Hasil Indonesia Masters 2026: Adnan/Indah Ganyang Unggulan 7 Asal Malaysia

Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil mengganyang unggulan tujuh Goh Soon Huat/Lai Shevin Jemie (Malaysia) di babak pertama Indonesia Masters 2026.

oleh Bogi TriyadiDiterbitkan 21 Januari 2026, 17:33 WIB
Ganda campuran Indonesia Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil menumbangkan unggulan ketujuh asal Malaysia Goh Soon Huat/Lai Shevin Jemie pada babak pertama Indonesia Masters 2026 di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Rabu (21/1). (foto: PBSI)

Liputan6.com, Jakarta - Ganda campuran Indonesia Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil membuat kejutan pada babak 32 besar Indonesia Masters 2026. Adnan/Indah menumbangkan unggulan ketujuh asal Malaysia Goh Soon Huat/Lai Shevin Jemie.

Adnan/Indah mengalahkan Gho/Lai lewat pertandingan menegangkan dengan rubber game 18-21, 21-18, dan 22-20 di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Rabu (21/1).

Kemenangan ini membalas kekalahan Adnan/Indah dari Goh/Lai di Korea Open 2025 pada September lalu. Saat itu, mereka kalah dua game langsung 9-21 dan 20-22.

Indah mengungkapkan kunci utama kemenangan mereka terletak pada kemampuan menjaga fokus dan ketenangan, terutama saat fase paling menentukanpada game ketiga. "Di poin-poin terakhir, kami berdua benar-benar fokus ke tugas masing-masing. Tidak mau terlalu banyak berpikir. Yang penting bolanya masuk dulu, bagaimana caranya tidak nyangkut, dan bisa menjaga reli," ujar Indah.

Ia menambahkan mereka berusaha menghindari tekanan akibat situasi skor yang ketat. "Kami tidak mau mikirin lawan sudah 20 atau kondisi 20-20. Kami jalani saja satu demi satu, step by step. Fokus ke poin yang sedang dimainkan, bukan ke skor akhirnya," jelas Indah.

Sementara Adnan menegaskan secara teknis permainan harus dijalankan dengan disiplin. Selain itu, kemenangan atas Goh/Lai tidak lepas dari proses pembelajaran dari pertemuan-pertemuan sebelumnya dengan pasangan Malaysia tersebut.

"Kalau dari segi permainan sebenarnya sama saja, tetap harus fokus ke strategi dan pola main. Tapi dengan dukungan penonton, rasanya tenaga bisa bertambah," jelas Adnan.

"Kami belajar dari pertemuan sebelumnya. Dari situ kami tahu apa yang harus diperbaiki, bagaimana mengantisipasi permainan mereka, dan bagaimana kami harus lebih siap," tambah peraih perunggu SEA Games 2021 itu.


Target Realistis

Ganda campuran Indonesia Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil menang atas unggulan ketujuh asal Malaysia Goh Soon Huat/Lai Shevin Jemie pada babak pertama Indonesia Masters 2026 di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Rabu (21/1). (foto: PBSI)

Indonesia Masters 2026 menjadi turnamen pertama Adnan/Indah pada tahun ini. Dengan peta persaingan yang ketat di sektor ganda campuran, keduanya memilih untuk bersikap realistis dalam menentukan target.

"Target pastinya podium, tapi kami jalani maksimal step by step," ujar Adnan.

Terkait evaluasi ke depan, Adnan menegaskan fokus utama mereka adalah meminimalkan kesalahan sendiri dan menjaga konsistensi permainan.

"Yang paling banyak harus dikurangi itu mati-mati sendiri. Selain itu, kami harus lebih fokus lagi di setiap poin, karena di level ini sedikit lengah saja bisa langsung berpengaruh," tegasnya.


Dukungan Penonton

Ganda campuran Indonesia Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil meyingkirkan unggulan ketujuh asal Malaysia Goh Soon Huat/Lai Shevin Jemie pada babak pertama Indonesia Masters 2026 di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Rabu (21/1). (foto: PBSI)

Indah juga menyebut suasana Istora memberikan pengalaman emosional yang kuat bagi dirinya. Antusiasme penonton yang memenuhi tribun menjadi faktor nonteknis yang sangat berpengaruh.

"Melihat antusiasi suporter itu seru banget. Jujur senang rasanya sekarang Istora sudah kembali ramai. Padahal ini baru hari kedua, tapi atmosfernya sudah hidup. Rasanya seperti dulu, saat Istora benar-benar penuh dan adrenalinnya langsung naik. Dukungan itu terasa sampai ke lapangan dan bikin kami lebih terpacu," tutur Indah.

Adnan Maulana mengakui bahwa bermain di Istora selalu menghadirkan dorongan emosional tersendiri. "Pasti ada pengaruhnya main di Istora. Supporter membuat kami lebih semangat dan lebih hidup di lapangan," ujar Adnan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya