Insiden Tambang Emas di Bogor, 11 Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Insiden kepulan asap beracun terjadi di tambang emas Gunung Pongkor, Bogor, Rabu (14/1/2026) sore, dilaporkan telah menewaskan 11 orang.

oleh Achmad SudarnoDiterbitkan 22 Januari 2026, 12:43 WIB
Seorang pekerja beraktivitas di tambang emas bawah tanah Pongkor milik PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM), di Bogor, Jawa Barat, pada Kamis 16 Oktober 2025. (Daeng Mansur/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Tambang emas PT Aneka Tambang (Antam) di kawasan Gunung Pongkor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menjadi sorotan publik menyusul insiden yang terjadi pada Rabu 14 Januari 2026 sore.

Insiden tersebut berupa munculnya kepulan asap dari lubang tambang. Akibat paparan gas beracun di area tambang emas tersebut, sebanyak 11 orang dilaporkan meninggal dunia.

"Di Nanggung sudah tiga orang yang kami selamatkan dan dari beberapa desa-desa lagi sudah diselamatkan (dievakuasi) itu kurang lebih berjumlah 11 orang," ujar Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan saat meninjau Posko Siaga di Polsek Nanggung, Kamis (22/1/2026).

Belasan orang tersebut merupakan korban yang sudah berhasil dievakuasi secara bertahap dari area tambang bawah tanah. Seluruh jenazah korban sudah diserahkan ke keluarganya masing-masing untuk dimakamkan.

"Kami dari Polda Jabar, Polres bogor dan teman-teman dari TNI, Pemda, ketika mengetahui ada peristiwa di seputaran Gunung Pongkor itu langsung melaksanakan evakuasi. Itu yang utama dilakukan," ujar Rudi.

Diketahui, dari 11 korban berasal dari Desa Urug, Kecamatan Sukajaya dan Desa Bangun Jaya, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor. Mereka adalah penambang emas liar.

Ia mengaku jenazah korban asap beracun tidak dilakukan diotopsi. Namun, pihak kepolisian akan mengambil langkah tersebut apabila memang diperlukan dalam proses penyelidikan nanti.

"Nanti apabila dalam proses-proses lain diperlukan tindakan itu, akan kita lakukan," ujarnya.

 

Penyebab Masih Diselidiki

Tambang yang berada di bawah naungan holding BUMN tambang Mining Industry Indonesia (MIND ID) itu diperkirakan masih menyimpan cadangan emas sekitar 5 ton. (Daeng Mansur/AFP)

Rudi menyampaikan pihaknya masih menyelidiki penyebab peristiwa tersebut. Namun saat ini, kandungan karbon monoksida (CO) di dalam tambang sudah dalam kondisi ambang batas aman.

"Situasi di dalam yang dapat diinformasikan kepada saya, bahwa masih ada asap yang mengandung CO, tapi itu masih di ambang batas aman," pungkasnya.

Sementara itu, operasi pencarian korban asap mengandung kadar gas beracun di area tambang emas kawasan PT Antam dihentikan sementara.

Keputusan tersebut diambil setelah tim SAR gabungan tidak menemukan korban di lokasi yang diinformasikan sebelumnya.

 

Pencarian Korban

Kapolsek Nanggung AKP Ucup Supriatna menjelaskan, pencarian korban dihentikan pada Selasa (20/1/2026) sore.

"Hasil pencarian terakhir sore itu, tidak menemukan korban lagi. Apa yang ditunjukkan oleh saksi pun tidak ada di lokasi pencarian," ujarnya.

Berdasarkan kesepakatan tim dari Basarnas bersama Emergency Response Group (ERG) PT Antam akhirnya operasi SAR dihentikan.

Meski begitu, pihak kepolisian tetap melakukan pendalaman informasi dari masyarakat. Namun hingga saat ini, Polsek Nanggung belum menerima kembali laporan resmi dari warga terkait adanya korban tambahan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya