Liputan6.com, Jakarta - Asisten pelatih Arema FC, Kuncoro, meninggal dunia pada Minggu (18/1/2026). Kabar pilu ini langsung diumumkan melalui akun Instagram resmi Singo Edan.
"Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa beliau, menerima seluruh amal ibadahnya, melapangkan kuburnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran, keikhlasan, dan kekuatan," tulis akun @aremafcofficial.
Advertisement
Dalam unggahan yang sama, Arema FC menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas dedikasi almarhum. "Terima kasih atas dedikasi, ilmu, dan pengabdian yang telah Abah berikan untuk Arema dan sepak bola Indonesia. Doa kami selalu menyertai," lanjut pernyataan klub.
Kepergian Abah Kuncoro menjadi pukulan berat bagi keluarga besar Arema FC. Pria yang karib disapa itu bukan hanya asisten pelatih, tapi juga legenda Singo Edan. Ia pernah membela Arema pada musim 1991-1996, termasuk menjadi bagian dari skuad yang meraih gelar juara Galatama tahun 1993.
Perayaan 1 Abad Stadion Gajayana
Insiden tragis saat Kuncoro mengikuti pertandingan persahabatan perayaan saat perayaan satu abad Stadion Gajayana. Duel berjalan lancar hingga tiba-tiba Kuncoro kolaps di tengah lapangan, memicu kepanikan di antara pemain dan ofisial.
Tim medis langsung beraksi memberikan pertolongan pertama di pinggir lapangan. Kuncoro kemudian dievakuasi dengan ambulans ke Rumah Sakit Saiful Anwar, Malang, untuk perawatan intensif. Sayangnya, kondisinya tak kunjung membaik hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia.