Inter Milan vs Arsenal: 5 Pemain yang Pernah jadi Pilar Nerazzurri dan The Gunners

Menjelang Inter Milan vs Arsenal di Liga Champions 2025/2026, inilah lima pemain yang pernah membela kedua klub raksasa Eropa tersebut.

oleh Asad ArifinDiterbitkan 20 Januari 2026, 18:26 WIB
Henrikh Mkhitaryan berebut bola dengan Matteo Bianchetti dalam laga Serie A antara Inter Milan dan Cremonese di San Siro, Milan, Italia, Sabtu, 4 Oktober 2025. (AP Photo/Luca Bruno)

Liputan6.com, Jakarta - Duel Inter Milan vs Arsenal pada matchday ke-7 Liga Champions 2025/2026 menghadirkan lebih dari sekadar perebutan poin. Laga ini sarat narasi sejarah bagi pemain-pemain kedua kubu.

Arsenal hanya membutuhkan satu poin untuk mengunci tiket ke babak 16 besar. Inter, di sisi lain, tengah berada dalam tren positif di kompetisi domestik.

Perbedaan posisi di klasemen fase liga menambah tensi pertandingan. Arsenal tampil nyaris sempurna, sementara Inter masih mencari stabilitas di Eropa.

Sejarah mencatat sejumlah pemain pernah menyeberang antara London Utara dan Milan. Nama-nama ini menjadi penghubung emosional dua klub besar tersebut.


Dennis Bergkamp

2. Dennis Bergkamp - Pria asal Belanda ini adalah seorang maestro sepak bola sekaligus legenda bagi tim London Utara, Arsenal. Total 11 musim Bergkamp habiskan masa di Arsenal dengan catatan 87 gol dari 315 penampilan. (AFP/Jim Watson)

Dennis Bergkamp menjalani periode yang sulit saat memperkuat Inter Milan. Sepak bolanya terasa terkungkung oleh pendekatan taktik Serie A.

Ruang gerak sempit membuat kreativitasnya tidak berkembang. Dua musim di Italia berjalan tanpa kesan mendalam.

Arsenal merekrut Bergkamp pada 1995 dan memecahkan rekor transfer klub. Keputusan itu sempat diragukan.

Segalanya berubah ketika Arsene Wenger datang. Bergkamp menjadi ikon, arsitek permainan, dan legenda Arsenal selama hampir satu dekade.

Lukas Podolski resmi bergabung dengan Inter Milan pada Senin (6/1/2015), dengan status sebagai pemain pinjaman dari Arsenal hingga musim 2014-2015 berakhir. (AFP/Marco Bertorello)

Lukas Podolski dikenal luas sebagai idola Emirates Stadium. Kaki kirinya menjadi senjata mematikan Arsenal.

Selama dua musim, kontribusinya konsisten dan efektif. Podolski mencatat 39 kontribusi gol dari 73 laga.

Perannya mulai menyusut pada musim 2014/2015. Arsenal memutuskan meminjamkannya ke Inter Milan.

Di bawah Roberto Mancini, dampaknya minim. Podolski hanya mencetak satu gol sebelum kembali ke Inggris.


Patrick Vieira

1. Patrick Vieira - Vieira adalah pemain penting sekaligus pilihan utama Arsene Wenger di lini tengah The Gunners. Pria asal Prancis ini adalah sosok kapten yang membawa Arsenal menjuarai Liga Inggris musim 2003/04 tanpa sekali pun menelan kekalahan. (AFP/Odd Andersen)

Patrick Vieira adalah simbol dominasi Arsenal di era keemasan. Ia menjadi jantung permainan dan pemimpin mutlak tim.

Kepindahannya ke Italia pada 2005 mengakhiri satu era. Juventus menjadi tujuan awal sebelum skandal Calciopoli.

Vieira kemudian bergabung dengan Inter Milan pada 2006. Namun, kondisi fisik tak lagi berada di puncak.

Selama empat musim, perannya terbatas. Vieira akhirnya melanjutkan karier ke Manchester City pada 2010.


Alexis Sanchez

Alexis Sanchez dari Inter Milan, tengah, melakukan selebrasi setelah mencetak gol kedua timnya pada pertandingan sepak bola Serie A antara Inter Milan dan Empoli di Stadion San Siro, di Milan, Italia, Senin, 1 April 2024. (AP Photo/Antonio Calanni)

Alexis Sanchez mencapai puncak performa saat berseragam Arsenal. Musim 2016/2017 menjadi periode terbaiknya.

Kecepatan, agresivitas, dan produktivitas membuatnya masuk jajaran elite Premier League. Arsenal sangat bergantung padanya.

Kariernya berlanjut ke Italia bersama Inter Milan. Ia menjalani dua periode berbeda di San Siro.

Meski lebih sering menjadi pelapis, kontribusinya signifikan. Sanchez ikut berperan dalam raihan Scudetto Inter.


Henrikh Mkhitaryan

Gelandang Inter Milan, Henrikh Mkhitaryan, berusaha melewati pemain River Plate, Gonzalo Montiel, dalam laga Grup E Piala Dunia Antarklub di Seattle, Kamis (26/6/2025). (AP Photo/Lindsey Wasson)

Henrikh Mkhitaryan menjalani masa yang tidak konsisten di Arsenal. Cedera dan performa naik turun menghambatnya.

Ia menjadi bagian dari pertukaran besar yang tidak berjalan sesuai ekspektasi. Arsenal melepasnya tanpa penyesalan besar.

Kariernya bangkit di Italia. Setelah sukses bersama AS Roma, Mkhitaryan bergabung dengan Inter.

Di San Siro, ia menemukan stabilitas. Lebih dari 150 penampilan dan peran penting mengantar Inter meraih scudetto 2023/2024.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya