Mental Juara Arsenal Diragukan, Keunggulan 10 Poin Sirna dengan Cepat!

Arsenal kalah dari MU dan gagal dalam tiga laga beruntun. Patrick Vieira dan Odegaard soroti hilangnya kreativitas dan mentalitas tim di momen krusial.

oleh Richard Andreas LuturmasDiterbitkan 26 Januari 2026, 17:27 WIB
Reaksi gelandang Arsenal, Mikel Merino (kiri), dan bek Inggris Arsenal, Ben White (kanan), saat penyerang Manchester United, Matheus Cunha (tengah) merayakan gol ketiga timnya pada menit ke-87 dalam pertandingan Liga Inggris di Stadion Emirates, London, Minggu (25/1/2026). (Ben Standall/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Arsenal seharusnya bisa beristirahat dengan tenang karena unggul 10 poin di puncak klasemen jelang pekan ke-23 Premier League. Namun, kekalahan dari Manchester United di kandang sendiri mengubah situasi menjadi buruk.

Kekalahan pertama di Emirates Stadium itu membuat persaingan perebutan gelar kembali sangat ketat. Keraguan besar kini menghantui tim Mikel Arteta dalam misi mengakhiri penantian gelar selama dua dekade.

Keunggulan The Gunners kini terpangkas tajam, tersisa hanya empat poin. Momentum positif mereka seperti hilang setelah tidak menang dalam tiga pertandingan liga secara beruntun.

Mereka bermain imbang melawan Liverpool dan Nottingham Forest, sebelum takluk 2-3 dari Manchester United. Pertanyaan besar muncul tentang apa yang sebenarnya terjadi dengan mesin tempur Arsenal.

Tim tersebut seolah-olah macet total di momen yang paling menentukan. Masalah utama terlihat jelas dalam beberapa penampilan terakhir.

Kesalahan individu yang fatal, saling lempar tanggung jawab, serta demam panggung yang semakin parah menjadi faktor penghambat. Semua elemen itu saling terkait dan perlahan mengikis mental juara skuad tersebut.


Kritik Vieira: Hilangnya Kreativitas dan Kepemimpinan

Patrick Dorgu (nomor 13) mencetak gol indah saat timnya, Manchester United (MU) bertamu ke markas Arsenal pada lanjutan Liga Inggris 2025/2026 di Emirates Stadium, Minggu (26/1/2026) malam WIB. (Mike Egerton/PA via AP)

Legenda klub, Patrick Vieira, secara terbuka mempertanyakan mentalitas mantan timnya usai pertandingan lawan Setan Merah. Ia menyoroti absennya kreativitas dan keberanian pemain untuk mengambil risiko.

"Masih ada pertanyaan tentang kekuatan mental tim ini," tegas Patrick Vieira kepada Sky Sports. Ia menambahkan bahwa ada kekurangan kreativitas sehingga tidak cukup peluang tercipta.

Menurutnya, baik Saka di sisi kanan maupun Trossard di kiri tidak cukup membahayakan pertahanan Manchester United. Vieira juga menekankan pentingnya sosok pemimpin yang berani tampil di saat-saat genting.

Sayangnya, para pemain Arsenal justru terlihat pasif dan terlalu banyak menunggu. Mereka berharap rekan setimnya yang lain yang memecahkan kebuntuan.


Odegaard Akui Kekalahan dalam Duel Krusial

Jurrien Timber (kiri), Gabriel Magalhaes (kedua dari kanan), dan Martin Zubimendi (kanan) menyesali kegagalan timnya, Arsenal, mencetak gol ke gawang Manchester United pada lanjutan Liga Inggris 2025/2026 di Emirates Stadium, Minggu (26/1/2026) malam WIB. (Mike Egerton/PA via AP)

Pendapat serupa diungkapkan oleh kapten tim, Martin Odegaard. Ia mengakui bahwa timnya terlalu mudah kehilangan penguasaan bola selama pertandingan.

Odegaard menyebut The Gunners kalah dalam banyak duel penting di babak kedua. Kekalahan itu memberikan momentum bagi lawan untuk bangkit dan menekan.

"Di babak kedua, mereka memenangkan banyak duel yang memberi mereka momentum. Itu membiarkan mereka berlari dan kami tidak pernah benar-benar mendapatkan ritme," aku gelandang asal Norwegia itu.

Lanjut Baca:

Gol penyeimbang Mikel Merino sempat memberikan harapan dan energi baru bagi tuan rumah. Namun, angin segar itu hanya bertahan selama tiga menit. Gol kemenangan Manchester United yang segera menyusul membuktikan kegagalan Arsenal meredam laju permainan lawan. Hal itu sekaligus menandai hilangnya fokus dan ketenangan mereka.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya