Liputan6.com, Jakarta - Influenza, atau yang lebih dikenal sebagai flu, merupakan penyakit pernapasan menular yang dapat menyebabkan gejala ringan hingga berat. Di tengah ketersediaan vaksin dan informasi kesehatan yang melimpah, berbagai hoaks dan mitos seputar virus flu masih sering beredar di masyarakat.
Informasi menyesatkan ini kerap kali menimbulkan kebingungan dan bahkan membahayakan kesehatan publik, sebab itu penting bagi setiap individu untuk dapat membedakan antara fakta dan fiksi terkait flu. Hal ini krusial agar masyarakat dapat mengambil langkah pencegahan dan penanganan yang tepat, serta tidak terjebak dalam disinformasi yang merugikan.
Advertisement
Cek Fakta Liputan6.com telah mengungkap beragam hoaks seputar virus flu untuk memudahkan masyarakat mengenali kabar bohong tersebut. Agar tidak terpengaruh hoaks tersebut, simak daftar berikut ini.
Super Flu Lebih Parah dari Covid-19
Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim super flu lebih parah dari Covid-19, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 2 Januari 2026.
Klaim super flu lebih parah dari Covid-19 berupa video yang menampilkan tulisan sebagai berikut.
"baru 2026. "super flu" sudah masuk Indonesia lebih parah dari covid-19"
"Para ahli menekankan kewaspadaan tetap diperlukan, terutama bagi anak-anak. lansia dan penderita penyakit penyerta, kaena influenza secara umum memang lebih berisiko pada kelompok tersebut, istilah "super flu" lebih banyak muncul karena tingkat keganasan yang lebih tinggi. meski gejalanya bisa terasa lebih berat dibanding flu biasa covid-19 terkini, langkah pencegahan tetap sama: vakinasi influenza, menjaga kebersihan, memakai masker, serta menjaga daya tahan tubuh. pemerinta dan tenaga medis mengimbau masyarakat tetap tenang namun waspada"
Unggahan video tersebut diberi keterangan sebagai berikut.
"Flu baru lbih parah dari covid-19 😲😲☝ #fyp #fypreels #fypviral #fypfbpro #fbprofesional #masukberandafyp #rumahtangga #kb #hamil #kisahinspiratif #kesehatan"
Benarkah klaim super flu lebih parah dari Covid-19? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam halaman berikut ini......
WHO Sebut COVID-19 Sama Seperti Flu Biasa dan 500 Ribu Orang di AS Tewas karena Vaksin
Belakangan ini beredar informasi megenai Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengakui virus corona COVID-19 sama seperti flu biasa dan ada 500 ribu orang Amerika Serikat meninggal dunia karena divaksin.
Informasi ini dibagikan oleh salah satu akun Facebook pada 25 Oktober 2021. Dalam unggahnnya terdapat foto Reiner Fuellmich dan disertakan narasi sebagai berikut.
INNALILLAHI....‼️WHO MENGAKUI VIRUS COVID SAMA SEPERTI FLU BIASA, 500.000 ORANG AMERIKA MATI KARENA DIVAKSIN".
Lalu, benarkah WHO mengakui Virus COVID-19 seperti flu biasa dan ada 500 ribu orang di Amerika Serikat yang meninggal karena vaksin? Simak dalam artikel berikut ini...
Pasien di RS Akibat Influenza A Diisolasi Seperti Covid-19
Beredar di media sosial postingan yang mengklaim pasien Influenza tipe A di Rumah Sakit (RS) harus diisolasi seperti pasien covid-19. Postingan itu beredar sejak tengah pekan ini.
Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 22 Oktober 2025.
Berikut isi postingannya:
"Kepada Rekan2 semua untuk menjaga kesehatan khususnya juga kepada anak2 & Cucu2 Kita, sebaiknya memakai masker kembali ternyata hari ini di rumah sakit terutama di IGD penuh dengan penyakit yg sama yaitu setelah cek darah dinyatakan Influenza A dan penyebarannya cepat melalui udara, dirumah sakit langsung di isolasi mirip covid, ada cucunya teman saya, semua flu tapi yang diperiksa darahnya ternyata kena Influenza A namanya dan ini tdk boleh dijenguk.
Agar ini menjadi perhatian betul untuk Kita semua lebih baik mencegah dari pada mengobati."
Lalu benarkah postingan yang mengklaim pasien Influenza tipe A di Rumah Sakit (RS) harus diisolasi seperti pasien covid-19? Simak dalam artikel berikut ini...