Lenovo Tech Day 2026 Ungkap Pergeseran Besar Strategi AI Perusahaan

Lenovo Tech Day 2026 mengungkap pergeseran besar strategi AI perusahaan. Lewat CIO Playbook 2026, Lenovo menegaskan AI kini difokuskan untuk mendorong pendapatan, profit, dan transformasi bisnis nyata.

oleh Nariza Riskantia HayaDiterbitkan 13 Januari 2026, 21:47 WIB
Lenovo TechDay2026, Jakarta (13/1/2026). (Liputan6.com/Nariza Riskantia Haya).

Liputan6.com, Jakarta - Lenovo resmi Lenovo Tech Day 2026 dengan tema “The Race for Enterprise AI”. Forum ini menjadi panggung perusahaan asal China tersebut untuk memaparkan arah perkembangan adopsi kecerdasan buatan (AI) di sektor perusahaan.

Dalam acara yang digelar di Jakarta, Selasa (13/1/2026), Lenovo juga memperkenalkan CIO Playbook 2026. Laporan tahunan ini merupakan hasil kolaborasi Lenovo dan IDC yang memasuki tahun keempat.

CIO Playbook 2026 disusun dari riset terhadap lebih dari 920 CIO dan direktur TI di 10 pasar Asia Pasifik, termasuk kawasan ASEAN. Melalui riset ini, Lenovo memetakan kesiapan, kapabilitas, dan prioritas perubahan dalam mengadipsi AI di lingkungan bisnis.

Vice President Commercial Portfolio & Product Management Lenovo, Thomas Butler, menegaskan adanya pergeseran besar dalam cara perusahaan memandang AI.

“Tahun lalu kita banyak membahas ekonomi AI. Diskusinya masih berada di tahap uji coba dan pilot. Namun kini, prioritas bisnis telah bergeser ke bagaimana AI mampu mendorong peningkatan pendapatan dan profitabilitas,” ujar Thomas.

Data CIO Playbook 2026 menunjukkan faktor peningkatan pendapatan melonjak tujuh peringkat dan kini menempati posisi teratas dalam prioritas bisnis. Ini menandai berakhirnya fase eksperimen AI. Perusahaan mulai menuntut dampak bisnis terukur.

Prioritas kedua adalah reinvensi bisnis berbasis AI. Transformasi ini menuntut perubahan budaya organisasi serta peningkatan pelatihan karyawan. Model AI kini dibawa langsung ke lingkungan kerja, sehingga karyawan dituntut mampu memahami dan mengintegrasikan proses berbasis AI ke dalam aktivitas sehari-hari.

Sementara itu, prioritas ketiga adalah peningkatan pengalaman dan kepuasan. Pada 2026 fokus AI didominasi oleh pendekatan berbasis hasil (outcome-based), yang mengisi tiga posisi teratas dalam strategi perusahaan.

Lenovo juga mengungkap bahwa 96% perusahaan berencana meningkatkan investasi AI pada 2026. Investasi tersebut mencakup pengembangan AI generatif, agen AI, komputasi cloud publik, layanan AI, infrastruktur AI on-premise, serta aspek keamanan, kepercayaan, dan transparansi AI.

“Kini, perusahaan tidak hanya melihat pengembalian investasi secara langsung dari AI, tetapi juga peningkatan layanan pelanggan, keterlibatan karyawan yang lebih tinggi, serta pengambilan keputusan yang semakin baik,” terang Thomas.

Lonjakan Implementasi AI

Data Lenovo menunjukkan lonjakan signifikan dalam tahap adopsi AI. Dari 2025 ke 2026, tahap implementasi dan uji coba AI meningkat menjadi 66 persen.

Adopsi AI tidak lagi terbatas pada fungsi IT seperti analitik data, keamanan siber dan pengembangan perangkat lunak, tetapi juga mengarah ke fungsi non-IT.

“Di internal Lenovo sendiri, kami telah memanfaatkan AI dalam rantai pasok dan perencanaan logistik,” ujar Thomas.

Dalam skala yang lebih luas, Lenovo mengidentifikasi sejumlah faktor kunci keberhasilan penerapan AI. Beberapa diantaranya yaitu:

  1. Peningkatan kapabilitas dan keterampilan SDM, termasuk pergeseran dari pendekatan machine learning ke prompt engineering.
  2. Kesiapan infrastruktur, komputasi edge, dan perangkat yang mampu menangani beban kerja AI.
  3. Kolaborasi efektif antara manusia dan AI, yang menuntut pelatihan berkelanjutan agar karyawan mampu menafsirkan hasil AI secara tepat.
  4. Aspek keamanan dan privasi data menjadi faktor paling krusial dalam penerapan AI di lingkungan perusahaan.

“Jika melihat keseluruhan faktor tersebut, inilah alasan mengapa terjadi pergeseran menuju penerapan AI berbasis hibrida. Saat ini, hampir 90 persen organisasi menyatakan lebih memilih atau tengah beralih ke model penerapan AI hibrida,” ungkap Thomas.

Penerapan AI Hybrid

Penerapan AI Hybrid turut dipengaruhi oleh tingginya biaya pengelolaan data di cloud, serta kekhawatiran terkait keamanan dan privasi data.

Kondisi ini secara langsung membatasi perusahaan untuk mengimplementasikan AI di lingkungan cloud. Maka, data diproses di perangkat lokal dan edge akan dikombinasikan dengan kemampuan cloud. Sehingga pendekatan hybrid menjadi standar baru dalam penerapan AI di lingkungan perusahaan.

Sejalan dengan hal ini, prioritas investasi TI pun bergeser ke arah penerapan perangkay AI guna meningkatkan produktivitas dan mendukung proses inferensi AI secara lokal. Perangkat-perangkat yang kini dibawa Lenovo ke pasar telah memiliki kapabilitas AI. Artinya, perangkat tersebut memiliki kemampuan dan kinerja yang diperlukan untuk menjalankan model AI secara lokal di sisi edge .

 

Infografis 4 Rekomendasi Chatbot AI Terbaik. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)

Infografis 4 Rekomendasi Chatbot AI Terbaik. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya