Man Utd vs Brighton: Tersingkir dari Piala FA, Pemain Ini Dituding Jadi Masalah Terbesar di Klub

Setelah bergabung ke Man Utd dari Porto, beberapa pihak percaya bahwa masa depan pemain ini dalam jangka panjang perlu dipertanyakan lagi.

oleh Achmad Yani YustiawanDiterbitkan 12 Januari 2026, 19:00 WIB
Shea Lacey dari Man Utd bereaksi selama pertandingan putaran ketiga Piala FA antara Manchester United dan Brighton di Manchester, Inggris, Minggu, 11 Januari 2026. (AP Photo/Jon Super)

Liputan6.com, Jakarta - Man Utd tersingkir dari Piala FA usai dikalahkan Brighton and Hove Albion di laga putaran ketiga. Bermain di kandang di Old Trafford, Setan Merah dikalahkan tim tamu dengan skor tipis 1-2, Minggu (11/1/2026).

Pada pertandingan itu, Manchester United yang untuk sementara ditangani Darren Fletcher kebobolan lewat gol Brajan Gruda dan Danny Welbeck. Benjamin Sesko memperkecil kedudukan untuk United pada menit ke-85, tetapi tuan rumah tidak dapat menemukan gol penyelamat.

Lebih buruk lagi, gelandang serang berusia 18 tahun, Shea Lacey, mendapat kartu kuning kedua pada menit ke-89 setelah reaksi marahnya karena melakukan pelanggaran di dekat garis pinggir lapangan.

MU bisa saja unggul lebih awal di Old Trafford, tetapi bek kanan Diogo Dalot melewatkan peluang emas untuk membawa timnya unggul. Kemudian, pemain internasional Portugal itu berhadapan satu lawan satu dengan Ferdi Kadioglu dalam proses terciptanya gol pertama Brighton.

Tapi, Dalot tidak melakukan tekel maupun memotong umpan Kadioglu, dan kemudian berada di luar posisinya saat Danny Welbeck mengirimkan umpan silang yang akhirnya berujung pada gol pembuka.


Masa Depannya Perlu Dipertanyakan

Pemain Manchester United, Diogo Dalot, Matheus Cunha, dan Benjamin Sesko, berdiri di lapangan dengan ekspresi kecewa usai laga Premier League/Liga Inggris antara Man Utd vs Wolves di Manchester, Inggris, Selasa, 30 Desember 2025. (AP Photo/Dave Thompson)

Kemampuan Dalot, khususnya di lini pertahanan, sebenarnya telah dipertanyakan selama bertahun-tahun oleh pendukung MU.

Ia tiba di klub saat berusia 19 tahun ketika Jose Mourinho masih memimpin pada tahun 2018, dan tetap menjadi starter reguler di bawah lima manajer tetap atau sementara.

Dalot telah mencatatkan lebih dari 200 penampilan untuk United sejak bergabung dari FC Porto - tetapi beberapa penggemar percaya bahwa masa depannya dalam jangka panjang perlu dipertanyakan.


Permainan Terhambat Keputusan Buruk

Ekspresi Diogo Dalot di laga Manchester United vs West Ham Jumat (5/12/2025) (AP Photo/Ian Hodgson)

"Jelas ada masalah dengan pertahanan kita, kita terus kebobolan gol dengan cara yang sama," tulis salah satu penggemar. "Dalot selalu berada di luar posisinya sehingga menyulitkan kedua bek tengah kita."

Yang kedua berkata: "Dalot dikenal sebagai seorang profesional sejati, tetapi permainannya sangat terhambat oleh pengambilan keputusannya yang buruk."


Situasi Genting di Tubuh MU

Diogo Dalot (kiri) berebut bola dengan Boubacar Kamara saat MU bertandang ke markas Aston Villa dalam lanjutan Liga Inggris 2025/2026 di Villa Park, Senin (22/12/2025) dini hari WIB. (Nick Potts/PA via AP)

Sebelumnya, Dalot muncul sebagai sosok yang paling vokal dalam menanggapi situasi genting di tubuh Manchester United. Bek asal Portugal itu mendesak rekan-rekannya untuk turun ke lapangan dengan emosi yang lebih besar, terutama menghadapi Wolves yang belum pernah menang musim ini.

Menurut Dalot, United tak lagi bisa sekadar mengandalkan kualitas ataupun pendekatan taktis semata. Ia menilai perubahan hanya akan muncul jika seluruh pemain memiliki dorongan emosional yang kuat dan mampu mengubah frustrasi menjadi energi positif.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya