Man City vs Brighton: Imbang 1-1 Buat The Citizens Kian Tersendat Rebut Gelar Juara

Duel Man City vs Brighton berakhir buruk untuk pasukan Josep Guardiola. Manchester City kembali gagal menang usai ditahan Brighton.

oleh Dimas Satria NugrohoDiterbitkan 08 Januari 2026, 22:24 WIB
Pemain Manchester City, Tijjani Reijnders (kiri) dan Erling Haaland, bereaksi pada akhir laga Premier League/Liga Inggris antara Man City vs Brighton di Manchester, Inggris, Kamis, 8 Januari 2026. (AP Photo/Dave Thompson)

Liputan6.com, Jakarta - Duel Man City vs Brighton berakhir mengecewakan untuk Josep Guardiola. Manchester City kembali kehilangan momentum dalam perburuan gelar Liga Inggris usai ditahan Brighton 1-1 di Etihad Stadium pada Kamis (8/1/2026) dini hari WIB. Hasil imbang ini menjadi yang ketiga beruntun bagi Erling Haaland cs sehingga membuat jarak dengan Arsenal di puncak klasemen tetap tiga poin.

Man City sejatinya tampil dominan sejak awal, menguasai bola dan menekan Brighton hampir sepanjang laga. Jeremy Doku menjadi motor serangan yang paling hidup, sementara Erling Haaland akhirnya memecah paceklik lewat gol penalti.

Namun, dominasi itu lagi-lagi tak berbanding lurus dengan efektivitas. Sejumlah peluang emas terbuang, membuat malam yang seharusnya krusial berubah menjadi frustrasi baru bagi The Citizens.


Sempat Unggul Di Awal, Brighton Menggigit Balik?

Manchester City's shock 2-1 defeat to Brighton & Hove Albion at the Amex Stadium marked a difficult start to the season for the Citizens, with two defeats in their first three Premier League games.

Erling Haaland sempat memberi harapan ketika dengan tenang mengeksekusi penalti di babak pertama. Gol itu mengakhiri tiga laga tanpa gol sang striker Norwegia. Namun, setelah itu cerita berubah. Man City gagal menggandakan keunggulan meski peluang terus berdatangan, termasuk momen ketika Bernardo Silva tak mampu memaksimalkan situasi emas.

Brighton pun menghukum kelengahan tuan rumah di babak kedua. Kaoru Mitoma melakukan gerakan cerdas di sisi kiri sebelum melepaskan tembakan melengkung yang tak mampu dibendung. Gol tersebut membuat The Citizens kembali dikejar, sekaligus menegaskan bahwa borosnya peluang bisa menjadi bumerang di level tertinggi.


Foden Tampil Kurang, Sedangkan Doku Jadi Pembeda

Pemain Manchester City, Tijjani Reijnders merayakan golnya bersama Jeremy Doku dalam laga Liga Inggris 2025/2026 di Molineux stadium, Wolverhampton, Inggris, Sabtu (16/08/2025) waktu setempat. (AP Photo/Dave Shopland)

Sorotan juga tertuju pada Phil Foden yang tampil di bawah standar. Pergerakannya minim dampak dan ia ditarik keluar sebelum laga usai. Sebaliknya, Jeremy Doku justru menjadi pemain paling berbahaya Man City.

Kecepatannya merepotkan pertahanan Brighton dan aksinya berbuah penalti. Di lini belakang, absennya sejumlah bek utama membuat Guardiola menurunkan komposisi darurat, namun performa mereka relatif solid. Gianluigi Donnarumma pun melakukan beberapa penyelamatan penting. Sayangnya, kontribusi positif itu tak cukup menutup fakta bahwa kreativitas The Citizens kerap mentok di sepertiga akhir lapangan.


Guardiola Alami Tekanan Perburuan Tahta Liga?

Pep Guardiola pada laga Man City vs Tottenham di pekan ke-2 Premier League 2025/2026 (c) AP Photo/Dave Thompson

Pep Guardiola melakukan sejumlah pergantian untuk mengubah jalannya laga, termasuk memasukkan Rodri dan Rayan Cherki. Cherki bahkan memberi umpan matang di menit akhir, tetapi Haaland kembali gagal memanfaatkannya. Hasil ini membuat tanda tanya besar muncul soal konsistensi The Citizens di momen krusial.

Tiga hasil imbang beruntun jelas bukan modal ideal untuk mengejar Arsenal. Man City masih punya kualitas dan waktu, tetapi jika pemborosan peluang terus berulang, ambisi mempertahankan gelar bisa makin menjauh. Liga belum selesai, namun tekanan kini sepenuhnya berada di pundak Guardiola dan para pemainnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya