Arsenal vs Liverpool: Lini Depan The Reds Dapat Sorotan Tajam

The Reds tampil disiplin tapi tumpul di depan pada laga Arsenal vs Liverpool.

oleh Dimas Satria NugrohoDiterbitkan 09 Januari 2026, 15:48 WIB
Pemain Liverpool, Ryan Gravenberch, mengontrol bola di depan pemain Arsenal, Piero Hincapie, dalam pertandingan Liga Inggris di Stadion Emirates, Jumat (9/1/2026). (AP Photo/Ian Walton)

Liputan6.com, Jakarta - Arsenal vs Liverpool berakhir tanpa gol pada lanjutan Liga Inggris. Hasil ini membuat Liverpool pulang dari Emirates Stadium dengan satu poin yang terasa campur aduk.

Di satu sisi, raihan satu poin melawan pimpinan klasemen sementara, Jumat (9/1/2026) dini hari WIB, terasa menyenangkan. Arsenal menunjukkan organisasi dan disiplin tim asuhan Arne Slot berjalan rapi. Di sisi lain, absennya Hugo Ekitike karena cedera begitu terasa di lini depan.

The Reds memang tak lagi berada dalam perburuan gelar, tetapi performa ini cukup memberi suntikan optimisme bagi publik Merseyside. Arsenal sempat mendominasi 20 menit awal dengan tekanan tinggi di area sendiri Liverpool.

Namun, justru tim tamu yang nyaris unggul lebih dulu lewat sepakan jarak jauh Conor Bradley yang membentur mistar gawang, berawal dari miskomunikasi David Raya dan William Saliba.


Serangan The Reds Mandek di Arsenal vs Liverpool

Pemain Liverpool, Conor Bradley, menyundul bola di atas pemain Arsenal, Leandro Trossard, dalam pertandingan Liga Inggris di stadion Emirates, Jumat (9/1/2026). (AP Photo/Ian Walton)

Memasuki babak kedua, Liverpool mulai terlihat lebih percaya diri. Florian Wirtz sempat mengira dirinya berhak atas penalti usai dijatuhkan Leandro Trossard, tetapi wasit Anthony Taylor bergeming. Keputusan itu memicu protes, namun tak mengubah jalannya laga.

Masalah utama Liverpool tetap sama, tak ada figur jelas di depan untuk menyelesaikan peluang. Dominik Szoboszlai mencoba memecah kebuntuan lewat tendangan bebas, sayangnya bola hanya mengenai bagian atas jaring. Dalam laga yang minim peluang bersih, Arsenal dan Liverpool sama-sama buntu hingga peluit akhir dibunyikan.


Pertahanan Solid dan Lini Tengah yang Bekerja

Pemain Liverpool, Milos Kerkez, menghalau pergerakan pemain Arsenal, Bukayo Saka, dalam pertandingan Liga Inggris di Emirates, Jumat (9/1/2026). (AP Photo/Ian Walton)

Lini belakang Liverpool pantas mendapat kredit. Alisson tampil tenang dengan beberapa penyelamatan sederhana berkat rapatnya pertahanan di depannya. Conor Bradley agresif membantu serangan dan nyaris mencetak gol spektakuler sebelum harus keluar dengan tandu di akhir laga.

Ibrahima Konate dan Virgil van Dijk tampil solid, sukses meredam Viktor Gyokeres sekaligus meredam atmosfer Emirates. Di lini tengah, Ryan Gravenberch, Alexis Mac Allister, dan Szoboszlai bekerja keras menjaga keseimbangan. Mereka mampu mengimbangi duel melawan Declan Rice dan Martin Zubimendi, membuat Arsenal kesulitan mengontrol tempo.


Serangan Tumpul, Slot Tetap Dapat Apresiasi

Pemain Arsenal, Leandro Trossard (kiri), dan pemain Liverpool, Florian Wirtz, saling berebut bola dalam pertandingan Liga Inggris di Emirates, Jumat (9/1/2026). (AP Photo/Ian Walton)

Di sektor depan, Jeremie Frimpong merepotkan dengan kecepatan, meski kerap ceroboh di keputusan akhir. Wirtz menunjukkan kilasan kualitasnya sebagai rekrutan mahal, tetapi belum cukup konsisten. Cody Gakpo bekerja keras dari sisi kiri, namun dampaknya minim.

Masuknya Joe Gomez di menit akhir hanya bersifat darurat. Meski begitu, Arne Slot layak mendapat pujian. Taktiknya efektif membuat Arsenal frustrasi di kandang sendiri. Dengan tambahan daya gedor dan kembalinya Ekitike, Liverpool mungkin bisa mengubah hasil imbang seperti ini menjadi kemenangan di kesempatan berikutnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya