Liputan6.com, Jakarta - Aktris dan penyanyi Aurelie Moeremans (32) membuka kisah pahit masa lalu yang ia alami saat remaja. Lewat buku Broken Strings, Aurelie mengungkapkan saat berusia belasan tahun pernah menjadi korban grooming.
"Buku ini adalah kisah nyata tentang aku. Tentang bagaimana aku digrooming waktu umur 15 tahun oleh seseorang yang usianya hampir dua kali umur aku," kata Aurelie pada 3 Januari 2026 lalu dalam unggahan di Instagram.
Advertisement
Buku Broken Strings ini bisa didapatkan secara gratis dalam tautan yang ia sertakan di akun medsosnya.
Aurelie Moeremans menyebut tak sedikit dari pembaca yang mengontaknya untuk memberikan reaksi mereka usai membaca Broken Strings. "Makasih banget buat semua yang udah reach out setelah baca bukuku #BrokenStrings. Aurélie kecil di dalam aku seneng banget punya kalian," kata dia seperti mengutip Showbiz Liputan6.com.
Apa Itu Grooming?
Menurut National Society for the Prevention of Cruelty to Children (NSPCC), grooming adalah bentuk pelecehan yang melibatkan manipulasi seseorang hingga seseorang terisolasi, bergantung, dan lebih rentan terhadap eksploitasi.
Dalam membangun hubungan dengan seorang anak, kadang pelaku melibatkan keluarga besar untuk mendapatkan kepercayaan dan kekuasaan atas orang tersebut sebagai persiapan melakukan pelecehan termasuk pelecehan seksual.
Grooming bisa terjadi secara online, dalam sebuah komunitas bahkan dalam ruang publik.
Kenapa Tak Lapor Kalau di Grooming?
Saat seorang anak sedang menjadi korban grooming, jarang sekali yang mengungkapkan kepada orang dewasa lain tentang pelecehan yang dialami. Anak-anak mungkin merasa tidak mampu mencari bantuan karena:
- Tidak menyadari sedenga menjadi korban grooming
- Meyakini bahwa ia sedang berada dalam hubungan yang penuh kasih sayang dan khawatir akan membahayakan orang tersebut.
- Takut pelaku akan melakukan sesuatu bila korban berbicara tentang pelecehan yang dialami.
- Menyalahkan diri sendiri karena terlibat dalam hubungan tersebut.
- Merasa malu dan khawatir mencerikan yang tejradi kepada orang lain.
Ciri-ciri Anak Menjadi Korban Grooming
Menurut Rigg dan Phippen pada 2016, berikut ciri-ciri anak korban grooming:
1. Perubahan perilaku yang tiba-tiba
2. Menghabiskan waktu lebih banyak di luar rumah atau menghilang dari rumah atau sekolah
3. Bersikap tertutup tentang cara mereka menghabiskan waktu termasuk tentang penggunaan gawai.
4. Menerima hadiah yang tidak dapat dijelaskan.
5. Memiliki hubungan dengan orang yang jauh lebih tua.
6. Menggunakan istilah terkait hubungan atau seksualitas tak terduga.
7. Tampak sedih atau menarik diri
8. Memiliki masalah mental
Ciri-ciri anak yang menjadi korban grooming mirip dengan perilaku 'tipikal' remaja. Maka dari itu, penting bagi orangtua untuk memahami perubahan yanga terjadi pada remaja.