Inter vs Arsenal: Perebut Tiket 16 Besar Liga Champions

Pertandingan krusial Inter vs Arsenal akan tersaji di San Siro.

oleh Harley IkhsanDiterbitkan 19 Januari 2026, 22:45 WIB
Manajer Arsenal, Mikel Arteta, bersama anak asuhnya setelah duel kontra Everton pada pekan ke-17 Premier League di Hill Dickinson Stadium, Minggu (21/12/2025) dini hari WIB. Dalam pertandingan tersebut, The Gunners menang 1-0 atas Everton. (AP Photo/Ian Hodgson)

Liputan6.com, Jakarta - Duel panas antara Inter Milan dan Arsenal akan tersaji di Stadion San Siro, Rabu (21/1/2026) pukul 03.00 WIB, dalam lanjutan fase grup Liga Champions. Pertandingan Inter vs Arsenal menjadi sangat krusial, terutama bagi tim tamu yang hanya membutuhkan satu poin lagi untuk memastikan diri lolos ke babak 16 besar kompetisi paling bergengsi di Eropa ini.

Inter Milan, yang merupakan runner-up Liga Champions pada tahun 2023 dan 2025, memulai edisi saat ini dengan performa nyaris sempurna, memenangkan keempat pertandingan awal dan hanya kebobolan satu gol.

Namun, tim asuhan Cristian Chivu kini menghadapi tantangan setelah kehilangan aura tak terkalahkan mereka di Eropa, menyusul dua kekalahan beruntun dari Atletico Madrid dan Liverpool.

Kekalahan dari Liverpool di San Siro, berkat tendangan penalti Dominik Szoboszlai, tidak hanya mengakhiri rekor 18 pertandingan tak terkalahkan Inter di kandang dalam Liga Champions, tetapi juga membuat Nerazzurri berisiko mengalami tiga kekalahan beruntun di turnamen utama untuk pertama kalinya dalam sejarah klub.

Sementara itu, Arsenal datang dengan rekor sempurna di Liga Champions musim ini, memenangkan semua pertandingan mereka.


Performa Inter Milan: Antara Dominasi dan Tantangan

Pemain aktif Inter Milan dengan masa bakti terlama dipegang oleh Alessandro Bastoni. Bek tengah Timnas Italia berusia 24 tahun ini kini tengah menjalani musim ketujuh bersama Nerazzurri sejak didatangkan pada awal musim 2017/2018 dari Atalanta dengan nilai transfer 31,1 juta euro. Langsung dipinjamkan ke Atalanta dan Parma pada dua musim pertamanya, ia baru membela Inter Milan mulai 2019/2020. Hingga kini ia telah tampil dalam 173 laga bersama Inter Milan di semua kompetisi dengan torehan 3 gol dan 14 assist. (AFP/Miguel Medina)

Inter Milan menunjukkan dominasinya di awal Liga Champions musim ini dengan meraih empat kemenangan beruntun dan hanya kebobolan satu gol. Namun, performa impresif tersebut sedikit terganggu setelah mereka menelan dua kekalahan berturut-turut di kompetisi Eropa, yakni dari Atletico Madrid dan Liverpool.

Kekalahan dari Liverpool bahkan mengakhiri catatan tak terkalahkan Inter dalam 18 pertandingan kandang di Liga Champions.

Meski demikian, performa Inter di kompetisi domestik tetap solid. Sejak kekalahan dari Liverpool, Inter mencatatkan enam kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan dari delapan pertandingan terakhir mereka di semua kompetisi. Mereka juga berhasil meraih kemenangan tipis 1-0 atas Udinese di Serie A berkat gol Lautaro Martinez.

Tim asuhan Chivu telah memenangkan lima dari enam pertandingan terakhir mereka di Serie A, mengukuhkan posisi mereka di puncak klasemen di atas AC Milan dan Napoli. Konsistensi pertahanan menjadi salah satu kekuatan Inter, dengan empat clean sheet dalam enam pertandingan terakhir mereka.

Lanjut Baca:

Inter memiliki salah satu rekor pertahanan terbaik di Liga Champions, hanya kebobolan empat gol.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya