Liputan6.com, Jakarta - Bank Jakarta menggandeng Visa dan resmi meluncurkan Kartu Debit Visa Bank Jakarta pada awal 2026. Melalui kolaborasi ini, nasabah bank milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tersebut kini dapat bertransaksi di lebih dari 200 negara.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengapresiasi kerja sama tersebut dan menilai kolaborasi dengan Visa sebagai langkah strategis untuk mendorong Bank Jakarta menjadi lebih profesional dan berdaya saing global.
Advertisement
“Mudah-mudahan kartu ini bisa digunakan di seluruh dunia, lebih dari 200 negara. Mulai hari ini saya sendiri akan menggunakan kartu ini,” kata Pramono dalam keterangannya, Rabu (7/1/2026).
Direktur Utama Bank Jakarta, Agus Haryoto Widodo, menyatakan peluncuran Kartu Debit Visa menjadi tonggak penting dalam perjalanan transformasi Bank Jakarta. Menurutnya, inisiatif ini merupakan bagian dari transformasi lima tahun Bank Jakarta yang bertumpu pada tiga pilar utama.
“Pertama, pertumbuhan berbasis ekosistem Jakarta. Kedua, penguatan kualitas aset dan tata kelola. Ketiga, pembangunan kapabilitas digital dan pemberdayaan sumber daya manusia,” ujar Agus.
Kolaboratif, Penuhi Kebutuhan Warga Jakarta
Agus menegaskan, transformasi tersebut hanya dapat berjalan optimal melalui kolaborasi dengan Pemprov DKI Jakarta, regulator, mitra strategis, serta masyarakat. Bank Jakarta, lanjut Agus, akan terus mengembangkan kapabilitas layanan dan solusi keuangan yang relevan dengan kebutuhan warga Jakarta secara bertahap, prudent, dan selaras dengan ketentuan regulator.
“Pada enam bulan pertama peluncuran, Bank Jakarta menargetkan sekitar 400.000 pengguna kartu debit Visa,” ucapnya.
Sementara itu, Country Manager Visa Indonesia, Vira Widiyasari, mengatakan kerja sama dengan Bank Jakarta bertujuan mempermudah masyarakat ibu kota dalam melakukan transaksi global, mulai dari pembayaran pendidikan di luar negeri, kebutuhan umrah, hingga mendukung aktivitas bisnis pelaku UMKM.
“Peluncuran ini mencerminkan perubahan cara kita hidup, bekerja, dan berusaha. Jakarta bergerak menuju kota global untuk masuk 50 besar dunia pada 2030, dan pembayaran digital menjadi jembatan penghubungnya,” kata Vira.