Liputan6.com, Jakarta - Harga saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) kembali koreksi pada perdagangan saham Senin, (19/1/2026). Harga saham BUMI merosot di tengah laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menghijau.
Mengutip data RTI, harga saham BUMI turun 3,9% menjadi Rp 394 per saham. Harga saham BUMI dibuka stagnan di posisi Rp 410 per saham. Saham BUMI berada di level tertinggi Rp 412 dan terendah Rp 390 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 150.188 kali dengan volume perdagangan 32.763.496 saham. Nilai transaksi Rp 1,3 triliun. Seiring koreksi itu, kapitalisasi pasar saham tercatat Rp 146,31 triliun.
Advertisement
Berdasarkan data google finance, harga saham BUMI terpangkas 15.81% selama lima hari terakhir. Sepanjang 2025, harga saham BUMI meroket 225,62%.
Sementara itu, pada sesi pertama, IHSG naik 0,27% ke posisi 9.099,69. Indeks saham LQ45 bertambah 0,10% ke posisi 890,29. Pada sesi pertama, IHSG berada di level tertinggi 9.109,03 dan level terendah 9.025,99. Sebanyak 350 saham menguat sehingga angkat IHSG. 337 saham melemah. 116 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 2.520.449 kali dengan volume perdagangan saham 37,4 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 16,8 triliun.
Sektor saham bervariasi. Sektor saham energi naik 0,20%, sektor saham consumer nonsiklikal bertambah 0,36%, sektor saham consumer siklikal menguat 1,12%, dan sektor saham keuangan bertambah 0,08%. Lalu sektor saham properti menanjak 0,32% dan sektor saham infrastruktur melambung 0,48%.
Sementara itu, sektor saham basic dan kesehatan masing-masing tirin 1,09%. Lalu sektor saham teknologi melemah 0,48% dan sektor saham transportasi susut 0,81%.
Chengdong Corporation Lepas 3,7 Miliar Saham BUMI
Sebelumnya, Chengdong Corporation kembali menjadi sorotan setelah melakukan penjualan besar-besaran atas saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI).
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) Rabu (14/1/2026), Chengdong tercatat melepas sekitar 3,71 miliar saham BUMI dengan 17 kali transaksi.
Penjualan ini dilakukan secara bertahap dalam periode akhir tahun, tepatnya mulai 23 Desember 2025 hingga 8 Januari 2026, seiring pergerakan harga saham yang fluktuatif. Harga jual saham dalam rangka divestasi tersebut berada di kisaran Rp 363 hingga Rp 461 per saham.
Rentang harga ini mencerminkan strategi pelepasan yang memanfaatkan momentum penguatan saham BUMI sepanjang periode transaksi berlangsung. Mengutip laman Mirae Asset Sekuritas, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) merupakan salah satu perusahaan pertambangan terbesar di Indonesia yang berada di bawah naungan Bakrie Grup. BUMI memiliki sejumlah anak usaha yang memegang peranan penting dalam produksi batu bara dan mineral.
Divestasi Saham
Beberapa anak usaha utama terkait batu bara meliputi PT Arutmin Indonesia, Kaltim Prima Coal (KPC), Pendopo Energi Batu bara, PT Darma Henwa Tbk (DEWA). Divestasi Berbuah Keuntungan Triliunan Rupiah Dari aksi korporasi tersebut, Chengdong mengantongi dana segar yang signifikan.
Berdasarkan perhitungan nilai transaksi, keuntungan yang diraih lembaga investasi asal China itu diperkirakan Rp 1,5 triliun. Nilai cuan tersebut mencerminkan keberhasilan Chengdong dalam mengoptimalkan portofolio investasinya di sektor pertambangan Indonesia, khususnya pada saham PT Bumi Resources Tbk yang sempat mencatat reli harga cukup tajam.
Manajemen Chengdong sendiri menegaskan bahwa transaksi penjualan saham ini murni dilakukan dalam rangka divestasi. Hal itu disampaikan secara resmi melalui keterbukaan informasi yang dirilis pada Selasa, 13 Januari 2026, tanpa disertai agenda aksi korporasi lanjutan lainnya.