Liverpool Kehilangan Rekor 13 Laga Tanpa Kekalahan Usai Tunduk dari Bournemouth

Catatan 13 laga tak terkalahkan Liverpool berakhir di markas Bournemouth. Kekalahan 2-3 membuka fakta bahwa aura juara The Reds mulai memudar.

oleh Asad ArifinDiterbitkan 25 Januari 2026, 09:56 WIB
Kapten Liverpool Virgil van Dijk (kiri) berusaha menyemangati rekan-rekannya di laga kontra Bournemouth di pekan ke-23 Liga Inggris 2025/2026 di Vitality Stadium, Minggu (25/01/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Ian Walton)

Liputan6.com, Jakarta - Liverpool datang ke markas Bournemouth dengan status istimewa. Catatan 13 laga beruntun tanpa kekalahan di semua ajang menjadi yang terpanjang di antara klub-klub lima liga top Eropa.

Rekor itu seharusnya menjadi sinyal kekuatan, bukan pertanda bahaya. Namun, di Stadion Vitality, Minggu (25/1) dini hari WIB, kenyataan berbicara berbeda bagi sang juara bertahan Premier League.

Gol kemenangan Amine Adli pada menit ke-90+5 bukan sekadar penentu skor 3-2 untuk Bournemouth. Gol tersebut seakan merobek tirai yang selama ini menutupi problem Liverpool.

Kekalahan ini menegaskan situasi yang mengkhawatirkan. Liverpool kini melewati lima laga Premier League tanpa kemenangan, empat kali imbang dan satu kali kalah, tepat ketika tekanan persaingan papan atas semakin meningkat.


Rekor Tak Terkalahkan yang Menyembunyikan Masalah

Pemain Liverpool, Dominik Szoboszlai (depan-kiri), melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang AFC Bournemouth pada pertandingan Liga Inggris di Vitality Stadium, Minggu (25/1/2025) dini hari WIB. (Glyn KIRK / AFP)

Sebelum kekalahan ini, Liverpool memang terlihat stabil di atas kertas. Namun, hasil imbang beruntun melawan Arsenal, Leeds, Burnley, dan Fulham perlahan menggerus dominasi mereka.

Pertandingan melawan Bournemouth menjadi klimaks dari tren tersebut. Inilah Liverpool yang mulai kehilangan aura menakutkan. Liverpool juga melakukan banyak kesalahan sendiri di lini belakang.

"Tim asuhan Arne Slot terlihat jauh berbeda dari tim yang kita lihat musim lalu," kata Alan Shearer, komentator di acara Match of the Day BBC Sport.

"Liverpool terlihat tidak dalam kondisi prima di semua area. Mereka terlalu banyak melakukan kesalahan dan lemah dalam bertahan, seperti yang kita lihat pada gol kemenangan," tegas Alan Shearer.


Jadwal Padat, Energi Terkuras, dan Pembelaan Slot

Pemain Liverpool, Mohamed Salah, berduel dengan pemain Bournemouth pada pertandingan Liga Inggris di Vitality Stadium, Minggu (25/1/2025) dini hari WIB. (Glyn KIRK / AFP)

Bagi Arne Slot, sorotan pasca pertandingan tertuju pada kondisi fisik timnya. Ia menilai kelelahan menjadi faktor penting di balik performa Liverpool yang menurun.

Liverpool memang tampil meyakinkan saat bertandang ke Marseille di tengah pekan. Namun, laga melawan Bournemouth menghadirkan tantangan berbeda, terutama intensitas dan duel fisik yang konstan.

"Saya rasa aman untuk mengatakan bahwa beberapa pemain kami kehabisan energi. Saya bahkan tidak bisa mengkritik mereka karena dua hari yang lalu kami harus bermain tandang di Eropa," kata Slot.

"Kami adalah satu-satunya tim yang bermain di Liga Champions yang memiliki jeda dua hari dalam periode ini," sambung Slot.

Sumber: BBC Sport

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya