Liputan6.com, Jakarta - Manchester United resmi memecat Ruben Amorim dari kursi pelatih pada Selasa (05/01/2026). Keputusan itu diambil setelah rangkaian hasil mengecewakan yang membuat Setan Merah kian menjauh dari target bersaing di papan atas.
Keputusan pemecatan itu diambil tak lama setelah Man United bermain imbang 1-1 melawan Leeds United di pekan ke-20 Liga Inggris 2025/2026. Usai pertandingan, Amorim emosional dan menantang manajemen klub secara terbuka.
Advertisement
Rekornya adalah yang terburuk dari semua manajer tetap Man United di era Premier League, dengan persentase kemenangan hanya 31,9 persen. Performa tim dan perilaku yang tidak konsisten itulah yang akhirnya menyebabkan pemecatannya oleh direktur sepak bola Jason Wilcox dan CEO Omar Berrada.
Pemecatan Amorim langsung memicu beragam reaksi, terutama dari media Portugal yang menilai kegagalan tersebut tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada klub. Sorotan tajam diarahkan pada pendekatan taktik sang pelatih yang dinilai terlalu kaku sejak awal kedatangannya di Old Trafford.
Keras Kepala soal Taktik Jadi Awal Kejatuhan Amorim
Media Portugal menilai Ruben Amorim gagal membaca konteks besar Manchester United sejak hari pertama. Alih-alih menyesuaikan diri, pelatih berusia 40 tahun itu justru memaksakan ide yang belum tentu cocok dengan materi pemain yang dimilikinya.
Sistem 3-4-3 yang menjadi ciri khas Amorim terus digunakan meski performa tim tidak kunjung membaik. Para pengamat menilai pendekatan itu membuat permainan United mudah ditebak dan jauh dari kata menghibur.
Berbicara di Record, dikutip dari Goal, komentator Nuno Felix mengatakan: "Pelatih tidak dapat dibebaskan dari kesalahan. Amorim mendekati pengalaman pertamanya di luar negeri dengan kekakuan yang berlebihan dalam ide-idenya, hampir dogmatis."
"Ia bersikeras pada model dan prinsip yang tidak sesuai dengan profil skuad, menunjukkan sedikit fleksibilitas strategis, dan lambat memahami bahwa, di klub sebesar ini, adaptasi adalah kebutuhan sehari-hari. Sikap keras kepala ini merugikan waktu dan kredibilitasnya, baik di dalam maupun di luar struktur klub," cetusnya.
MU Klub Tanpa Arah yang Jelas
Namun kritik Nuno Felix tidak berhenti pada sosok Amorim semata. Ia menilai Manchester United sendiri telah lama berada dalam lingkaran masalah yang sama, siapa pun pelatih yang datang silih berganti.