Saham BBCA Melemah Hari Ini, Saatnya Beli?

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) ditutup melemah pada perdagangan hari ini.

oleh Tira SantiaDiterbitkan 27 Januari 2026, 20:08 WIB
Pekerja mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di salah satu perusahaan Sekuritas, Jakarta, Rabu (14/11). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bertahan di zona hijau pada penutupan perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) ditutup melemah pada perdagangan hari ini. Menanggapi pergerakan tersebut, Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk Hendra Lembong menyampaikan bahwa fluktuasi harga saham merupakan hal yang wajar, terutama mengingat struktur kepemilikan saham BBCA yang didominasi oleh investor asing.

"Pemegang saham BCA, sekarang ini 70 sampai 80 persen itu dimiliki oleh investor asing. Nah, yang di dalam kontrol kita, manajemen BCA adalah memastikan tentu performance kita bisa sebaik-baiknya, terjaga sebaik-baiknya. Tapi kalau harga saham memang normal kalau saham itu naik turun. Karena 70 sampai 80 persen itu investor asing," kata Hendra dalam Konferensi Pers Paparan Kinerja FY 2025 PT Bank Central Asia (BBCA), Selasa (27/1/2026).

Menurut Hendra, sekitar 70 hingga 80 persen saham BBCA saat ini dimiliki oleh investor asing. Kondisi tersebut membuat pergerakan saham perseroan sangat dipengaruhi oleh dinamika global serta sentimen investor internasional terhadap pasar keuangan dan perekonomian Indonesia.

"Ini memang tergantung situasi di global dan situasi investor juga," ujarnya.

Terkait prospek saham BBCA ke depan, Hendra Lembong menilai bahwa arah pergerakan harga saham tidak dapat dilepaskan dari persepsi investor asing terhadap kondisi ekonomi Indonesia.

Dengan porsi free float yang besar di tangan investor global, sentimen eksternal menjadi faktor penentu utama.

 

Saat Tepat Beli Saham BBCA?

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan, Rabu 10 September 2025, ditutup menguat 70,402 poin atau naik 0,92% ke level 7.699,007, dari penutupan Selasa (9/9/2025) di 7.626,605. (BAY ISMOYO/AFP)

Ia menyebutkan bahwa pertanyaan mengenai apakah saat ini merupakan waktu yang tepat untuk membeli saham BBCA bukanlah hal yang mudah untuk dijawab.

Keputusan tersebut sangat bergantung pada pandangan masing-masing investor, khususnya investor asing, terhadap prospek ekonomi nasional dan stabilitas global.

"Jadi, memang pertanyaannya ini agak sulit untuk dijawab apakah ini saatnya beli atau tidak. Karena ini tergantung bagaimana para investor asing melihat prospek ekonomi Indonesia ke depannya," jelasnya.

Adapun, pada perdagangan sesi I saham BBCA ditutup turun 1,63% ke level Rp 7.525. Kemudian di sesi II saham BBCA masih merah 1,96% ke level 7.500.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya