Antusiasme Umi Pipik Sambut Cucu Pertama, Siapkan Satu Koper Baju Sebelum Anak Adiba Khanza Lahir

Umi Pipik antusias sambut kelahiran anak pertama Adiba Kanza dan Egy Maulana Vikri. Cucu pertama berjenis kelamin perempuan itu dinamai Elara Mahakalila.

oleh M Altaf JauharDiterbitkan 03 Januari 2026, 21:00 WIB
Umi Pipik antusias sambut kelahiran anak pertama Adiba Kanza dan Egy Maulana Vikri. Cucu pertama berjenis kelamin perempuan itu dinamai Elara Mahakalila. (Foto: Dok. Instagram @_ummi_pipik_)

Liputan6.com, Jakarta - Umi Pipik antusias menyambut kelahiran anak pertama Adiba Kanza dan Egy Maulana Vikri. Cucu pertama Umi Pipik yang berjenis kelamin perempuan itu diberi nama Elara Mahakalila.

Umi Pipik mengungkap makna nama cucu pertamanya tersebut. Umi Pipik mengaku tak ikut andil dalam pencarian nama dan menyerahkan sepenuhnya kepada anak serta menantunya.

"Enggak, saya enggak (menyumbang nama). Saya iniin ke orang tuanya, yang penting harus ada artinya. Namanya Islami gitu kan," ungkap Umi Pipik saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, pada Jumat (2/1/2026).

"Namanya Elara Mahakalila. Artinya, Elara itu wanita yang bersinar. Mahakalila yang selamanya dicintai oleh orang-orang. Dikelilingi oleh orang-orang yang cinta sama dia," Umi Pipik menjelaskan.

Menurut Umi Pipik, paras cucunya sangat mirip dengan Adiba Khanza saat masih bayi. Kenangan masa lalu saat merawat Adiba Khanza kecil pun kembali terlintas di benak Umi Pipik saat menimang cucunya.

"Oh iya benar. Baby Elara itu mirip banget sama Adiba waktu bayi, ya. Bayi lahir ini mah Adiba banget, Adiba sachet nih. Mirip banget, dari chubby-nya, ya semua miriplah, putihnya, kulitnya. Kulitnya putih banget itu," kenang Umi Pipik.

 


Satu Koper

Umi Pipik mengabarkan, Adiba Khanza dikaruniai anak pertama dari pernikahan dengan Egy Maulana Vikri. Bayi perempuan lahir lewat proses persalinan normal. (Foto: Dok. Instagram @_ummi_pipik_)

Antusiasme Umi Pipik menyambut cucu pertama ini sebenarnya sudah terlihat jauh sebelum Baby Elara lahir ke dunia. Saking semangat, ia menyiapkan satu koper khusus berisi pakaian-pakaian lucu untuk cucu perempuannya itu.

"Wah sudah banyak kayaknya, sebelum lahir saja saya sudah banyak beliin baju-baju buat Elara satu koper sendiri bayangin. Gitu," kata Umi Pipik, lalu tertawa.

 


Protect Banget

Umi Pipik dan keluarga sepakat untuk menerapkan aturan ketat demi kesehatan bayi. Mengingat kondisi bayi yang masih sangat rentan terhadap virus dan bakteri, mereka sangat membatasi interaksi fisik dengan orang lain.

"Oh ya, dan mereka berdua juga ini kok apa namanya protect banget. Kayak di rumah sakit saja enggak semua orang boleh pegang karena pasti banyak virus ya, dan baby itu kan masih rentan. Lihat-lihat saja boleh. Enggak boleh dipegang area mukanya, enggak boleh dicium, dia protect banget," urainya.


Enggak Posesif

Sebagai nenek, Umi Pipik mewariskan tradisi perawatan pasca-melahirkan yang dulu ia terapkan. Istri almarhum Ustaz Jefri Al-Buchori itu memberikan saran seperti penggunaan pilis di dahi untuk menjaga kesehatan ibu yang baru melahirkan.

"Kalau posesif sih enggak, cuma lebih kepada ngasih insight aja. Kayak misalkan kirimi video-video, atau kalau kita zaman dulu itu kan kalau habis lahiran dijaga kayak badannya. Terus biasanya kalau kayak ibu-ibu kan pakai apa tuh pelipis di sini. Apa sih namanya, pokoknya yang ditempel di jidat supaya enggak gampang pusing dan segala macem. Nah itu yang ya saya kasih ke Adiba, ke anak saya," pungkas Umi Pipik.

Kehamilan yang ideal adalah kehamilan yang direncanakan, diinginkan dan dijaga perkembangannya secara baik.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya