Michael Carrick Kembalikan Marwah Old Trafford Sebagai 'Tempat Ajaib' Usai Derbi Manchester

Michael Carrick ingin mengembalikan marwah Old Trafford sebagai tempat ajaib. Kemenangan MU atas Man City jadi awal momen indah dan kepercayaan diri baru.

oleh Asad ArifinDiterbitkan 18 Januari 2026, 01:20 WIB
Setelah pensiun pada 2018, Michael Carrick bergabung sebagai staf pelatih The Red Devils, ia sempat menjabat sebagai pelatih sementara ketika Solskjaer tak lagi melatih MU. Tampak dalam foto, Michael Carrick saat masih menjadi pelatih sementara Manchester United memberi isyarat di pinggir lapangan selama pertandingan sepak bola Liga Premier Inggris melawan Arsenal di Old Trafford, Manchester, Inggris barat laut, pada 2 Desember 2021. (Oli SCARFF/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Old Trafford kembali bergemuruh. Manchester United racikan manajer Michael Carrick menundukkan Manchester City dengan skor 2-0 pada laga derbi pekan ke-22 Premier League. Laga digelar Sabtu (17/1) malam WIB.

Kemenangan ini terasa lebih dari sekadar tiga poin. MU menunjukkan identitas dan keberanian di hadapan rival sekota. Atmosfer stadion memainkan peran penting.

Michael Carrick memahami betul makna Old Trafford. Ia ingin stadion ini kembali menjadi tempat yang memberi keunggulan psikologis. Sebuah arena yang membuat lawan tertekan.

Usai laga, Carrick menegaskan ambisinya. Ia ingin mengembalikan marwah Old Trafford sebagai “tempat ajaib”. Tempat kemenangan dan momen indah kembali tercipta.


Old Trafford, Emosi, dan Pesan Carrick kepada Pemain

Pelatih interim Manchester United, Michael Carrick, memberi ucapan selamat kepada gelandang asal Kamerun Bryan Mbeumo saat meninggalkan lapangan setelah ditarik keluar dalam pertandingan Liga Inggris antara Manchester United dan Manchester City di Old Trafford, Manchester, Sabtu (17/1/2026). (Darren Staples / AFP)

Michael Carrick memuji para pemainnya atas cara mereka merespons atmosfer derby. Menurutnya, Old Trafford kembali hidup. Dukungan suporter menjadi energi tambahan.

"Saya tidak ingin terlalu terbawa suasana dengan semua hal tentang DNA. Kami ingin bermain bagus dan memasukkan hal-hal ke dalam pertandingan yang menurut kami akan membantu," kata Carrick kepada Sky Sports.

Carrick menilai pendekatan taktis berjalan sesuai rencana. Namun, yang paling ia tekankan adalah sisi emosional. Para pemain mampu mengelola tekanan dengan baik.

"Saya tidak bisa meminta lebih dari itu. Para pemain menghadapi semuanya secara taktis dan mengatasinya secara emosional. Saya mengatakan kemarin bahwa [Old Trafford] adalah tempat yang ajaib dan memang benar hari ini," sambungnya.


Awal Baru Carrick dan Harapan untuk Old Trafford

Gelandang Manchester United (MU), Bryan Mbeumo (nomor19), merayakan gol pembuka bersama rekan-rekannya dalam laga Liga Inggris kontra Manchester City di Old Trafford, Manchester, Sabtu (17/1/2026). (Darren Staples / AFP)

Kemenangan atas City langsung memberi dampak pada era kedua Carrick sebagai pelatih sementara. Ia menggantikan Darren Fletcher, yang sebelumnya menutup sementara kekosongan pasca pemecatan Ruben Amorim.

Carrick kini mencatatkan rekor tak terkalahkan bersama MU. Ia sudah memimpin empat laga dengan catatan tiga kemenangan dan satu hasil imbang. Sebuah sinyal positif.

"Ini adalah hasil yang paling mendekati harapan kami menjelang pertandingan. Perubahan tidak mudah. Kemudian mampu tampil baik setelahnya," tambah Carrick.

Carrick juga menyoroti hubungan emosional tim dengan suporter. Carrick merasakan keinginan besar para pemain untuk memberi kebahagiaan. Tekanan itu ada, tetapi dikelola dengan tepat.

"Mereka berhasil mengelola sisi emosional pertandingan dengan sangat baik. Itu membuat saya bangga, melihat tim saya memiliki perasaan itu," ucap Carrick.

Sumber: FotMob

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya