Murka Jose Mourinho di Benfica: Dilarang Pulang, Pemain Dihukum Tidur di Tempat Latihan

Jose Mourinho memberi hukuman keras kepada pemain Benfica usai tersingkir di semifinal Piala Liga Portugal. Otamendi dkk dilarang pulang dan wajib menginap di p

oleh Asad ArifinDiterbitkan 08 Januari 2026, 22:52 WIB
Jose Mourinho saat diperkenalkan sebagai pelatih Benfica. (AP Photo/Ana Brigida)

Liputan6.com, Jakarta - Jose Mourinho menunjukkan sisi kerasnya sebagai manajer di Benfica. Kekalahan Benfica dari Braga di semifinal Piala Liga Portugal berujung pada hukuman tidak biasa bagi para pemain.

Benfica tak hanya gagal melangkah ke final, tetapi juga harus menerima kenyataan pahit lain. Catatan 10 laga tanpa kekalahan mereka resmi terhenti.

Kekalahan 1-3 tersebut makin menyakitkan karena Benfica menutup laga dengan 10 pemain. Nicolas Otamendi diusir keluar lapangan dan menjadi simbol malam buruk As Águias.

Dalam situasi itu, Mourinho memilih respons ekstrem. Ia melarang para pemain pulang dan memaksa mereka menginap di markas latihan klub di Seixal.


Hukuman Menginap dan Pesan Keras Mourinho

Pelatih kepala SL Benfica asal Portugal #00, Jose Mourinho, terlihat sebelum pertandingan liga Portugal antara SL Benfica dan Casa Pia AC di Estadio da Luz di Lisbon pada 9 November 2025. (FILIPE AMORIM/AFP)

Jose Mourinho langsung mengisyaratkan hukuman tersebut usai laga. Para pemain Benfica diwajibkan tetap berada di pusat latihan, bahkan untuk tidur.

"Para pemain akan tidur di Seixal, dan pada hari Kamis ada latihan, dan lusa juga ada latihan," kata Mourinho dalam konferensi pers setelah kekalahan dari Braga.

Mourinho tak berhenti sampai di situ. Ia bahkan berharap para pemain tidak benar-benar beristirahat dan justru merenungkan kegagalan tersebut.

"Ketika kami tiba di Seixal [pada hari Rabu], semua orang akan pergi ke kamar mereka. Saya harap para pemain tidur nyenyak seperti saya, yang berarti mereka tidak tidur sama sekali," tegasnya.


Evaluasi Jelang Laga Krusial Kontra Porto

Pemain Benfica, Leandro Barreiro (kanan), merayakan gol kedua timnya bersama Franjo Ivanovic dalam laga Liga Champions melawan Napoli di Lisbon, Portugal, Kamis, (11/12/2025). (AP Photo/Armando Franca)

Mourinho menegaskan bahwa evaluasi menyeluruh baru akan dilakukan keesokan harinya. Ia menilai ruang ganti bukan tempat ideal untuk diskusi mendalam setelah kekalahan emosional.

"Pada hari Kamis kita bisa mulai berbicara, yang tidak terjadi di ruang ganti," kata Mourinho.

"Di ruang ganti, suasananya seperti monolog, dan monolog tidak cocok untuk saya; saya lebih suka berdialog dengan para pemain."

"Kita akan membicarakan perbedaan antara babak pertama dan kedua dan mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk pertandingan melawan Porto," ucap mantan pemain AS Roma tersebut.

Sumber: BBC Sport

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya