 September 2025, tujuh perusahaan tercatat berbeda tahun buku. Selain itu, 155 efek dan perusahaan tercatat tidak wajib menyampaikan laporan keuangan interim per 30 September 2025.

Adapun 859 emiten telah menyampaikan laporan keuangan yang terdiri dari 820 perusahaan tercatat telah menyampaikan laporan keuangan interim per 30 September 2025.

Kemudian 32 perusahaan tercatat berbeda batas waktu penyampaikan karena termasuk dalam daftar Perusahaan Tercatat Perasuransian dan Induk dari Perusahaan Perasuransian, telah menyampaikan Laporan Keuangan Interim per 30 September 2025. Lalu satu Perusahaan Tercatat berbeda tahun buku yaitu Januari, telah menyampaikan Laporan Keuangan Tahunan per 31 Oktober 2025 (Laporan Keuangan Triwulan III).

Selanjutnya tiga Perusahaan Tercatat berbeda tahun buku yaitu Maret, telah menyampaikan Laporan Keuangan Interim per 31 Oktober 2025 (Laporan Keuangan Triwulan II). Kemudian tiga perusahaan tercatat berbeda tahun buku yaitu Juni, telah menyampaikan Laporan Keuangan Interim per 31 Oktober 2025 (Laporan Keuangan Triwulan I).

"48 perusahaan Tercatat belum menyampaikan Laporan Keuangan Interim per 30 September 2025 yang tidak disertai laporan Akuntan Publik hingga tanggal 30 Desember 2025,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Berikut daftar Perusahaan Tercatat yang hingga tanggal 30 Desember 2025 Belum Menyampaikan Laporan Keuangan Interim per 30 September 2025 yang Tidak Disertai Laporan Akuntan Publik yang kena peringatan tertulis III dan denda Rp 150 juta:

Daftar Emiten

Sebanyak 672 saham turun, 30 naik, dan 95 lainnya tetap atau stagnan. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

1.ALTO: PT Tri Banyan Tirta Tbk

2.ARMY: PT Armidian Karyatama Tbk

3. BEBS: PT Berkah Beton Sadaya Tbk

4. BIKA: PT Binakarya Jaya Abadi Tbk

5. BOSS: PT Borneo Olah Sarana Sukses Tbk

6. CBMF: PT Cahaya Bintang Medan Tbk

7. COWL: PT Cowell Development Tbk

8. CPRI: PT Capri Nusa Satu Properti Tbk

9. DEAL: PT Dewata Freightinternational Tbk

10. DUCK: PT Jaya Bersama Indo Tbk

11. ETWA: PT Eterindo Wahanatama Tbk

12. GAMA: PT Aksara Global Development Tbk

13. GOLL: PT Golden Plantation Tbk

14. HKMU: PT HK Metals Utama Tbk

 15. HOME: PT Hotel Mandarine Regency Tbk

16. HOTL: PT Saraswati Griya Lestari Tbk

 17. IPPE: PT Indo Pureco Pratama Tbk

18. JSKY: PT Sky Energy Indonesia Tbk

19. KAYU: PT Darmi Bersaudara Tbk

20. KBRI: PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk

21. LCGP: PT Eureka Prima Jakarta Tbk

22. LMAS: PT Limas Indonesia Makmur Tbk

23. MABA: PT Marga Abhinaya Abadi Tbk

24. MAGP: PT Multi Agro Gemilang Plantation Tbk

25. MKNT: PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk

Daftar Emiten Lainnya

Karyawan memantau pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) 2018 di Kantor BEI, Jakarta, Jumat (28/12). Presiden Joko Widodo atau Jokowi menutup langsung perdagangan IHSG 2018. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

26. MTRA: PT Mitra Pemuda Tbk

27. NUSA: PT Sinergi Megah Internusa Tbk                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                         

28. PLAS: PT Polaris Investama Tbk

 29. PMMP: PT Panca Mitra Multiperdana Tbk

30. POLL: PT Pollux Properties Indonesia Tbk

31. POOL: PT Pool Advista Indonesia Tbk

32. PURE: PT Trinitan Metals and Minerals Tbk

33. RIMO: PT Rimo International Lestari Tbk

34. SBAT: PT Sejahtera Bintang Abadi Textile Tbk

35. SIMA: PT Siwani Makmur Tbk

36. SKYB: PT Northcliff Citranusa Indonesia Tbk

37. SRIL: PT Sri Rejeki Isman Tbk

38. SUGI: PT Sugih Energy Tbk

39. SWAT: PT Sriwahana Adityakarta Tbk

40. TDPM: PT Tianrong Chemicals Industry Tbk

41. TECH: PT Indosterling Technomedia Tbk

42. TELE: PT Omni Inovasi Indonesia Tbk

43. TOPS: PT Totalindo Eka Persada Tbk

44. TOYS: PT Sunindo Adipersada Tbk

45. TRAM: PT Trada Alam Minera Tbk

46. TRIL: PT Triwira Insanlestari Tbk

47. UNIT: PT Nusantara Inti Corpora Tbk

48. ZBRA: PT Dosni Roha Indonesia Tbk

 

 

Selain itu, ada dua emiten yang hingga 2 Januari 2026 belum menyampaikan laporan keuangan kuartal III 2025 yang diaudit oleh akuntan publik dan dikenakan peringatan tertulis I.Berikut daftar emitennya:

1. DEWA: PT Darma Henwa Tbk

2. PTMP: PT Mitra Pack Tbk

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya