Legenda Manchester United Dituding Ikut Dalangi Pemecatan Ruben Amorim

Ruben Amorim resmi dipecat Manchester United. Komentator asal Portugal Nuno Felix menyebut salah satu alasan pemecatan itu adalah komentar para legenda Setan Me

oleh Dimas Ardi PrasetyaDiterbitkan 06 Januari 2026, 10:32 WIB
Manchester United - Ruben Amorim (Bola.com/Adreanus Titus)

Liputan6.com, Jakarta - Pemecatan Ruben Amorim dari kursi manajer Manchester United akhirnya resmi diumumkan pada Selasa (05/01/2026). Keputusan ini mengakhiri masa jabatan pelatih asal Portugal tersebut yang berlangsung selama 14 bulan tanpa satu pun trofi.

Amorim diberhentikan hanya sehari setelah hasil imbang 1-1 yang mengecewakan melawan Leeds United di pekan ke-20 Premier League 2025/2026 di Old Trafford. Hasil itu memperpanjang periode inkonsistensi Setan Merah di Liga Inggris.

Tak lama setelah kabar pemecatan beredar, sorotan tajam datang dari berbagai arah, termasuk dari Portugal. Banyak pihak menilai Amorim gagal membawa identitas dan stabilitas yang dijanjikan sejak awal kedatangannya.

Salah satu kritik paling keras datang dari komentator sepak bola Portugal, Nuno Felix. Ia menilai kejatuhan Amorim bukan sekadar soal taktik di lapangan, tetapi juga dipengaruhi faktor eksternal yang terus menekan sang pelatih.


Dua Faktor Yang Mengakibatkan Pemecatan Amorim

Pelatih Manchester United asal Portugal, Ruben Amorim, bereaksi di akhir pertandingan Liga Inggris antara Manchester United dan Wolverhampton Wanderers di Old Trafford, Manchester, barat laut Inggris, Rabu (31-12-2025) dini hari WIB. (Oli SCARFF/AFP)

Pandangan keras terhadap nasib Ruben Amorim datang dari media Portugal, Record. Dalam ulasannya, Nuno Felix menyebut ada dua penyebab utama yang membuat Amorim tak mampu bertahan di Old Trafford.

Faktor pertama adalah sikap keras kepala Amorim dalam mempertahankan sistem 3-4-3. Skema tersebut dinilai gagal memberikan hasil maksimal dan justru membuat permainan Manchester United sulit berkembang.

Rekor Amorim pun berbicara lantang dengan persentase kemenangan hanya 31,9 persen, terburuk di antara semua manajer tetap MU di era Premier League. Performanya dinilai tak membawa tim lebih dekat ke persaingan gelar dibanding saat ia pertama datang.

Yang kedua adalah manajemen Man United yang tak berorientasi pada hasil di lapangan. Mereka diklaim hanya fokus menghasilkan uang sebanyak mungkin di balik layar.

"Amorim gagal karena ia tidak beradaptasi. United terus gagal karena tidak lagi mengenali dirinya sendiri di cermin. Dan selama kejayaan masa lalu membentuk perdebatan publik dan prioritasnya adalah keuntungan, Old Trafford akan terus menjadi panggung pemecatan, bukan pembangunan kembali," cetusnya, dikutip dari Goal.


Legenda MU Ikut Dalangi Pemecatan Amorim

Gary Neville. Salah satu legenda Manchester United yang pensiun pada Februari 2011 setelah hanya membela MU sepanjang kariernya mulai 1992/1993 ini bergabung dengan jaringan televis Sky Sports sebagai komentator dan pundit sejak musim 2011/2012. Profesi tersebut menjadi tidak asing baginya karena sebelumnya ia juga pernah menjadi pundit bagi jaringan televis ITV Sport di dua ajang sepak bola akbar, Piala Dunia 2002 dan Piala Eropa 2008. Sempat meninggalkan Sky Sports untuk menukangi Valencia pada Desember 2015, ia kembali ke Sky Sports usai dipecat Valencia yang hanya dibesutnya selama 4 bulan di musim 2015/2016. (AFP/Glyn Kirk)

Namun, Felix menegaskan masih ada faktor lain yang menyebabkan Ruben Amorim dipecat. Ia menyoroti tekanan besar yang datang dari dalam ekosistem Manchester United sendiri.

Menurutnya, sejak awal Amorim sudah berada dalam sorotan negatif yang berlebihan. Kritik tersebut tidak hanya datang dari performa tim, tetapi juga dari figur-figur besar yang memiliki pengaruh kuat di ruang publik.

Felix menilai atmosfer ini membuat posisi Amorim semakin rapuh di mata publik dan manajemen. Situasi tersebut dinormalisasi seolah pemecatan hanya tinggal menunggu waktu.

"Sejak awal, pelatih asal Portugal itu melihat pekerjaannya dikritik, dipertanyakan, dan, kadang-kadang, jelas diremehkan oleh mantan tokoh klub yang sekarang menempati ruang media yang signifikan. Gary Neville, Roy Keane, dan ikon United lainnya tidak hanya sebatas analisis: mereka secara terbuka menekannya, memprediksi kegagalan, dan menormalisasi gagasan bahwa Amorim tidak akan pernah menjadi 'orang yang tepat'," serunya.

Sementara itu, Manchester United kini mulai bergerak mencari pengganti. Nama Gareth Southgate, Oliver Glasner, hingga Enzo Maresca masuk radar, dengan Darren Fletcher ditunjuk sebagai pelatih interim.

(Goal)


Klasemen Liga Inggris

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya