Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) turun tangan menyoroti kecelakaan bus di exit Tol Krapyak, Semarang. AHY menyatakan pihaknya melakukan evaluasi regulasi buntut kecelakaan tersebut.
"Iya, tentu kita akan evaluasi," kata Menko AHY ditemui di sela meninjau kesiapan layanan angkutan kereta api selama Natal dan Tahun Baru 2025/2026 di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (23/12/2025).
Advertisement
Dia menegaskan, hal tersebut saat awak media menanyakan langkah pemerintah dalam memitigasi kecelakaan bus imbas adanya insiden di Tol Krapyak, termasuk kemungkinan penguatan regulasi dan evaluasi menyeluruh kebijakan keselamatan transportasi.
AHY memastikan evaluasi akan terus dilakukan secara berkelanjutan guna memperkuat pengawasan, meningkatkan kepatuhan aturan, serta mencegah kecelakaan serupa terulang di kemudian hari.
Mengenai insiden Tol Krapyak, AHY juga mengaku telah memerintahkan investigasi menyeluruh melibatkan Kementerian Perhubungan dan Korlantas Polri guna mengungkap penyebab kecelakaan secara objektif serta memastikan rekomendasi perbaikan ke depannya.
"Kita investigasi, saya sudah minta jajaran Kementerian Perhubungan dan juga Korlantas Polri untuk investigasi sampai tuntas semuanya. Intinya kita tidak ingin ada kecelakaan-kecelakaan maut yang terjadi lagi berulang," ujarnya.
Fokus utama diarahkan pada kepatuhan aturan keselamatan termasuk pemeriksaan kendaraan berkala kelaikan jalan serta kesiapan pengemudi agar perjalanan publik berlangsung aman, bertanggung jawab sesuai standar yang berlaku.
Menko juga menekankan pencegahan kecelakaan memerlukan disiplin bersama penegakan hukum konsisten dan pengawasan berlapis sehingga risiko fatalitas transportasi jalan raya dapat ditekan berkelanjutan melalui kolaborasi pusat daerah operator dan masyarakat luas.
"Dan semua benar-benar harus taat, harus sesuai dengan aturan. Kendaraan dicek dengan benar. Pengemudi juga harus fit dan sesuai dengan ketentuan sehingga sekali lagi kita mencegah terjadinya korban di jalan raya," imbuh AHY.
Pemerintah mengajak seluruh pemangku kepentingan berpartisipasi aktif membangun budaya keselamatan berkelanjutan sehingga mobilitas masyarakat aman, efisien dan selamat.
Hasil Ramp Check Bus Kecelakaan di Tol Semarang
Sebelumnya, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan, hasil ramp check bus Cahaya Trans bernomor kendaraan B 7201 IV yang mengalami kecelakaan lalu lintas di ruas simpang susun exit Tol Krapyak, Semarang, Jawa Tengah, tidak laik jalan.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Aan Suhanan mengatakan, berdasarkan hasil pengecekan pada aplikasi MitraDarat, kendaraan tersebut tidak terdaftar sebagai angkutan pariwisata maupun AKAP.
"Adapun untuk data BLU-e, ditemukan data kendaraan tersebut terakhir melakukan uji berkala pada tanggal 3 Juli 2025. Sedangkan hasil ramp check kendaraan yg dilakukan pada tanggal 9 Desember 2025 dinyatakan tidak laik jalan dan dilarang operasional," kata Aan dalam keterangan di Jakarta, Senin (22/12).
Aan menyampaikan Kemenhub turut berduka cita atas peristiwa tersebut terjadi pada Senin (22/12) dini hari sekitar pukul 00.30 WIB.
"Dilaporkan dari lapangan, bus dengan 33 penumpang tersebut berangkat dari Jatiasih Bekasi menuju D.I Yogyakarta," ujar Aan.
Sopir MInim Pengalaman dan Tak Tahu Medan
Bus melaju kencang dan diduga hilang kendali sehingga menabrak pembatas jalan dan akhirnya terguling. Hal itu juga diduga karena kurangnya konsentrasi pengemudi dan tidak paham medan jalan saat menuruni simpang susun krapyak.
Akibatnya, lanjut Aan, bus mengalami kerusakan cukup parah pada bagian belakang dan samping akibat benturan keras dengan pembatas jalan. Terdapat korban jiwa sebanyak 16 orang dan satu orang luka ringan.
Terungkap sopir yang mengemudikan bus saat kejadian adalah Gilang Ihsan Faruq (22 tahun), warga Bukittinggi, Sumatra Barat, yang berstatus sebagai sopir cadangan. Sopir utama (atau sopir cadangan lainnya) disebutkan dalam daftar korban selamat sebagai Robert Pratama Putra.
Gilang Ihsan Faruq, sopir cadangan, serta kernet telah diamankan untuk pemeriksaan, termasuk tes urine yang hasilnya negatif narkoba.
Kapolrestabes Semarang Kombes Pol M Syahduddi menyebutkan bahwa polisi juga mendalami dugaan sopir minim pengalaman di rute tersebut serta tidak familiar dengan medan tikungan tajam.
Kernet bus, Robi Sugianto (51 tahun), yang selamat dan dirawat di RSUD Tugurejo, menyatakan bahwa sopir tersebut masih muda dan baru dua kali menjalani rute Bogor-Yogyakarta. Ia menceritakan saat terjadi kecelakaan bus tiba-tiba miring ke kanan, kemudian menabrak pembatas dan terguling.
"Sopir sesungguhnya tidak melaju ugal-ugalan," katanya.