FK Bodø/Glimt vs Man City: Syarat The Citizens Lolos ke Babak 16 Besar usai Beku di Arktik

Hasil Bodø/Glimt vs Man City jadi salah satu kejutan besar di Liga Champions musim ini.

oleh Dimas Satria NugrohoDiterbitkan 21 Januari 2026, 15:36 WIB
Pemain Manchester City, Erling Haaland (kanan), dan pemain Bodo/Glimt, Jostein Gundersen, berebut bola dalam pertandingan Liga Champions di Norwegia, Rabu (21/1/2026). (Fredrik Varfjell/NTB via AP)

Liputan6.com, Jakarta - Duel Bodø/Glimt vs Man City pada Liga Champions 2025/2026 menjadi mimpi buruk bagi tim tamu. Bertanding Rabu (21/1/2026) dini hari WIB, pasukan Pep Guardiola tumbang 1-3 dalam laga yang penuh drama.

Man City datang dengan misi bangkit usai kalah di derbi Manchester, tapi justru kembali kehilangan arah. Rodri tampil di bawah standar dan harus meninggalkan lapangan lebih cepat setelah menerima kartu merah di babak kedua.

Erling Haaland pun gagal bersinar di tanah kelahirannya, meski mendapat beberapa peluang emas. Kekalahan ini terasa menyakitkan karena membuat posisi The Citizens di fase liga jadi rawan. Kini, laga terakhir melawan Galatasaray berubah menjadi partai hidup-mati jika ingin lolos otomatis ke babak 16 besar dan menghindari jalur play-off.


Pertahanan Rapuh, Bodo/Glimt Menggila

Kiper Manchester City, Gianluigi Donnarumma, tertunduk setelah gawangnya kebobolan tiga kali di markas Bodo/Glimt dalam laga matchday ketujuh Liga Champions 2025/2026 di Aspmyra Stadion, Bodo, Norwegia, Rabu (21/1/2026) dini hari WIB. (Fredrik Varfjell/NTB via AP)

Man City sebenarnya sempat mencoba mengontrol permainan lewat umpan-umpan pendek khas Guardiola. Namun, garis pertahanan tinggi kembali jadi bumerang. Bodo/Glimt memanfaatkannya dengan serangan balik cepat dan efektif. Kasper Hogh menjadi mimpi buruk lini belakang The Citizens lewat dua gol beruntun di babak pertama.

Kesalahan demi kesalahan, terutama dari Max Alleyne, membuka ruang bagi tuan rumah untuk menghukum Man City tanpa ampun. Setelah jeda, Jens Petter Hauge menambah penderitaan lewat gol spektakuler dari luar kotak penalti. Skor 3-0 membuat publik tuan rumah larut dalam euforia, sementara The Citizens tampak kehilangan kepercayaan diri dan kesulitan keluar dari tekanan.


Rodri Kartu Merah Buat Harapan Pupus

Wasit Sven Jablonski memberikan kartu merah kepada gelandang Manchester City, Rodri, dalam pertandingn Liga Champions antra Bodo/Glimt vs Manchester City di Aspmyra Stadion, Bodo, Norwegia, Rabu (21/1/2026) dini ari WIB. (Fredrik Varfjell/NTB via AP)

The Citizens sempat mencoba bangkit ketika Rayan Cherki memperkecil ketertinggalan. Momentum itu seharusnya bisa dimanfaatkan untuk mengejar ketertinggalan. Namun, semuanya runtuh saat Rodri menerima kartu merah akibat dua pelanggaran ceroboh dalam waktu singkat. Penampilan gelandang Spanyol itu memang jauh dari kata ideal.

Ia beberapa kali kehilangan bola, termasuk dalam proses gol ketiga Bodo. Bermain dengan sepuluh pemain membuat Man City praktis kehilangan kendali. Harapan comeback pun menguap. Kartu merah Rodri juga berarti ia absen di laga krusial berikutnya, situasi yang makin menambah sakit kepala Guardiola di tengah jadwal padat dan tekanan besar.


Haaland Tumpul, Guardiola Jadi Disorot

Pep Guardiola pada laga Man City vs Tottenham di pekan ke-2 Premier League 2025/2026 (c) AP Photo/Dave Thompson

Sorotan lain tertuju pada Erling Haaland. Pulang kampung ke Norwegia, striker andalan Man City justru tampil tumpul. Ia menyia-nyiakan dua peluang emas di babak pertama dan gagal memanfaatkan momen penting saat timnya butuh gol. Pep Guardiola pun tak luput dari kritik.

Keputusannya mempertahankan garis pertahanan tinggi serta memainkan beberapa pemain di posisi tak ideal dinilai jadi faktor kekalahan. Kekalahan ini bukan sekadar soal hasil, tapi juga peringatan serius. Man City harus segera berbenah jika tak ingin perjalanan mereka di Liga Champions musim ini berakhir lebih cepat dari rencana.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya