Wells Fargo Akumulasi Bitcoin, Begini Respons Pendiri Binance Changpeng Zhao

Pendiri Binance, Changpeng Zhao menanggapi aksi bank-bank besar AS saat ketidakpastian pasar meningkat di kripto.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 12 Januari 2026, 11:00 WIB
Founder & CEO Binance, Changpeng Zhao. Dok: Binance

Liputan6.com, Jakarta - Wells Fargo mulai mengumpulkan bitcoin (BTC) dalam jumlah besar. Perkembangan ini telah memicu reaksi dari komunitas cryptocurrency termasuk dari pendiri Binance, Changpeng Zhao.

Mengutip Yahoo Finance, Senin (12/1/2026), keputusan Wells Fargo untuk membeli bitcoin dalam jumlah besar terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian di pasar cryptocurreny. Menanggapi langkah ini, Changpeng Zhao, pendiri Binance menyerukan kepada trader untuk tetap kuat. “Saat Anda panik menjual, bank-bank AS justru menambah bitcoin,” tulis dia.

Zhao menunjukkan sementara banyak yang panik menjual, bank-bank AS seperti Wells Fargo justru menambah bitcoin. Akuisisi bitcoin yang signifikan oleh bank-bank tradisional jarang terjadi secara kebetulan, menunjukkan strategi jangka panjang dan antisipasi pertumbuhan bitcoin pada masa depan.

Terlepas dari volatilitas harga Bitcoin saat ini, pembelian skala besar oleh Wells Fargo menunjukkan lonjakan kepercayaan investor, bahkan di tengah meningkatnya ketakutan dan ketidakpastian yang melanda pasar.

Meskipun para pedagang semakin banyak melepaskan kepemilikan Bitcoin mereka karena ketidakpastian pasar, data on-chain menunjukkan 655.498 BTC saat ini dipegang di Binance karena para pelaku pasar mengembalikan lebih banyak token ke bursa tersebut.

Langkah Wells Fargo untuk mengakumulasi Bitcoin dalam jumlah besar merupakan perkembangan signifikan di pasar mata uang kripto. Ini menunjukkan pergeseran sikap oleh lembaga keuangan tradisional terhadap mata uang digital, yang menunjukkan bahwa mereka melihat potensi pertumbuhan di masa depan pada Bitcoin.

Seruan untuk ketahanan oleh pendiri Binance menggarisbawahi pentingnya mempertahankan perspektif jangka panjang dalam menghadapi volatilitas pasar.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Changpeng Zhao Janji Investasi Lagi Jika Denda Binance Dikembalikan AS

CEO Binance, Changpeng Zhao. Dok: Binance

Sebelumnya, pendiri Binance, Changpeng Zhao (CZ), kembali angkat suara soal spekulasi terkait denda jumbo USD 4,3 miliar yang dijatuhkan Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DoJ) pada 2023. Dalam sebuah pernyataan terbaru, CZ menegaskan bahwa dirinya belum pernah mengajukan permintaan pengembalian dana tersebut.

Dikutip dari coinmarketcap, Senin (17/11/2025). namun ia memberi kejutan ketika menyampaikan bahwa jika suatu hari ada bagian dari denda itu yang dikembalikan, ia berniat menginvestasikannya kembali di Amerika Serikat sebagai bentuk apresiasi.

Pernyataan itu langsung menarik perhatian komunitas kripto global, terutama karena nada diplomatisnya dan potensi dampak yang ditimbulkan.

Langkah tersebut dinilai sebagian pihak sebagai upaya CZ untuk memperbaiki hubungan dengan regulator AS sekaligus menunjukkan komitmen kerja sama.

Sikap ini juga menjadi sinyal bahwa Binance masih ingin mempertahankan perannya di pasar Amerika yang memiliki pengaruh besar terhadap industri kripto global.

 

Latar Belakang Denda Rp 70 Triliun Lebih pada Binance

Ilustrasi binance (Foto: Kanchanara/Unsplash)

Denda USD 4,3 miliar yang dibahas CZ berasal dari penyelidikan besar yang dilakukan DoJ AS. Investigasi itu berujung pada penyelesaian hukum besar pada 2023, di mana Binance dan CZ sepakat membayar denda terkait dugaan pelanggaran aturan, termasuk kegagalan menerapkan kontrol anti pencucian uang (AML) dan beroperasi tanpa registrasi yang sesuai.

Penegakan hukum ini menjadi salah satu tindakan terbesar dalam sejarah industri kripto. Selain membayar denda, CZ juga harus melepaskan jabatan CEO Binance sebagai bagian dari kesepakatan tersebut.

Pernyataan terbaru mengenai kemungkinan reinvestasi ini juga disorot akun pemantau industri kripto, Wu Blockchain, yang menyampaikan bahwa CZ akan menanamkan kembali dana tersebut ke AS jika suatu hari mendapat pengembalian, meski ia belum mengajukan permohonan apa pun.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya