Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Luar Negeri RI melalui KBRI Den Haag mengimbau warga negara Indonesia (WNI) di Belanda untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul cuaca ekstrem berupa salju dan es yang melanda hampir seluruh wilayah negara tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Pelindungan WNI (PWNI) Kemlu RI Heni Hamidah menyampaikan bahwa Badan Meteorologi Belanda (KNMI) pada Selasa (7/1/2026) telah mengeluarkan peringatan Kode Oranye untuk hampir seluruh wilayah Belanda. Peringatan lebih rendah, Kode Kuning, hanya berlaku di wilayah Limburg dan Kepulauan Wadden.
Advertisement
“Menindaklanjuti peringatan cuaca ekstrem tersebut, Kemlu melalui KBRI Den Haag melakukan pemantauan intensif dan berkoordinasi dengan otoritas setempat,” ujar Heni dalam pernyataannya.
KBRI Den Haag juga telah menyampaikan imbauan kewaspadaan kepada WNI dan diaspora Indonesia melalui kanal-kanal resmi. WNI diminta untuk secara aktif memantau perkembangan cuaca dari sumber pemerintah Belanda, membatasi perjalanan yang tidak mendesak, serta mengutamakan keselamatan diri.
Dalam situasi darurat, WNI diimbau segera menghubungi nomor layanan darurat setempat di 112. Selain itu, KBRI Den Haag menyediakan hotline bagi WNI yang membutuhkan bantuan, yakni nomor konsuler +31 6 288 60 509 dan hotline keimigrasian darurat +31 6 828 4 9252.
Heni Hamidah menambahkan, hingga saat ini belum terdapat laporan WNI yang terdampak signifikan akibat cuaca ekstrem tersebut. Dampak yang tercatat sejauh ini terbatas pada gangguan transportasi publik di sejumlah wilayah.
“KBRI akan terus melakukan langkah-langkah antisipatif guna memastikan keselamatan serta pelindungan WNI di wilayah akreditasi,” ujarnya.
Pemerintah Indonesia terus memantau situasi dan mengimbau seluruh WNI di Belanda untuk tetap waspada hingga kondisi cuaca kembali normal.