Tanpa APBD, Pemkot Bogor Kembangkan Peternakan Ayam Petelur untuk Dukung MBG

Pemerintah Kota Bogor mengembangkan program peternakan ayam petelur di Kecamatan Bogor Utara untuk mendukung pasokan bahan pangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

oleh Meila Alfauzi SukmawanDiterbitkan 27 Januari 2026, 21:30 WIB
Ilustrasi Alam Petelur. (merdeka.com/Arie Basuki)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, Jawa Barat, telah mengembangkan program peternakan ayam petelur berbasis lembaga pemberdayaan masyarakat (LPM) di Kecamatan Bogor Utara dalam mendukung pasokan bahan pangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ayam petelur tersebut nantinya akan dikelola oleh masing-masing LPM dan akan dikembangkan secara bertahap sebelum nanti hasil produksinya disalurkan ke dapur MBG melalui Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP).

“Nanti lewat Koperasi Kelurahan Merah Putih. Satu kandang berisi 10 ekor ayam petelur, di mana hasilnya akan disalurkan ke dapur MBG,” ujar Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, dilansir dari Antara, Senin 26 Januari 2026.

Jenal menuturkan, pihaknya telah menyerahkan sebanyak 80 ekor ayam petelur kepada delapan Ketua LPM se-Kecamatan Bogor Utara.

Ia menegaskan program tersebut tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bogor dan diharapkan kegiatan ini dapat memancing partisipasi masyarakat maupun pihak swasta melalui porgram tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

“Ini sama sekali tanpa APBD. Harapannya bisa memancing masyarakat lain atau pihak swasta untuk ikut terlibat,” tegasnya.

Menurutnya, pengembangan ayam petelur di tingkat kelurahan ini berpotensi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, terkhususnya masyarakat yang berada di kelompok ekonomi bawah sekaligus dapat membuka peluang kerja baru di wilayah perkotaan.

LPM Diminta Pahami Siklus Produksi Telur Demi Keberlanjutan Program

Badan Gizi Nasional (BG) menggandeng PLN dan TNI AU mendistribusikan bantuan fasilitas dapur SPPG untuk program makan bergizi gratis (MBG). (Foto: Istimewa)

Ia menekankan pentingnya peran Ketua LPM untuk memahami secara menyeluruh siklus produksi telur harian sebelum melakukan pengembangan usaha ayam petelur. Langkah ini dinilai agar program dapat berjalan secara berkelanjutan serta memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat.

“Peluang di depan mata, jangan sampai kita hanya jadi penonton. Ini karpet merah untuk warga Kota Bogor,” kata Jenal.

Sementara itu, Camat Bogor Utara Riki Robiansah menegaskan bahwa inisiatif tersebut perlu disikapi dengan penuh keseriusan oleh seluruh LPM. Dengan pengelolaan yang tepat, pengembangan ayam petelur diyakini mampu menciptakan perputaran ekonomi di tingkat wilayah.

Riki berharap program ini dapat menjadi model pemberdayaan ekonomi lokal yang terintegrasi, sekaligus memenuhi kebutuhan gisi masyarakat melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya