Liputan6.com, Jakarta - PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) akan menggelar penawaran umum terbatas kepada pemegang saham perseroan dengan mekanisme memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue.
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Minggu (4/1/2026), PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk menawarkan maksimal 32,93 miliar obligasi wajib konversi (OWK) dengan nilai nominal Rp 10 per unit OWK.
Advertisement
Setiap pemegang lima saham lama yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham perseroan pada 13 Januari 2026 berhak memperoleh 102 HMETD, di mana satu HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli sebanyak satu OWK dengan harga pelaksanaan Rp 100 setiap satu unit OWK yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan pemesanan pelaksanaan HMETD.
Jumlah dana yang akan diterima oleh perseroan dalam rights issue ini maksimal Rp 3,25 triliun.
Konversi dari OWK menjadi saham biasa dapat dilakukan sejak satu hari kerja setelah tanggal penerbitan hingga tiga hari kerja sebelum tanggal pelunasan pokok OWK pada 21 Januari 2027. Hal ini dengan ketentuan setiap satu OWK akan dikonversi menjadi satu saham baru.
Saham baru yang diterbitkan sebagai hasil konversi OWK adalah saham biasa atas nama dengan nilai nominal Rp 10 per saham dan memiliki hak yang sama seperti saham perseroan lainnya yang telah ditempatkan dan disetor penuh.
“Pemegang OWK tidak melakukan pembayaran dalam bentuk apapun kepada perseroan untuk melaksanakan konversi OWK menjadi saham biasa perseroan,” demikian seperti dikutip.
Apabila sampai dengan Tanggal Akhir Konversi, masih terdapat Pemegang Obligasi Wajib Konversi yang belum mengajukan konversi Obligasi Wajib Konversi menjadi saham biasa, maka BAE akan melakukan proses konversi secara otomatis.
Adapun pemegang saham utama perseroan yakni PT Eco Energi Perkasa (EEP) selaku pemegang 47,16% saham perseroan akan memperoleh 15.369.370.200 HMETD yang akan menjadi haknya berdasarkan kepemilikan saham dalam perseroan dan akan melaksanakan seluruh haknya untuk membeli OWK yang ditawarkan dalam PMHMETD I Perseroan.
Pembeli Siaga
PT Eco Energi Perkasa juga akan menjadi pembeli siaga yang akan mengambil OWK yang tersisa untuk keperluan pelunasan kewajiban pembayaran dengan maksimal 12.904.655.400 dari sisa unit OWK dengan jumlah maksimal Rp 1,29 triliun.
Dalam aksi korporasi ini, bagi pemegang saam yang tidak melaksanakan haknya untuk membeli OWK yang dapat dikonversi menjadi saham baru perseroan akan mengalami dilusi kepemilikannya dalam perseroan hingga 95,33%.
“Obligasi wajib konversi ini tidak dijamin dengan jaminan khusus, tetapi dijamin dengan harta kekayaan perseroan baik barang bergerak maupun barang tidak bergerak, baik yang telah ada maupun yang akan ada yang akan menjadi jaminan bagi pemegang obligasi wajib konversi,” demikian seperti dikutip.
Perseroan akan memakai dana penawaran OWK melalui rights issue antara lain sekitar 86,93% atau setara Rp 2,82 triliun untuk penyaluran dana melalui penyetoran modal dan pemberian pinjaman kepada entitas anak yaitu APR dan SCR untuk membayar pembelian saham pada KS dan KKU. Sisanya sekitar 13,07% akan dipakai untuk keperluan modal kerja perseroan berupaya biaya operasional. Adapun yang bertindak sebagai wali amanat yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Jadwal Rights Issue
Berikut jadwal sementara rights issue PACK:
- RUPSLB pada 25 September 2025
- Efektif pernyataan pendaftaran pada 31 Desember 2025
- Daftar pemegang sagam yang berhak memperoleh HMETD pada 13 Januari 2026
- Cum-HMETD di pasar regular dan pasar negosiasi pada 9 Januari 2026
- Ex-HMETD di pasar regular dan pasar negosiasi pada 12 Januari 2026
- Cum-HMETD di pasar tunai pada 13 Januari 2026
- Ex-HMETD di pasar tunai pada 14 Januari 2026
- Distribusi HMETD pada 14 Januari 2026
- Pencatatan HMETD di BEI pada 15 Januari 2026
- Periode perdagangan HMETD pada 15-22 Januari 2026
- Pelaksanaan HMETD pada 22 Januari 2026
- Akhir pembayaran pemesanan tambahan OWK pada 23 Januari 2026
- Penjatahan pemesanan tambahan OWK pada 26 Januari 2026
- Pembayaran dari pembeli siaga pada 26 Januari 2026
- Distribusi OWK pada 26 Januari 2026
- Pengembalian uang pemesanan pada 28 Januari 2026