Liputan6.com, Jakarta - Bangunan lapak pedagang di Pasar Krai Lumajang Roboh, menyebabkan tiga pedagang terluka dan harus dirawat ke RSUD Dr Hariyanto. Ketiga korban adalah Islawati (50), Sajiono (47) dan Hasan Safi'i (64).
Wakil Bupati Lumajang Yudha Adji Kusuma menjelaskan, hasil peninjauan di lokasi menunjukkan penyebab utama robohnya lapak adalah faktor bangunan tua yang sudah tidak layak digunakan, bukan karena cuaca atau kondisi alam.
Advertisement
“Tidak ada hujan dan tidak ada angin. Ini murni karena bangunan dasar yang sudah tidak layak, tetapi tetap dipaksakan untuk digunakan,” kata Yudha kepada wartawan, Rabu (21/1/2026).
Bangunan lapak yang ambruk diketahui terbuat dari kayu tua dan bukan konstruksi permanen. Saat kejadian, para pedagang tengah menjajakan dagangannya di lapak berukuran sekitar 3 x 10 meter.
Tiba-tiba bangunan tersebut roboh dan menimpa tiga pedagang yang kemudian mengalami luka di bagian punggung dan leher.
Beruntung, peristiwa itu terjadi pada pagi hari ketika jumlah pengunjung pasar belum ramai, sehingga tidak menimbulkan korban dari kalangan pembeli. Meski demikian, pemerintah daerah menilai insiden ini tidak boleh dianggap sepele.
“Kalau terjadi lebih siang, risikonya bisa jauh lebih besar. Ini harus menjadi momentum untuk memperbaiki seluruh sarana pasar yang sudah tidak layak,” tambahnya.
Pemkab Lumajang akan mempercepat penataan dan perbaikan infrastruktur pasar rakyat, khususnya pada lapak-lapak nonpermanen yang telah uzur. Langkah ini dipandang krusial untuk menjamin keselamatan pedagang dan pengunjung sekaligus memperkuat standar kelayakan bangunan di fasilitas publik.
Selain perbaikan fisik, pemerintah daerah juga akan melakukan pendataan dan audit kondisi bangunan pasar di wilayah lain untuk mengidentifikasi potensi risiko sejak dini.
“Kita tidak ingin menunggu sampai jatuh korban berikutnya. Evaluasi menyeluruh akan kita lakukan terhadap sarana pasar di seluruh Lumajang,” pungkas Yudha.