Ruben Amorim Dipecat, Ini 5 Kandidat Potensi sebagai Manajer Baru Manchester United

Manchester United mulai menyusun rencana pasca pemecatan Ruben Amorim. Lima nama ini dinilai paling realistis menjadi manajer baru Setan Merah.

oleh Asad ArifinDiterbitkan 05 Januari 2026, 22:01 WIB
Pelatih Manchester United, Ruben Amorim. (AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Manchester United memasuki fase krusial setelah memecat Ruben Amorim. Keputusan itu diambil secara mendadak usai tensi tinggi pasca laga kontra Leeds United.

Hasil imbang 1-1 bukan faktor utama. Pernyataan Amorim di ruang publik dinilai memperjelas retaknya hubungan dengan manajemen Old Trafford.

Kini MU bergerak cepat mencari manajer baru. Untuk sementara, Darren Fletcher dipercaya sebagai caretaker sambil klub memetakan opsi jangka panjang.

Mirror Football menilai ada lima sosok yang realistis. Mereka dinilai cocok bekerja di bawah struktur baru bersama direktur olahraga Jason Wilcox.


Gareth Southgate

Catatan terbaik Gareth Southgate saat menukangi Timnas Inggris adalah mencapai semifinal Piala Dunia 2018 dan runner up Euro 2020. Dengan banyaknya pemain bintang di Skuad The Three Lions, ia diharapkan mampu berbicara lebih di Piala Dunia 2022 Qatar nanti. Southgate diketahui merupakan salah satu pelatih dengan gaji paling mahal di perhelatan terbesar di dunia itu. Ia tercatat menerima upah sebesar 4,9 juta pound per tahun. (AFP/Paul Ellis)

Nama Gareth Southgate hampir selalu muncul dalam setiap spekulasi besar di Manchester United. Sir Jim Ratcliffe dikenal sebagai pengagum pelatih berusia 54 tahun tersebut.

Jason Wilcox juga menghormati rekam jejak Southgate. Keduanya memiliki kesamaan visi soal pembangunan tim jangka panjang.

Namun, tantangannya jelas. Southgate belum melatih klub sejak 2009, dan adaptasi ke dinamika harian Premier League akan menjadi ujian besar.


Enzo Maresca

Pelatih Chelsea, Enzo Maresca, memberikan instruksi selama laga Liga Champions melawan Atalanta di Bergamo, Italia, Rabu, (10/12/2025). (AP Photo/Antonio Calanni)

Enzo Maresca menjadi kandidat menarik karena statusnya yang baru tersedia. Ia dilepas Chelsea setelah konflik internal terkait kewenangan teknis.

Meski berlatar Manchester City, Maresca dikenal sebagai pelatih dengan pendekatan struktural modern. Ia terbiasa bekerja dalam sistem direktur olahraga.

Kesamaan situasi dengan Amorim membuat MU harus berhati-hati. Detail peran dan batas kewenangan akan menjadi kunci jika negosiasi terjadi.


Andoni Iraola

Pelatih kepala Bournemouth, Andoni Iraola memberi instruksi kepada pemainnya saat menghadapi Manchester United pada laga pekan ke-16 Liga Inggris 2023/2024 di Old Trafford Stadium, Sabtu (9/12/2023). (AP Photo/Jon Super)

Andoni Iraola diam-diam membangun reputasi kuat di Bournemouth. Ia menjaga tim tetap kompetitif meski skuad terus berubah.

Kontrak Iraola hanya berlaku hingga musim panas. Situasi ini membuka peluang bagi klub besar untuk bergerak tanpa biaya kompensasi besar.

Pengalamannya di Premier League jadi nilai tambah. Iraola dinilai siap menangani tekanan klub sekelas Manchester United.


Oliver Glasner

Oliver Glasner, pelatih Crystal Palace. (Bola.com/cpfc.co.uk)

Oliver Glasner membawa Crystal Palace menjuarai trofi pertama dalam sejarah klub. Prestasi itu langsung mengangkat reputasinya di Inggris.

Namun, relasinya dengan manajemen Palace memburuk karena kebijakan transfer. Hal ini membuat masa depannya kembali dipertanyakan.

Glasner menawarkan stabilitas dan pengalaman Eropa. Ia bisa menjadi solusi aman jika MU ingin perubahan terukur, bukan revolusi instan.


Michael Carrick

Pelatih Middlesbrough, Michael Carrick memberi instruksi dari pinggir lapangan saat menghadapi Brighton and Hove Albion pada laga putaran ketiga Piala FA 2022/2023 di Riverside Stadium, Middlesbrough (7/1/2023). Michael Carrick saat ini tengah membesut Middlesbrough sejak ditunjuk pada 24 Oktober 2022. Sebelumnya ia sempat menjadi caretaker Manchester United hanya dalam 3 laga, mulai 21 November 2021 hingga 2 Desember 2021. (AFP/Oli Scarff)

Michael Carrick adalah opsi paling familiar bagi publik Old Trafford. Ia memahami kultur klub dari dalam.

Carrick pernah menjadi caretaker dan menunjukkan kepemimpinan yang tenang. Ia juga memiliki kredibilitas di ruang ganti.

Ketersediaannya menjadi nilai tambah. Jika MU butuh transisi cepat dan minim risiko, Carrick bisa menjadi pilihan pragmatis.

Sumber: Mirror

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya