Arus Balik Nataru Landai, ASDP Catat Dominasi Truk Logistik dan Bus

ASDP menyatakan, layanan penyeberangan antarpulau berlangsung relatif landai, dengan pergerakan kendaraan masih didominasi truk logistik dan angkutan bus.

oleh Luqman RimadiDiterbitkan 04 Januari 2026, 07:47 WIB
Pemudik berjalan menuju kapal di Pelabuhan Dermaga Eksekutif Merak, Kota Cilegon, Banten. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat arus balik Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 berlangsung lancar dan terkendali. Layanan penyeberangan antarpulau tetap berjalan normal, dengan pergerakan kendaraan didominasi truk logistik dan angkutan bus sehingga distribusi barang nasional terjaga.

“Arus balik Natal dan Tahun Baru 2025/2026 terpantau lancar terkendali. Kami mencatat layanan penyeberangan antarpulau berlangsung relatif landai, dengan pergerakan kendaraan masih didominasi truk logistik dan angkutan bus,” kata Direktur Utama ASDP Heru Widodo dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.

Heru menjelaskan, kondisi tersebut menegaskan distribusi barang nasional tetap berjalan stabil seiring berlalunya fase puncak libur panjang. Pada Jumat (2/1) atau H+8 Nataru, tercatat sebanyak 2.463 unit truk logistik dan 288 unit bus menyeberang dari Sumatera menuju Jawa.

Menurutnya, data tersebut menunjukkan aktivitas distribusi masih aktif hingga akhir masa liburan, sementara arus balik masyarakat berlangsung bertahap tanpa lonjakan signifikan yang berpotensi menimbulkan kepadatan.

“Pergerakan arus balik kami pantau cukup landai, dengan tren peningkatan pada kendaraan logistik dan bus. Ini menunjukkan distribusi barang tetap berjalan aktif, sementara mobilitas masyarakat banyak menggunakan angkutan umum,” ujarnya.

Berdasarkan data Posko Bakauheni, jumlah truk logistik pada H+8 meningkat 9,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Angkutan bus juga naik 6,7 persen. Namun secara agregat, total kendaraan dari Sumatera ke Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni, Wika Beton, dan BBJ Muara Pilu tercatat 7.420 unit atau turun 5,7 persen secara tahunan. Jumlah penumpang mencapai 30.617 orang, turun tipis 1,2 persen.

Sementara itu, Corporate Secretary ASDP Windy Andale menyampaikan bahwa arus dari Jawa menuju Sumatera juga mulai melandai seiring berakhirnya masa puncak mobilitas libur.

Jumlah truk logistik tercatat 955 unit atau turun 46,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Adapun jumlah bus mencapai 338 unit atau turun 4 persen. Total penumpang dari Jawa ke Sumatera tercatat 30.302 orang atau turun 10,3 persen, dengan total kendaraan 5.791 unit atau menurun 21,3 persen.

“Penurunan ini mencerminkan kembalinya pola perjalanan ke kondisi yang lebih normal pasca libur panjang,” ujar Windy.

 

Kerahkan 786 Petugas

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero). (Foto: ASDP Indonesia Ferry)

Untuk menjaga kelancaran layanan, ASDP mengoptimalkan kesiapan operasional dengan menyiagakan 786 petugas. Sebanyak 28 kapal dioperasikan dalam kondisi normal, dan ditambah hingga 33 kapal saat kondisi sangat padat. ASDP juga menerapkan delaying system guna mengendalikan arus kendaraan agar tidak terjadi kepadatan di area pelabuhan.

Koordinasi lintas pemangku kepentingan terus diperkuat, termasuk dengan BMKG, KSOP, dan BPTD, guna memastikan layanan penyeberangan tetap aman dan optimal di tengah dinamika cuaca serta fluktuasi pergerakan kendaraan.

Terkait akses menuju Pelabuhan Ciwandan yang sempat tergenang sejak Jumat malam (2/1) akibat curah hujan tinggi, ASDP menyampaikan kondisi kini telah berangsur pulih dan kembali terkendali. Layanan penyeberangan tetap berjalan melalui Pelabuhan Merak untuk penumpang pejalan kaki dan kendaraan golongan I hingga VII, sementara kendaraan logistik besar golongan VIII dan IX masih dialihkan melalui Pelabuhan BBJ.

 

Mobilitas Masyarakat Meningkat

Secara kumulatif, pergerakan penumpang dari Jawa ke Sumatera melalui Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara pada periode H-10 hingga H+8 tercatat 688.455 orang atau naik 3,5 persen dibandingkan tahun lalu, dengan total kendaraan 150.736 unit atau turun 6,4 persen.

Sementara arus dari Sumatera ke Jawa melalui Bakauheni, Wika Beton, dan BBJ Muara Pilu mencapai 607.767 penumpang atau naik 0,4 persen, dengan total kendaraan 151.367 unit atau meningkat 3,4 persen.

ASDP menegaskan komitmennya untuk terus menjaga layanan penyeberangan yang aman, lancar, dan terkendali guna mendukung stabilitas logistik nasional serta keberlanjutan aktivitas ekonomi pasca libur panjang.

Infografis 33 Ribu Kuota Mudik Gratis Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya