Manchester United Diyakini tak Tutup Pintu Jadikan Michael Carrick Sebagai Manajer Permanen

Sol Campbell menilai Michael Carrick punya peluang menjadi manajer permanen Manchester United usai Ruben Amorim dipecat.

oleh Dimas Ardi PrasetyaDiterbitkan 16 Januari 2026, 19:16 WIB
Setelah pensiun pada 2018, Michael Carrick bergabung sebagai staf pelatih The Red Devils, ia sempat menjabat sebagai pelatih sementara ketika Solskjaer tak lagi melatih MU. Tampak dalam foto, Michael Carrick saat masih menjadi pelatih sementara Manchester United memberi isyarat di pinggir lapangan selama pertandingan sepak bola Liga Premier Inggris melawan Arsenal di Old Trafford, Manchester, Inggris barat laut, pada 2 Desember 2021. (Oli SCARFF/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Manchester United kembali berada di titik persimpangan setelah memutus kerja sama dengan Ruben Amorim. Keputusan itu membuat Old Trafford kembali ramai oleh spekulasi soal siapa sosok yang layak memimpin Setan Merah ke depan.

Di tengah ketidakpastian tersebut, Michael Carrick ditunjuk untuk mengambil alih tim hingga akhir musim. Penunjukan ini memicu pertanyaan besar, apakah perannya hanya sementara atau bisa berkembang lebih jauh.

Sejarah Manchester United menunjukkan bahwa status interim bukan selalu akhir dari cerita. Ole Gunnar Solskjaer pernah membuktikan hal itu, dan kini skenario serupa mulai dibicarakan.

Pandangan menarik datang dari mantan bek Arsenal, Sol Campbell. Ia menilai situasi Carrick membuka peluang yang lebih besar daripada sekadar solusi darurat.


Campbell Melihat Peluang Nyata untuk Carrick di MU

Setelah resmi memecat Solskjaer, Setan Merah langsung menunjuk mantan gelandang MU sekaligus asisten pelatih Solskjaer, Michael Carrick, sebagai pelatih sementara. (AFP/Peter Powell)

Sol Campbell menilai Manchester United membutuhkan stabilitas untuk keluar dari situasi berulang yang mereka alami. Menurutnya, Carrick berada di posisi yang tepat untuk menawarkan ketenangan tersebut di ruang ganti.

Campbell menyebut keputusan memberi Carrick kendali hingga akhir musim sebagai langkah logis. Ia melihat perubahan ini sebagai upaya United mencari sosok yang mampu menjembatani kebutuhan klub dengan ekspektasi publik.

Lebih jauh, Campbell menarik paralel dengan kisah Ole Gunnar Solskjaer. Ia menilai Carrick memiliki peluang yang sama untuk mengubah status interim menjadi permanen jika mampu menghadirkan hasil konsisten.

"Mereka menginginkan perubahan, langkah yang baik untuk memiliki sesuatu yang berbeda," kata Campbell, via Goal. "Mereka tahu apa yang mereka dapatkan dengan Solskjaer. Mereka akan memberi [Carrick] cukup kelonggaran untuk melihat apa yang bisa dia lakukan."

"Jika ia melakukannya dengan sangat baik, ia akan melakukan seperti Solskjaer dan melakukannya untuk tahun berikutnya. Semuanya tergantung pada hasil," serunya.


Campbell Tak Terkejut Amorim Didepak MU

Mereka pun mampu unggul lebih dulu berkat gol Marcus Rashford pada menit ke-2. Sayangnya, gawang Manchester United yang dikawal Andre Onana kebobolan pada menit ke-43. Umpan dari Wes Burns mampu dituntaskan Omari Hutchinson menjadi gol dengan tendangan kaki kiri. (AP Photo/Dave Shopland)

Bagi Campbell, pemecatan Ruben Amorim bukanlah kejutan besar. Ia menilai posisi pelatih asal Portugal itu sudah rapuh jauh sebelum keputusan resmi diambil manajemen.

Menurutnya, Manchester United terjebak dalam pola yang sama sejak era Sir Alex Ferguson berakhir. Klub terus berganti pelatih tanpa benar-benar memutus rantai masalah yang ada.

Campbell menggambarkan situasi ini sebagai lingkaran yang melelahkan. Setiap kegagalan seolah hanya menjadi pembuka bagi pergantian berikutnya, tanpa solusi jangka panjang.

"Pada akhirnya, posisi Amorim tidak dapat dipertahankan, hanya masalah waktu," kata Campbell. "Mengapa orang-orang selalu terkejut dengan betapa besarnya Manchester United?"

(Goal)


Klasemen Liga Inggris

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya