Menteri Imipas soal Pindahkan 1.880 Napi High Risk ke Nusakambangan: Upaya Bersihkan Lapas dari Peredaran Narkotika

Para napi ini menjadi bagian dari peredaran narkotika dari dalam Lapas, termasuk pelaku-pelaku penipuan yang ada di Lapas.

oleh Muhammad Radityo PriyasmoroDiterbitkan 29 Desember 2025, 19:04 WIB
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Peredaran narkotika dari dalam lembaga pemasyarakatann (lapas) menjadi momok. Merespons hal tersebut, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto mengambil tindakan tegas terhadap oknum Lapas yang terlibat dan memindahkan para narapidana berisiko tinggi ke Lapas Nusakambangan.

Agus mencatat, sejauh ini Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) telah memindahkan 1.880 napi yang berpotensi terlibat dari berbagai Lapas di Indonesia ke Nusakambangan.

“Saya sampaikan 1.880 orang kami pindahkan ke Nusakambangan. Mereka-mereka ini berisiko tinggi, menjadi bagian dari peredaran narkotika dari dalam Lapas, termasuk pelaku-pelaku penipuan yang ada di Lapas," kata Agus Andrianto kepada awak media di kantor Kementerian Imipas, Jakarta, Senin (29/12/2025).

Meski demikian, Agus menyatakan, proses pemindahan ribuan warga binaan hanya satu dari sekian upayanya membersihkan Lapas dari peredaran narkotika. Sebab dalam pelaksanaan penegakan hukum yang dilaksanakan Kepolisian maupun BNN, dinamikanya terus berjalan.

“Ini bukan pekerjaan mudah memindahkan 1.800 orang itu ke Nusakambangan. Mereka (Polri dan BNN) menangkap pengedar dan pelaku, sehingga di dalam Lapas selalu ada yang baru, ini dinamikanya juga akan terus begitu," catat Agus.

 

Perangi Praktik Kejahatan Terorganisasir

Menurut Agus, kunci utamanya adalah komitmen dan keseriusan ekstra untuk memerangi praktik kejahatan terorganisasir yang bersifat luar biasa atau extraordinary crime tersebut.

“Kita punya komitmen untuk terus melakukan upaya penindakan bukan hanya kepada mereka, tapi kepada pegawai yang melakukan penyimpangan juga kita lakukan tindakan tegas,” janji Agus.

“Saya yakin ini juga sudah banyak berkuranglah," imbuhnya menutup.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya