Siswa Disabilitas di Surakarta Dilatih Bikin Video CV, Bekal untuk Terjun ke Dunia Kerja

Video CV adalah Curriculum Vitae dalam bentuk video singkat untuk mempresentasikan bakat dan keterampilan siswa disabilitas secara langsung.

oleh Ade Nasihudin Al AnsoriDiterbitkan 27 Desember 2025, 12:00 WIB
Latih Siswa Disabilitas Bikin Video CV, Bekal Representasi Diri untuk Terjun ke Dunia Kerja. Foto: stekom.ac.id.

Liputan6.com, Surakarta - Siswa siswi disabilitas di Surakarta mendapat pelatihan membuat Curriculum Vitae (CV) menarik sebagai bekal terjun ke dunia kerja.

Pelatihan ini dilatarbelakangi pentingnya representasi diri di era digital. Fokus utama pelatihan yang digelar Universitas Sains dan Teknologi Komputer (STEKOM), Semarang ini adalah mengubah cara pandang tradisional mengenai lamaran kerja menjadi lebih modern melalui penggunaan media visual dan video.

Dalam sesi yang digelar pada Kamis, 18 Desember 2025, siswa siswi SLB Negeri Surakarta diberikan pendampingan intensif untuk menyusun profil diri yang menarik dan profesional.

Universitas STEKOM memfasilitasi pembuatan foto profil CV yang berkualitas untuk menonjolkan sisi terbaik dari masing-masing siswa. Foto ini dirancang agar memberikan kesan pertama yang positif bagi calon pemberi kerja, menunjukkan bahwa mereka adalah individu yang siap bekerja dan memiliki dedikasi.

“Tidak berhenti pada dokumen tertulis dan foto, inovasi utama dalam pelatihan ini adalah pembuatan Video CV,” mengutip laman resmi STEKOM.

Dalam video ini, siswa diberikan kesempatan untuk mempresentasikan bakat dan keterampilan mereka secara langsung. Bagi siswa disabilitas, Video CV merupakan instrumen yang sangat efektif untuk menunjukkan kemampuan komunikasi dan fisik mereka yang mungkin tidak terpotret sepenuhnya hanya melalui teks di kertas.

 

Bangun Harga Diri Siswa

Hal yang menarik dari kegiatan ini adalah keterlibatan aktif siswa Tuli dalam proses produksi kreatif. Beberapa siswa Tuli yang memiliki minat di bidang visual turut membantu dalam proses pengambilan gambar dan penyuntingan sederhana.

Kolaborasi antar siswa menunjukkan bahwa di dalam lingkungan SLB sendiri terdapat potensi bakat teknologi yang luar biasa jika diberikan ruang dan fasilitas yang memadai.

Para instruktur dari Universitas STEKOM memberikan arahan mengenai cara berbicara di depan kamera, posisi tubuh yang baik, hingga cara menonjolkan keunggulan diri. Bagi siswa yang memiliki hambatan dalam berbicara, tim pendamping membantu menyusun teks yang efektif atau menggunakan alat bantu visual agar pesan tetap tersampaikan dengan jelas kepada perekrut. Proses ini bukan hanya tentang teknis, tetapi juga membangun harga diri siswa.

 

Salurkan CV Digital ke Mitra Industri Inklusif

Melalui pembuatan CV digital ini, Universitas STEKOM ingin memberikan bekal konkret bagi para lulusan SLB Negeri Surakarta saat mereka melamar pekerjaan di perusahaan atau instansi.

Dengan memiliki CV yang profesional, siswa diharapkan memiliki daya tawar yang lebih tinggi dan mampu menembus hambatan administratif yang seringkali menjadi kendala bagi penyandang disabilitas di dunia kerja.

Program pelatihan ini ditutup dengan sesi penyerahan hasil karya CV digital kepada masing-masing siswa dalam bentuk fail elektronik. Universitas STEKOM terus berupaya memantau perkembangan para siswa ini dan membantu menyalurkan profil mereka ke mitra industri yang inklusif.

Inisiatif ini merupakan langkah transformatif dalam memastikan setiap individu, terlepas dari kondisinya, memiliki hak yang sama untuk berkarier secara profesional.

Infografis Akses dan Fasilitas Umum Ramah Penyandang Disabilitas. (Liputan6.com/Triyasni)

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya