Liputan6.com, Jakarta - Arsenal akan memasuki era baru di level akademi. Per Mertesacker dipastikan meninggalkan jabatannya sebagai kepala akademi The Gunners pada akhir musim ini, mengakhiri perjalanan panjangnya bersama klub London Utara tersebut.
Mertesacker mulai memimpin akademi Arsenal sejak 2018, tepat setelah memutuskan pensiun sebagai pemain. Dalam kurun waktu lebih dari enam tahun, mantan bek tim nasional Jerman itu menjadi sosok penting di balik munculnya sejumlah talenta muda yang kini menghiasi skuad utama Arsenal.
Advertisement
Nama-nama seperti Bukayo Saka, Ethan Nwaneri, Max Dowman, hingga Myles Lewis-Skelly menjalani debut mereka di bawah kepemimpinan Mertesacker di akademi. Kontribusinya dalam membangun jalur pembinaan pemain muda membuat perannya cukup krusial dalam fondasi jangka panjang klub.
Meski demikian, Mertesacker akan hengkang pada musim panas nanti dengan hubungan yang tetap harmonis. Pria berusia 41 tahun itu juga memberi sinyal ingin melangkah ke peran yang lebih senior dalam kariernya di dunia sepak bola.
Sebelumnya, Mertesacker sempat disebut-sebut sebagai kandidat pengganti Edu Gaspar yang mundur dari jabatan direktur olahraga Arsenal pada November 2024. Namun, manajemen klub akhirnya menunjuk Andrea Berta untuk posisi tersebut pada Maret tahun lalu.
Pernyataan Mertesacker
Dalam pernyataan resminya, Mertesacker mengakui keputusannya bukan hal mudah. “Arsenal adalah dan akan selalu menjadi klub yang sangat spesial bagi saya, jadi ini keputusan yang sulit,” ujarnya. “Saya sangat berterima kasih atas kepercayaan klub ketika saya langsung beralih dari pemain tim utama ke peran sebagai kepala akademi.”
Ia menambahkan bahwa saat ini adalah waktu yang tepat untuk mencari tantangan baru. “Sekarang saatnya bagi saya untuk melangkah dan mengeksplorasi sesuatu yang baru serta mendorong diri saya lebih jauh lagi,” kata Mertesacker. “Saya tetap fokus menyelesaikan musim ini dengan kuat, terus membina dan mengembangkan talenta muda, serta mendukung transisi yang mulus hingga hari terakhir saya di klub.”
Di balik keberhasilan melahirkan pemain muda berbakat, perjalanan Arsenal di level usia muda juga tidak sepenuhnya mulus. Musim ini, mereka hanya finis di posisi ke-33 UEFA Youth League setelah meraih satu kemenangan dari enam pertandingan.