Liputan6.com, Jakarta - HP Galaxy S26 series dipastikan meluncur di pasar Indonesia, meskipun smartphone flagship milik Samsung tersebut belum diumumkan secara resmi. Hal ini diketahui lewat situs Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) milik Kementerian Perindustrian (Kemenperin).
Pantauan tim Tekno Liputan6.com di situs TKDN, Senin (12/1/2026), dua ponsel Samsung dengan nomor model SM-S942B dan SM-S947B sudah nongol di situs milik Kemenperin tersebut.
Advertisement
Setelah ditelusuri, nomor model SM-S942B diyakini adalah HP Galaxy S26 varian standar. Sedangkan untuk SM-S947B adalah Galaxy S26 Plus. Kedua ponsel sudah memenuhi syarat nilai TKDN hingga 37.50 persen.
Meski sudah lolos TKDN, masih ada satu model HP Galaxy yang belum muncul di situs tersebut, yakni varian Galaxy S26 Ultra. Besar kemungkinan, ponsel tersebut juga akan muncul di laman web dalam waktu dekat ini.
Meski sudah lolos TKDN, ketiga HP baru Samsung tersebut masih belum mengantongi sertifikasi postel dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Hingga berita ini ditulis, pihak Samsung Indonesia masih belum memberikan konfirmasi resmi terkait jadwal rilis HP Android tersebut di Indonesia.
Di sisi lain, sejumlah bocoran di internet menyebutkan raksasa teknologi asal Korea Selatan tersebut berencana mengumumkan Galaxy S26 series pada 25 Februari 2026. Berkaca dari peluncuran Galaxy generasi sebelumnya, besar kemungkinan Samsung akan merilis ponsel barunya itu di akhir Maret atau awal April 2026 mendatang.
Bocoran Spesifikasi Galaxy S26 dan S26 Plus
Lebih lanjut, Samsung kabarnya bakal memiliki dimensi 149,3 x 71,4 x 6,96 mm. Artinya, ponsel ini sedikit lebih tinggi dan lebar dibanding pendahulunya, namun bodinya justru lebih tipis.
Bagian tonjolan kamera di belakang memiliki ketebalan hingga 10,23 mm, menegaskan keberadaan modul barunya.
Sementara itu, layar ponsel ini juga dikabarkan mengalami peningkatan ukuran menjadi 6,3 inci, memberi pengalaman visual yang lebih luas bagi pengguna.
Dari sisi performa, perangkat ini akan dibekali chipset Exynos 2600, RAM 16GB, dan sudah menggunakan baterai 4.300mAh.
Lalu untuk varian Galaxy S26 Plus, ponsel ini juga memakai chipset Exynos 2600, layar berukuran 6,7 inci, dan baterai berkapasitas 4.900mAh.
Samsung Galaxy S26 Ultra bakal Ditopang Fast Charging 60W?
Banyak bocoran dan rumor terbaru terkait Samsung Galaxy S26 Ultra, seperti tanggal peluncuran, spesifikasi kamera, hingga yang terkini yaitu soal peningkatan kecepatan pengisian daya. Jika informasi ini akurat, pengguna tidak perlu menunggu lama untuk mengisi ulang baterai ponsel flagship tersebut.
Mengutip Android Authority, Sabtu (10/1/2026), Galaxy S25 Ultra hanya mendukung pengisian daya kabel hingga 45W. Namun, beredar rumor bahwa Galaxy S26 Ultra akan mendukung pengisian daya 60W.
Dugaan tersebut semakin menguat setelah adaptor daya 60W sempat muncul di situs resmi Samsung, meski tanpa penjelasan remi.
Meski begitu, belum jelas seberapa besar peningkatan kecepatan pengisian yang benar-benar akan dirasakan pengguna. Untuk memberikan gambaran lebih konkret, pembocor ternama Ice Universe membagikan informasi terbaru terkait hasil pengujian internal perangkat tersebut.
Menurut Ice Universe, hasil uji “resmi” menunjukkan bahwa Galaxy S26 Ultra dapat mengisi daya dari 0 hingga 75 persen hanya dalam 30 menit. Namun, informan itu menegaskan bahwa pengujian dilakukan dalam kondisi terkontrol oleh Samsung, bukan dalam penggunaan sehari-hari.
Sejumlah faktor yang dapat memengaruhi kecepatan pengisian daya adalah suhu perangkat, voltase, hingga kondisi lingkungan.
Meski demikian, bocoran ini tetap memberikan sinyal positif bahwa Samsung telah menyiapkan peningkatan penting pada sektor baterai Galaxy S26 Ultra.
Fitur Privacy Display di Samsung Galaxy S26 Ultra
Sebelumnya, Samsung menjadi sorotan lewat bocoran fitur baru untuk lini smartphone flagship teranyarnya. Bernama Privacy Display, fitur ini kabarnya sedang dipersiapkan untuk Galaxy S26 Ultra.
Fitur Pirvacy Display dirancang untuk meningkatkan privasi pengguna. Cara kerjanya sederhana, di mana layar HP baru Samsung tersebut akan meredup ketika dilihat dari sudut tertentu, sehingga isi layar sulit dibaca oleh orang sekitar.
Jejak fitur ini sebetulnya sudah muncul sejak September 2025. Saat itu, kode Privacy Display terdeteksi dalam build awal One UI 8.5. Setelah sebulan berlalu, tampilan antarmukanya juga sempat bocor dan memicu spekulasi soal fungsi utamanya.
Mengutip SammyGuru via Android Authority, Selasa (6/1/2026), fitur Privacy Display ditemukan tersembunyi di aplikasi Tips versi terbaru Samsung.
Di halaman Tips, Samsung menampilkan animasi dan penjelasan singkat tentang Privacy Display. Seperti bocoran sebelumnya, layar akan tampak lebih gelap saat dilihat dari samping.
Efek ini bertujuan untuk mencegah orang lain mengintip pesan, email, atau data sensitif pengguna.
Fitur Privacy Display Bisa Diatur Pengguna
Privacy Display dapat diaktifkan atau dimatikan secara manual, serta diatur agar menyala otomatis dalam kondisi tertentu, misalnya ketika berada di area ramai.
Fitur ini kemungkinan akan berada di menu Display pada aplikasi Settings . Selain itu, Samsung juga tampaknya menyiapkan tombol-tombol pintas ( toggle ) di Quick Settings agar fitur ini dapat diakses dengan cepat.
Tak hanya satu, halaman Tips tersebut juga menampilkan animasi kedua yang menampilkan efek Privacy Display dari berbagai sudut pandang. Baik dilihat dari atas, bawah, maupun samping, layar akan tampak lebih gelap dan sulit dibaca.
Dengan munculnya bocoran ini, semakin kuat dugaan bahwa Privacy Display akan menjadi salah satu fitur unggulan yang dibawa Samsung Galaxy S26 Ultra saat resmi diperkenalkan ke publik.