Arsenal vs Liverpool: Lewatkan Peluang, The Gunners Bakal Gigit Jari di Akhir Musim?

The Gunners gagal manfaatkan hasil imbang Manchester City di laga Arsenal vs Liverpool.

oleh Dimas Satria NugrohoDiterbitkan 09 Januari 2026, 16:15 WIB
Pemain Liverpool, Milos Kerkez, menghalau pergerakan pemain Arsenal, Bukayo Saka, dalam pertandingan Liga Inggris di Emirates, Jumat (9/1/2026). (AP Photo/Ian Walton)

Liputan6.com, Jakarta - Arsenal melewatkan peluang emas untuk menjauh di puncak klasemen Liga Inggris setelah hanya bermain imbang 0-0 melawan Liverpool di Emirates Stadium, Jumat (9/1/2026) dini hari WIB. Seberapa besar dampak hasil Arsenal vs Liverpool di akhir musim nanti?

Hasil ini terasa pahit karena Manchester City lebih dulu terpeleset kontra Brighton, yang seharusnya membuka jalan The Gunners unggul delapan poin.

Nyatanya, performa Arsenal justru jauh dari kata meyakinkan. Mereka mendominasi penguasaan bola, tetapi minim ancaman nyata. Liverpool, meski tanpa striker murni, beberapa kali hampir mencuri gol lewat kesalahan sendiri tuan rumah.

Salah satunya terjadi ketika William Saliba nyaris mencetak gol bunuh diri usai salah paham dengan David Raya. Laga berjalan datar, tegang, dan berakhir dengan rasa frustrasi bagi publik Emirates.


Laga Ketat, Minim Peluang Bersih

Pemain Arsenal, Leandro Trossard (kiri), dan pemain Liverpool, Florian Wirtz, saling berebut bola dalam pertandingan Liga Inggris di Emirates, Jumat (9/1/2026). (AP Photo/Ian Walton)

Babak pertama diwarnai momen-momen canggung, bukan rangkaian serangan berbahaya. Arsenal tampak berhati-hati, sementara Liverpool memilih menunggu celah. Insiden Saliba dan Raya menjadi alarm keras bagi lini belakang tuan rumah.

Di sisi lain, Liverpool sempat meminta penalti saat Jeremie Frimpong terjatuh di kotak terlarang akibat kontak dengan Piero Hincapie, namun wasit bergeming.

Situasi serupa kembali terjadi di babak kedua ketika Florian Wirtz terjatuh usai tekel Leandro Trossard, tetapi VAR juga menolak klaim tersebut. Sepanjang 90 menit, kedua tim seperti saling meniadakan. Intensitas ada, tapi kualitas di sepertiga akhir lapangan nyaris tak terlihat, membuat laga berjalan buntu.


Lini Serang Arsenal Mandul

Penyerang Arsenal, Viktor Gyoekeres saat laga melawan Atletico Madrid di ajang Liga Champions 2025-2026. (AP Photo/Alastair Grant)

Sorotan tajam mengarah ke Viktor Gyokeres. Penyerang yang diharapkan jadi pembeda justru tenggelam sepanjang laga. Arsenal berkali-kali mengirim umpan silang dan cut-back ke kotak penalti Liverpool, tetapi Gyokeres nyaris tak pernah ada di posisi yang tepat. Catatan delapan sentuhan menjadi statistik yang mencolok sekaligus memprihatinkan.

Ia akhirnya ditarik keluar dan digantikan Gabriel Jesus, yang setidaknya memberi sedikit energi. Bukayo Saka dan Leandro Trossard juga gagal memberi dampak signifikan, sementara Martin Odegaard dan Declan Rice tak mampu mengontrol tempo seperti biasanya. Arsenal terlihat kehabisan ide ketika peluang besar benar-benar dibutuhkan.


Arteta Kehilangan Kesempatan Emas

Manajer Arsenal, Mikel Arteta, bersama anak asuhnya setelah duel kontra Everton pada pekan ke-17 Premier League di Hill Dickinson Stadium, Minggu (21/12/2025) dini hari WIB. Dalam pertandingan tersebut, The Gunners menang 1-0 atas Everton. (AP Photo/Ian Hodgson)

Masuknya Gabriel Martinelli, Gabriel Jesus, hingga Noni Madueke di menit akhir sempat memberi harapan. Alisson dipaksa bekerja lewat dua peluang di masa injury time, tetapi itu datang terlalu terlambat. Hasil imbang ini membuat Arsenal memang masih unggul enam poin, namun terasa seperti dua poin yang hilang.

Mikel Arteta jelas kecewa. Timnya gagal tampil klinis saat rival tergelincir, sebuah kelemahan yang bisa berakibat fatal dalam perburuan gelar. 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya