Liputan6.com, Jakarta - Fenomena sinkhole atau lubang amblesan belakangan membuat warga Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat heboh.
Lubang terbentuk di tengah sawah kawasan pertanian Pombatan pada Minggu, 4 Januari 2026, sekitar pukul 11.00 WIB. Berdasarkan laporan awal, lubang ini memiliki diameter sekitar 20 meter dengan kedalaman ±15 meter, tapi memiliki potensi meluas.
Advertisement
Uniknya, sinkhole ini berisi air jernih sehingga terlihat seperti danau berwarna kebiruan. Hal ini sontak membuat warga berdatangan, seolah menjadi tempat wisata dadakan. Tak sedikit pula orang datang membawa botol kosong untuk mengambil air dari sana.
Menanggapi fenomena ini, dokter yang juga epidemiolog sekaligus ahli kesehatan lingkungan Dicky Budiman, PhD., mengatakan, air yang berasal dari sinkhole bisa berisiko bagi kesehatan jika tidak dipastikan kebersihan dan kualitasnya.
“Air yang berada di dalam tanah dan melalui proses alami seperti ini sangat rentan terhadap kontaminasi oleh bakteri patogen, virus, dan protozoa. Bakteri seperti E. coli, Salmonella, dan Vibrio cholerae dapat ditemukan di air yang tidak melalui proses penyaringan atau desinfeksi yang tepat,” kata Dicky kepada Health Liputan6.com melalui keterangan tertulis, dikutip pada Senin (12/1/2026).
“Penyakit yang ditularkan melalui air bisa menyebabkan diare, muntah, dehidrasi, dan penyakit saluran pencernaan lainnya,” tambahnya.
Dapat Mengandung Zat Kimia Berbahaya
Selain mikroorganisme, air dari sinkhole juga dapat mengandung zat kimia berbahaya yang berasal dari tanah atau bahan-bahan organik yang membusuk di bawah permukaan.
“Zat seperti logam berat (misalnya timbal, merkuri, atau arsenik) atau nitrate dapat terlarut dalam air dan berpotensi membahayakan kesehatan jika dikonsumsi dalam jangka panjang,” jelasnya.
Sumber air di daerah sinkhole bisa sangat bervariasi tergantung pada kondisi geologi daerah tersebut. Ada kemungkinan bahwa air yang terakumulasi bisa mengandung bahan kimia atau material yang bisa mengubah kualitas air secara drastis dan berisiko bagi kesehatan.
Perlu Pengujian Kualitas Air Rutin
Untuk memastikan bahwa air dari sinkhole aman atau tidak, pengujian kualitas air secara rutin adalah hal yang sangat penting. Beberapa parameter yang perlu diuji meliputi:
- Total Bakteri Koliform dan E. coli untuk memastikan tidak ada kontaminasi mikroba.
- TDS (Total Dissolved Solids) untuk menilai konsentrasi mineral dalam air.
- pH air, yang dapat mengindikasikan apakah air terlalu asam atau basa, yang bisa memengaruhi kesehatan.
- Kandungan logam berat dan bahan kimia berbahaya lainnya yang bisa mencemari air.
Mengandung Bakteri Cukup Tinggi
Sebelumnya, Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, sudah mendatangi langsung lokasi sinkhole. Ia mewanti-wanti masyarakat untuk tidak langsung meminum air dari sana.
“Jadi menurut hasil kajian Badan Geologi dan Dinas Kesehatan, air ini mengandung bakteri yang cukup tinggi jadi kalau bisa tolong jangan diminum airnya secara langsung. Kecuali melalui proses dimasak. Karena dari sisi pH-nya 6,5 masih dalam batas standar, TDS-nya oke, Fe-nya (zat besi) oke tapi bakterinya tinggi,” kata Vasko di lokasi sinkhole seperti mengutip Tiktok pribadinya @vasco_ruseimy.
Vasco menambahkan, munculnya air ini tidak ada hubungannya dengan hal-hal mistis.
“Kondisi air ini juga tidak ada hubungannya dengan hal-hal yang mistis, ini proses alam yang biasa terjadi. Jadi enggak ada hubungannya air ini nyambung ke zam zam, enggak ada ya. Air ini juga enggak ada hubungannya dengan bisa nyembuhin kesehatan, enggak ada,” ujarnya.