Manchester City Ditahan Imbang Sunderland, Guardiola Tetap Santai

Manchester City ditahan imbang Sunderland 0-0. Pep Guardiola tetap tenang meski City kini tertinggal empat poin dari Arsenal.

oleh Dimas Ardi PrasetyaDiterbitkan 02 Januari 2026, 10:09 WIB
Manajer Manchester City, Pep Guardiola, berbincang dengan gelandang asal Inggris Sunderland, Luke O'Nien, saat pertandingan Liga Inggris antara Sunderland dan Manchester City di Stadion of Light, Sunderland, wilayah timur laut Inggris, pada 1 Januari 2026. (AFP/Andy Buchanan)

Liputan6.com, Jakarta - Manchester City gagal membawa pulang tiga poin saat bertandang ke markas Sunderland pada pekan ke-19 Liga Inggris 2025/2026. Duel yang digelar di Stadium of Light, Jumat (02/01/2026), berakhir tanpa gol dan membuat persaingan papan atas kembali memanas.

Hasil ini terasa penting karena City kini tertinggal empat poin dari Arsenal dalam perburuan gelar juara. Namun, sorotan justru tertuju pada ekspresi Pep Guardiola yang terlihat santai usai peluit panjang berbunyi.

The Citizens sejatinya datang dengan modal positif setelah menang dramatis di laga sebelumnya. Akan tetapi, kali ini lini serang mereka menemui jalan buntu di hadapan pertahanan disiplin Sunderland.

Untuk pertama kalinya dalam sepuluh pertandingan liga, City gagal mencetak gol. Meski demikian, Guardiola tak menunjukkan kekecewaan berlebihan saat diwawancarai seusai laga.


Guardiola Puas dengan Penampilan City

Nordi Mukiele dan Erling Haaland beraksi dalam laga Liga Inggris antara Sunderland vs Manchester City di Stadium of Light, 2 Januari 2026. (Richard Sellers/PA via AP)

Pep Guardiola menilai hasil imbang ini sebagai sesuatu yang masih bisa diterima. Ia bahkan langsung memberi respons positif ketika diminta menilai performa anak asuhnya.

Manchester City memang tampil kurang meyakinkan di babak pertama dan minim peluang bersih. Situasi berubah setelah jeda, ketika City meningkatkan tempo dan lebih sering menekan pertahanan tuan rumah.

Sejumlah peluang emas tercipta, termasuk dua kesempatan beruntun yang didapat Savinho sebelum mengalami cedera. Tekanan berkelanjutan juga memaksa Sunderland bekerja keras hingga menit-menit akhir.

Guardiola tetap menekankan sisi positif dari permainan timnya. Ia mengatakan kepada Sky Sports:"Bagus. Raih satu poin. Babak kedua sangat bagus. Kami tidak bisa mencetak gol di kotak enam yard. Berapa kali kami berada di kotak enam yard melawan kiper atau yang lain dan tidak bisa mencetak gol? Tentu saja, ancaman yang mereka miliki, mereka benar-benar bagus.”


Alasan City Kesulitan Menembus Sunderland

Duel Phil Foden dan Nordi Mukiele dalam laga Liga Inggris antara Sunderland vs Manchester City di Stadium of Light, 2 Januari 2026. (Richard Sellers/PA via AP)

Guardiola mengakui Sunderland memberikan perlawanan fisik yang kuat sejak awal laga. Tekanan tinggi tuan rumah membuat City kesulitan mengembangkan permainan di babak pertama.

Absennya gol juga tak lepas dari kegagalan City memaksimalkan peluang di area krusial. Beberapa momen di depan gawang tak mampu dikonversi menjadi gol penentu.

Selain itu, City harus kehilangan Nico Gonzalez dan Savinho karena cedera. Situasi tersebut sedikit memengaruhi ritme permainan, terutama saat City sedang meningkatkan intensitas serangan.

Meski begitu, Guardiola menegaskan timnya tetap berada di jalur yang benar. Ia berkata:“Sangat senang dengan penampilan (City), terutama di babak kedua. Kami menciptakan banyak peluang melawan tim itu di stadion ini, terutama di babak kedua.”

“Babak pertama, kami kesulitan karena kami kesulitan menghadapi tekanan mereka, tetapi Rodri memberi kami umpan kedua untuk menembus lini pertahanan, dan kami bisa berlari. Babak kedua jauh lebih baik. Mereka sangat fisik. Mereka sangat kuat, jadi itu bukan kejutan. Kami raih satu poin. Masih ada jalan panjang [hingga akhir musim]. Hasilnya selalu seperti itu."

(SKy Sports)


Klasemen Liga Inggris

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya